Sabtu, 07 Maret 2009

Tauhid Yang Hidup

Selama 13 tahun, masa dakwah Rasulullah sas di Makkah, Inti persoalan yang dibicarakan Al-Qur-an dan diserukan Rasulullah sas adalah aqidah Tauhid لا إله إلا الله, aqidah yang berarti memberikan hak-hak uluhiyyah –yang berupa loyalitas, ketaatan, peribadatan dan hak membuat undang-undang– kepada Allah semata. Persoalan besar ini dibahas dengan gaya yang berbeda-beda dan bentuk yang bermacam-macam, sehingga seolah-olah menjadikannya selalu baru.

Tauhid yang dibicarakan dalam kurun waktu yang lama itu adalah tauhid yang bukan sekedar teori yang tertimbun dalam akal pikiran semata. Tetapi, ia adalah tauhid yang hidup, dan tergambar dalam kenyataan yang hidup; tauhid yang tidak sah kecuali jika menimbulkan gerakan-gerakan yang merupakan konsekuensi dari tauhid itu sendiri.

Konsekuensi yang paling mendasar dari aqidah Tauhid yang hidup adalah adanya perasaan loyal dan cinta kepada Allah dan para wali-Nya, serta sikap murka dan radikal terhadap kesyirikan, kekufuran dan para thaghut yang merampas hak-hak uluhiyyah Allah, yang selanjutnya menyebabkan gerakan penghancuran terhadap semua itu dalam rangka menamcapkan panji-panji tauhid di muka bumi .

Karena itulah, mengapa orang-orang musyrik Quraisy dulu begitu memusuhi Rasulullah sas dan dakwah Tauhidnya. Kalau saja Tauhid yang terkandung dalam ayat-ayat Qur’an makkiyah dan dibawa Rasulullah sas adalah Tauhid teoristis yang cukup dipelajari dalam majelis-majelis ta’lim tanpa keluar dalam wujud gerakan yang nyata, tanpa adanya permusuhan dan perlawanan terhadap kesyirikan dan para pengagungnya, tidaklah orang-orang musyrik itu akan memusuhi beliau. Atau, dengan kata lain, kalau Tauhid yang dibawa Rasulullah sas adalah Tauhid yang mati, niscaya beliau tidak akan mendapat perlawanan dari orang-orang musyrik Quraisy.

Akan tetapi, tauhid yang beliau bawa adalah tauhid yang hidup, yang menumbuhkan perasaan murka, permusuhan dan perlawanan yang radikal terhadap kesyirikan yang dilakukan kaumnya. Beliau perlihatkan hal itu mula-mula dengan mencela berhala-berhala mereka, membodoh-mbodohkan akal mereka, dan akal-akal nenek-nenek moyang mereka, karena hal itulah yang beliau mampu waktu itu. Pada klimaksnya, setelah diberi kemampuan yang cukup, beliau memerangai mereka khususnya dan semua orang musyik di seluruh muka bumi ini (jihad hujumi/offensif). Setelah kewafatan beliau, hal ini diteruskan para shahabatnya, sehingga bendera Tauhid tertancap di sebagian besar wilayah bumi. Itulah tauhid yang hidup dan tergambar dalam pergerakan yang nyata.

Dari sinilah tampak jelas hubungan yang erat antara jihad offensif dengan aqidah tauhid ini. Jihad offensif hanyalah salah satu bentuk perealisasian dari kosekuensi tauhid yang hidup. Jihad offensif bukanlah dimaksudkan untuk menjajah bangsa-bangsa dunia dalam rangka mengeksploitasi SDM dan SDA yang ada pada mereka. Lebih jelasnya, jihad offensif hanyalah untuk menghancurkan ideologi-ideologi syirik dan menaungi dunia ini dengan bendera Tauhid.

Sebagai imbalan atas Tauhid hidup yang menimbulkan gerakan jihad offensif dalam rangka menghapus ideologi dan konsepsi syirik, umat ini pernah memegang kendali kepemimpinan dunia dengan penuh kemuliaan dan kewibawaan. Namun, di saat aqidah Tauhid berangsur-angsur menjadi aqidah yang mati, yang hanya dipelajari dalam majelis-majelis taklim dan berhenti pada akal semata sebagai teori yang mati, tanpa adanya gerakan yang nyata dalam bentuk jihad fi sabilillah dalam rangka merobohkan panji-panji syirik serta thaghut-thaghut yang bercokol di bumi ini, umat ini menjadi umat yang rendah dan dihinakan di hadapan manusia.

Dunia sekarang telah menyaksikan, umat yang berjumlah milyaran ini seakan hidangan yang diserbu berbagai bangsa; mereka dibantai beramai-ramai, diperkosa beramai-ramai, dirampas harta dan kehormatannya, dijajah tanah-airnya, tanpa ada seorangpun yang menolong mereka. Kerendahan dan kehinaan ini tidak lain karena sikap meninggalkan jihad fi sabilillah yang merupakan bentuk perealisasian dari konsekuensi Tauhid yang hidup. Dengan kata lain, keterpurakan kaum muslimin sekarang ini adalah akibat dari matinya aqidah Tauhid dalam gerakan yang nyata. diambil dari situs Islam http://hafmin.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar