Selasa, 10 Maret 2009

Tausyiah Renungan bermakna:

Tausyiah Renungan bermakna:

“ Hari-hari adalah Lembaran baru untuk goresan amal. Maka jadikanlah hari-harimu sarat dengan amal yang Terbaik. Kesempatan akan segera lenyap secepat perjalanan awan dan Menunda Pekerjaan adalah tanda orang yang merugi!, Semua manusia adalah mati kecuali yang berilmu, semua yang berilmu terlelap kecuali yang beramal, yang beramal tertipu kecuali yang ikhlas dalam amalnya. Jadilah engkau orang yang sabar dan bersyukur, sebab sabar akan menambah PAHALA dan Syukur akan menambah Rezeki paling manis. Ulama dan Muwwahid/Mujahidin bagi dirimu adalah yang membantu untuk takut kepada Alloh. Jika menjadi seorang Pemimpin/Ulil Amri maka bersiaplah untuk menderit. Ingat seluruh amal itu hampa bila tanpa keikhlasan. Alloh tidak memberi apa yang kita pinta namun memberi apa yang kita butuhkan. Segala sesuatu akan indah pada waktunya “.

“ Disaat Ibumu tertidur lelap, coba kamu pandangi dia dalam-dalam dan bayangkan matanya tak akan terbuka untuk selamanya, tanganya tidak mampu lagi untuk mengapus air mata kita, dan tak ada lagi nasehatnya yang selama ini sering kita abaikan. Bayangkan ibumu sudah tiada. Dan apakah kamu sudah mampu mebahagiakannya? Yang sekian kalinya dia selalu membahagiakanmu, memenuhi kehendakmu, apakah kamu pernah terpikir? Betapa besar pengorbananya “.

“ Ya Alloh Jagalah Mujahidin dan Muwwahid dikala penjagaanku tak sampai padanya, sayangi ia dikala sayangku tak mampu merengkuhnya dalam dekapan nyata. Muliakanlah ia kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja, karena engkau punya segala yang tak aku punya dan karena aku ingin dia selalu menjadi Mujahidin dan Muwwahid didunia, dan kuberharap ketemu denganya diSyurga. Amien “.

Serang, 10 Maret 2009
Al-Akh Hamzah Fansuri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar