Sabtu, 07 Maret 2009

Sesungguhnya Aku Berada di Atas Hujjah Tuhanku

Katakanlah, “Sesungguhnya aku di atas petunjuk Tuhanku”
Syaikh Amirul Mukminiin, Abu Umar Al-Baghdadi

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan-Nya, dan kita memohon ampunan-Nya. Dan kita memohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari kejelekan diri dan kesalahan amalan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah,maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkan. Dan barang siapa telah disesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Amma ba’du:

Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” [21:38]

Dan Allah berfirman:
“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [3:126]

Allahuakbar … Allahuakbar … Allahuakbar …
Pertolongan dan Kemenangan dari Allah Sangatlah Dekat!!

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.“ [Ash-Shaff:13]

Wahai mujahideen pemberani di penjara-penjara thoghut. Angkatlah kepalamu dan tertawalah dari hatimu yang terdalam. Karena sesungguhnya kalian memiliki ikhwah yang tidak ridlo dengan ketidakadilan atasmu. Mereka telah berjanji kepada Allah untuk mengembalikan kalian ke barisan mereka lagi, dengan kekuasaan Allah dari permulaan hingga akhirnya. Kemarin saudaramu meneriakkan Takbir pada dinding penjara Abu Ghuraib, dan mereka berhasil mengeluarkan lebih dari 60 tawanan. Dan hal yang sama atas penjara “Mukafahatil Irhab”, kemudian atas markas polisi di Distrik Al-Amil, kemudian penjara markas polisi Shahraban di propinsi Diyala. Dan hari ini, para pemuda Daulah Islam telah menyerang salah satu markas thoghut dalam sebuah operasi yang sangat cepat dan hebat. Yang mana pahlawan-pahlawan itu menyerang musuh mereka pada lebih dari satu lokasi. Maka mereka membungkam rasa dengki thoghut – thoghut itu, jalan – jalan berhenti, listrik dan perangkat komunikasi putus, dan dalam kurang dari 15 menit, telah berlangsung operasi pembebasan para tawanan dari penjara yang berhasil mengeluarkan para mujahidin dari golongan muhajirin dan anshor, lebih dari 220 mujahid telah dibebaskan dengan keutamaan dan kekuasaan Allah. Sedangkan musuh hanya menyebutkan 140 saja dan mereka memang benar. Karena yang mereka sebutkan hanya orang – orang Iraq saja, sedangkan sisanya adalah para muhajirin (orang yang berhijrah) kepada Allah di Bumi Dua Sungai (Iraq).

Allahuakbar … Allahuakbar … Allahuakbar …

Dan ketika kita berada dalam kemuliaan ini, kita memerangi musuh, dan menasehatkan kesabaran bagi diri kita dan saudara – saudara kita, dalam menghadapi Salibis-Safawi sejak pendudukannya yang pertama kali, kami meminta dukungan dari semuanya, merapikan barisan dan menyatukan kalimat.
Kami sangat terkejut dengan serangan media dari segala arah kepada Daulah Islam yang masih muda ini. Orang-orang yang memiliki kebaikan keikhlasan dalam hatinya khawatir dengan lengkap dan terorganisirnya media mereka, banyaknya sarana-sarana mereka, dengan keahlian dan keragaman kemampuan mereka. Mereka membahas hingga malam-malam yang kelam, di suatu tempat yaitu Institus Brox bekerjasama dengan Organisasi Rand Research yang telah dipublikasikan sebelum kampanye terakhir mereka melawan Daulah Islam dengan Judul “Memerangi Al-Qaeda”.
Dan jika kita ingin tau tentang kampanye yang mereka lancarkan, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut:
- Bagaimana Jihad di Biladi Ar-Rafidain (Negara Dua Sungai, Iraq) jika tidak ada Majelis Syura Mujahidin dan Daulah Islam?
- Dan bagaimana jadinya jika para tentara Daulah Islam semuanya meletakkan senjata mereka dan meninggalkan Jihad?

Jawabannya sudah jelas:
Kemuliaan akan hilang, hasil tani dan hewan ternak (kemakmuran) akan musnah. Dan jika engkau masih belum percaya. Aku meminta kepada jama’ah – jama’ah yang mengaku memiliki kelurusan manhaj (jalan), bendera yang baik, dan bersikap keras terhadap musuh untuk mempublikasikan tiga film dari operasi untuk menjatuhkan markas Amerika, tetapi tidak, mereka hanya mempublikasikan satu saja film yang hanya menyerang satu saja markas Amerika. Maka untuk apa media – media ini menyerang Daulah Islam?

Pertama, melemahkan hubungan antara Daulah Islam dan kehebatannya yang populer di mata publik.
Kedua, berusaha membuat konflik antara Daulah Islam dengan organisasi Jihad yang lain.
Ketiga, mengeluarkan semangat jihad global kepada tren jihad lokal yang lebih longgar dan moderat dan menyelewengkan dari pandangan jihad dunia (jihad alamiyyah).
Keempat dan terakhir, mematikan jihad di Negara Dua Sungai (Iraq) dan kejatuhannya akan menghidupkan kembali Pemerintahan al-Maliki dan pasukan elit AS mendeklarasikan kemenangan, “Bahwa Amerika hanya membutuhkan enam bulan untuk memenangkan perang Iraq” atau mereka akan merasakan kehancuran seperti di Vietnam. Dan ini telah disampaikan oleh Cheney, yang mengatakan sekarang kita mempersiapkan diri untuk pulang secara terhormat, dan kongres mereka pun telah memberi pernyataan bahwa pertengahan musim panas ini berdasar perencanaan keamanan bahwa mereka harus pulang, atau mereka harus dengan segera mundur pada akhir tahun ini. Hal ini membuat musuh sibuk pada masa krisis mempersiapkan pemerintahan baru yang lebih moderat dan tidak membahayakan seperti Daulah Islam. Lebih khusus lagi jika kita mengetahui bahwa Amerika dapat menghindarkan diri dari peperangan melawan Iran, dengan sebab yang tidak akan dibicarakan di sini.
Maka dengan cara menguasai Iraq dan mengakhiri situasi tidak menentu yang tidak dapat ditawar lagi, terlebih lagi untuk daerah-daerah Sunni. Walaupun dengan memberi kesenangan kepada kelompok Islam yang moderat atau dengan sesuatu yang sangat fundamental yang dapat dilakukan oleh suatu mediator.
Inilah sebabnya keluarga Salul (pemerintah Saudi) dengan segera dan penuh usaha membentuk “Saudi Hezbollah” dengan nama yang berbeda yang diberi ‘lampu hijau’ oleh sekolah-sekolah Sultan – yaitu sekolah – sekolah yang bekerja untuk pemimpin mereka, ridlonya bukan ridlo Allah lagi -

Dan mereka lupa bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
“Dan dijadikan rezekiku di bawah naungan tombakku”
dan bersabda (Rasulullah Saw):
“Kuda yang ditunggangi lebih baik daripada dunia pada hari kiamat” (atau seperti sabda Beliau)
Kedua, menghabiskan sumber daya manusia dan memutus hubungan antara Daulah Islam dengan orang – orang yang ikhlas dari ummat ini, terutama setelah dikeluarkan fatawa sesat untuk menghalangi para pemuda Mujahid Muslim dari menjual murah dirinya dan hartanya fie sabilillah. Maka mereka ditempatkan bersama-sama dengan agen-agen Mosad dan CIA, agen rahasia Amerika “Yousri Fouda” [seorang reporter Al-Jazeera] untuk menyelesaikan permasalahan jalan masuknya mujahidin dari Muhajirin dan Istisyhadiyyin (para martir pencari syahid). Meskipun mereka orang – orang baik yang mengangkat derajat mereka, memasukkan mereka, dan memudahkan permasalahan mereka. Hal tersebut lebih dari satu kali, bahwa mereka tidak diterima sebagai muhajirin. Maka apa yang mendorong mereka melakukan hal yang beresiko ini? Dan membuka jalur (yang biasa digunakan muhajirin) dan menjadikannya terlihat? Dan telah dibeberkan bahwa Yousri Foudah adalah anggota dari Intelijen Pemerintah.
Ketiga, memasukkan belati bermata tiga, yang masing – masing :
A. Kelompok bayaran murtad yang mengambil keuntungan dengan menjual darah dan menggembosi jihad.
Sebagaimana Sa’ad Zalul, Ben Bella, dan Ali Janah. Dan kepada mereka kami katakan: “Telah berlalu zaman … “. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang mukmin tidak masuk ke dalam suatu lubang dua kali”.
B. Kelompok da’i – da’i salafy yang hanya duduk dan tidak berangkat karena kepengecutan mereka. Kegiatan mereka hanyalah mencaci maki dan membuka aib mujahidin.
C. Kelompok dari orang – orang pendengki. Yang mereka mendorong kelompok dan pasukan mereka untuk bekerja sama, mendukung, dan berbai’at kepada Daulah Islam. Padahal jiwa yang telah diciptakan untuk sesuatu yang tinggi tidak mungkin menginginkan sesuatu yang lain berada di atasnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Tiga hal yang orang tidak dapat terhindar darinya, yaitu: prasangka, ramalan (ahli nujum), dan kedengkian”. Ibnul Qayyim (seorang ulama muslim) yang mendapat musibah karena kedengkian, mengatakan: “Dan adalah Imam Ahmad berada dalam jama’ah, dan ketika sebagian manusia - manusia mengatakan tentang beliau kepada Khalifah karena kedengkian mereka, “Kamu, duta-duta kamu, dan semua pemerintahan kamu berada dalam kebathilan, sedang hanya Ahmad sendirian yang benar?” Maka setelah khalifah mendengarnya maka ia memenjarakan beliau dan menyiksanya di dalam dalam waktu yang lama. Laa Ilaaha Illallah, apa yang terjadi kemarin telah terjadi pada hari ini.” Dan kita mengatakan sebagaimana yang Ibn al-Qayyim katakan, “Laa ilaaha illallah, apa yang terjadi kemarin telah terjadi pada hari ini”. Dan kita mengingat dengan perkataan Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara- saudaranya: “Marilah kepada kami”. dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu Lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik- balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. mereka itu tidak beriman, Maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Ahzab:16-19)

Maka mereka menghalangi manusia dari berjihad fie sabilillah, karena mereka benci dan dengki kepada kaum mukminin yang jujur, disebabkan rasa takut dan kecut telah memenuhi hati mereka. Maka mereka mengumumkan kepada kawan – kawan mereka untuk mengikuti mereka dan beristirahat, walaupun dengan cara berwali dengan orang – orang kafir yang memusuhi Allah, Rasul-Nya, dan orang – orang mukmin. Dan mereka meletakkan tangan mereka di atas tangan para thaghut Arab, dan mereka bersaksi bahwa mereka adalah ahli millah dan din dengan perkataan - perkataan yang manis. Yang mereka mengaku bahwa mereka tidak menginginkan kecuali mengusir penjajah. Dan orang – orang telah melempar kebohongan – kebohongan tentang kami apa yang sebenarnya kami tidak beraqidah seperti yang mereka katakan tentang kami, yaitu bahwa kami mengkafirkan orang – orang awam dan kami menghalalkan darah dan harta mereka, dan kami memaksa orang untuk masuk ke daulah kita dengan pedang.
Maka atas tudingan – tudingan itu, inilah keyakinan kami melawan kebohongan – kebohongan tersebut hingga tidak ada udzur lagi bagi setiap pembohong – pembohon itu atau bagi orang orang – orang yang menyukai syubhat (keraguan/fitnah).
Pertama, kami menentukan bahwa wajib menghancurkan segala bentuk – bentuk thaghut dan menolak keberadaan sarana – sarana kemusyrikan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, berkata Ibnu al-Hayyad al-Asadiy, berkata kepadaku Ali ibn Abi Thalib Ra, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku memerintahkanmu sebagaimana yang Rasulullah mememerintahkanku kepadanya, yaitu jangan sampai engkau melihat permisalan (persekutuan dengan Allah) kecuali engkau menghancurkannya dan tidak pula kuburan yang berlebihan kecuali engkau meratakannya.”
Kedua, kami memahami bahwa Syi’ah Rafidloh adalah kepala kemusyrikan dan kemurtadan, yang mereka telah menolak penegakan syi’ar – syi’ar Islam dari permukaan.
Ketiga, bahwa kekufuran dan kemurtadan, maka kita akan membunuh mereka para pelakunya tanpa menerima taubat mereka di dunia setelah mereka kami tangkap. Sebagaimana perkataan Umar ibn Khattab, “Hukuman bagi orang murtad adalah dipenggal dengan pedang”.
Keempat, kami memahami bahwa kami tidak mengkafirkan orang yang shalat ke kiblat yang sama dengan kita walaupun mereka memiliki dosa. Seperti perbuatan zina, meminum khamr, dan mencuri jika mereka tidak menghalalkannya. Dan perkataan kami tentang iman adalah pertengahan antara khawarij yang melampaui batas dan murji’ah yang lalai. Dan perlakuan kami kepada mereka yang bersyahadat dan menampakkan keimanannya dan keislamannya kepada kami, dan tidak melakukan amalan – amalan di antara amalan pembatal keislaman, maka kami bermuamalah dengan mereka sebagaimana muamalah kepada orang – orang muslim dan kita menyerahkan yang di dalam hati mereka kepada Allah Ta’ala. Dan bahwa kekufuran itu ada dua, akbar dan ashghar. Dan hukumnya bergantung keyakinan hati, perkataan, dan perbuatan. Akan tetapi untuk menta’yin salah satu pribadi mereka dan menghukumi bahwa mereka kekal di neraka adalah berdasar penetapan syarat – syarat takfir dan penghalang – penghalangnya.
Kelima, kami memahami bahwa wajib berhukum dengan syari’at – syari’at Allah dengan meninggikan syari’at dalam Daulah Islam. Karena berhukum kepada thaghut yang didasarkan dari hukum sekuler dan hukum rakyat merupakan salah satu pembatal keislalam. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah maka mereka adalah orang – orang yang ingkar (kafir)” (Al-Maidah:44).
Keenam, kami memahami bahwa wajib untuk menghormati Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dan haram untuk mendahului beliau. Dan merupakan tindakan kekafiran dan kemurtadan barang siapa yang menodai kehormatan beliau. Dan ahli baitnya yang suci dan para sahabatnya dari para Khulafa ar-Rasyidin yang empat dan seluruh sahabat dan keluarganya.

Sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,s upaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al-Fath:8-9)

Dan Allah berfirman menjelaskan sifat para Sahabat:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Fath: 29)

Ketujuh, kami meyakini bahwa nasionalisme memiliki bendera – bendera dan kelompok - kelompok yang bermacam – macam seperti seperti nasionalisme, komunisme, dan ba’tsiyyah, semuanya adalah kufrun bawwa, yang mereka menyerang Islam dan mengeluarkan dari millah. Dan kami memahami bahwa semua kekufuran dan kemurtadan itu bekerja sama dalam satu wadah politik, seperti Hizbi al-Mutlak, Dulaymi, Hasyimi, dan yang lainnya. Adapun dalam aktifitasnya adalah mengganti syari’at – syari’at Allah dan menggabungkan diri dengan musuh – musuh Allah seperti Salibis dan Rofidloh (Syia’h Rofidloh), dan segala kemurtadan untuk mengendalikan hamba Allah yaitu kaum mukminin. Allah Ta’ala berfirman menjelaskan orang yang bekerja sama dengan musyrikin untuk mengganti syari’at Allah,
“Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (Al-An’am:121)

Sebagaimana kita melihat bahwa manhaj Hizbul Islamy adalah manhaj kufur dan murtad, yang manhaj tersebut tidak berbeda dengan manhaj dan perbuatan kufur dan kemurtadan lainnya seperti kelompok Ja’fari dan Allawi. Berdasarkan hal tersebut, maka kepemimpinan mereka adalah kepemimpinan orang – orang murtad yang bagi kami tidak ada bedanya antara yang berpartisipasi dengan pemerintahan dan faksi – faksinya, tetapi kami tidak memutuskan kafir bagi anggota – anggotanya hingga ditegakkan hujjah atas mereka.

Kedelapan, kami melihat siapa pun yang membantu penjajah dan antek – anteknya dengan berbagai bantuan (seperti pakaian, makanan, obat – obatan, dan lainnya) dengan apa – apa yang menolong mereka dan menguatkan mereka, yang perbuatannya itu telah menjadikan mereka menjadi sasaran kami.

Kesembilan, kami melihat bahwa jihad adalah fardlu atas perorangan sejak dikuasainya Andalusia untuk membebaskan tanah – tanah kaum muslimin, dan kewajiban ini atas setiap orang baik maupun buruk. Dan kejelekan paling besar setelah kufur kepada Allah, adalah pelarangan kepada jihad pada zaman jihad hukumnya fardlu ‘ain. Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada kejelekan yang lebih besar setelah kekufuran kecuali melarang jihad kepada orang – orang kafir. Dan juga (memerintahkan) orang – orang perempuan untuk melakukannya juga, dengan tujuan apa – apa yang tidak dapat dilakukan oleh lelaki.

Kesepuluh, kami berkeyakinan bahwa suatu daerah (negara) yang berada di bawah bendera kekafiran, diperintah dengan hukum kufur bukannya hukum Islam, maka ia adalah negara kufur dan hal ini bukan berarti kami menganggap kafir penduduk negeri itu. Karena sesungguhnya negara – negara kaum muslimin sekarang di bawah hukum thaghut dan aturannya, maka kami menganggap presidennya dan tentaranya sebagai orang – orang yang murtad. Dan memerangi mereka lebih wajib dari memerangi penjajah Salibis.

(bersambung)

diambil dari Situs Muslim oleh Mashuri di http://anshorsunnah.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar