Minggu, 08 Maret 2009

Seri Kafilah Syuhada

Image
Penulis: Amrozi, Imam Samudera, Mukhlas
Perwajahan Isi: Zierr 385
Illustrasi/sampul: Gobagsodor Team
Cetakan Pertama: Muharram 1430/Januari 2009
Penerbit: Ar-Rahmah Media



Aku dilahirkan di sebuah desa yang bernama Tenggulun. Desa ini terletak sekitar 7 km ke arah selatan dari Tanjung Kodok, dan termasuk wilayah kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Desa Tenggulun ini asalnya bernama Trenggulun yang diambil dari nama sebuah pohon. Trenggulun adalah sebuah pohon yang besar dan berduri, kayunya sangat keras, daunnya kecil-kecil, buahnya
pun bulat kecil, kalau sudah matang (ranum) berwarna merah dan rasanya asam-asam manis (kayak permen nano-nano).

Siapa yang makan buah ini dijamin akan kencing terus (bahasa Jawanya: beseren)
dan baunya, pesiiing....!

Inilah sebuah 'biografi' dari anak desa yang tidak pernah kuliah di jurusan kimia namun mampu membuat bom yang efek ledakannya begitu dahsyat layaknya mikro nuklir.

Sebuah catatan kehidupan seorang anak manusia dari desa Tenggulun yang selama ini menjadi sorotan media seluruh dunia dan menjadi terkenal karena senyumannya yang khas.

Diceritakan secara jujur dan bersahaja, kadang jenaka. Menjadi bukti kekuatan sebuah hidayah
dan keyakinan hidup.

Senyum Terakhir Sang Mujahid akan membawa Anda memasuki 'dunia' Amrozi sejak kecil, berjuang, hingga beliau di penjara dan menuju detik-detik terakhir kehidupannya.

Buku ini merupakan satu dari tiga serangkai terpidana mati bom Bali yang sudah dieksekusi, Sekuntum Rosela Plipur Lara, dan Mimpi Suci di Balik Jeruji Besi, Mukhlas.

Sebuah catatan kehidupan yang sangat menarik dan unik, diceritakan apa adanya, namun tetap penuh hikmah dan sarat pesan kehidunan

1 komentar:

  1. assalamualaikum wr wb

    akhi bagaimana cara nya ana bisa dapat buku di atas?
    syukran jazakumullah

    BalasHapus