Jumat, 06 Maret 2009

“ Ramalan Injil Tentang Nabi Muhammad “

Oleh: Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani al-Jawy bin Shalih Abu Ramadhan

Tulisan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan sekaligus pembenaran terhadap agama Islam yang datang dari Alloh, agama yang sempurna disampaikan melalui Muhammad sebagaimana yang telah diberitakan oleh Taurat bahkan oleh Injil. Berkaitan dengan tema diatas, dalam kitab injil disebutkan sebagai berikut :

“Seorang nabi akan dibangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau (Musa) ini. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan dia akan mengatakan kepada mereka (umat manusia) segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Kitab Ulangan 18 : 18).

Fokus pertama pembicaraan kita kali ini adalah kata “SEPERTI ENGKAU (MUSA) INI”. Artinya Allah akan mengutus seorang nabi yang keadannya mirip seperti keadaan Nabi Musa as. Orang kristen mengklaim bahwa yang dimaksud oleh firman di atas adalah Yesus (Isa). Untuk membuktikan siapakah sebenarnya yang dimaksud oleh Allah pada ayat di atas, marilah kita kaji beberapa hal di bawah ini :

Sisi perbedaan antara Isa dengan Musa

1. Menurut orang kristen, Yesus adalah “tuhan” mereka tetapi Musa tidak dianggap tuhan oleh umatnya.

2. Menurut orang kristen, Yesus mati untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Tetapi Musa mati tidak untuk hal tersebut.

3. Menurut orang kristen, Yesus pergi ke neraka selama tiga hari, tetapi Musa tidak pernah melakukan hal tersebut.

Kesimpulan pertama yang dapat diambil dari fakta-fakta di atas mengatakan bahwa Isa tidak sama seperti Musa, berarti ramalam tersebut bukan tertuju pada Isa (Yesus).

Sisi kesamaan antara Muhammad dengan Musa

1. Musa mempunyai seorang ayah dan ibu, Muhammad juga mempunyai kedua orang tua sama seperti keadaan Musa, tetapi Yesus hanya mempunyai seorang ibu dan tidak mempunyai bapak. Ini bukti bahwa Yesus tidak sama dengan Musa.

2. Musa lahir secara normal, begitu juga Muhammad. Sedangkan Yesus dilahirkan dalam keadaan yang tidak seperti lazimnya manusia biasa. Orang kristen menganggap kelahiran Yesus adalah sesuatu yang ajaib (Matius 1: 18, dan Lukas 1 : 34 35, Al Qur'an Ali Imran : 47). Ayat-ayat di atas menunjukkan perbedaan kelahiran antara Isa dengan Musa.

3. Musa menikah, sebagaimana Muhammad juga menikah sehingga kedua nabi tersebut mempunyai anak dan keturunan. Tetapi Yesus tidak pernah menikah dalam sejarah hidupnya. Dalam beberapa hadis tentang dekatnya kiamat, diceritakan oleh Rasulullah bahwa kelak Isa akan turun ke bumi untuk mematahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menunaikan ibadah haji dan kelak ia (Isa) akan menikah untuk membantah perbuatan sebagian pemuka agama kristen yang tidak menikah.

4. Musa dan Muhammad dalam perjalanan penyebaran agamanya akhirnya diterima oleh kaumnya (walaupun sejak awal kehadiran mereka kaumnya telah membuat tekanan yang sangat dahsyat dengan cemoohan, pengusiran, bahkan usaha pembunuhan terhadap mereka), tetapi Isa tidak pernah diterima oleh kaumnya sendiri (Dia (Yesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak mau menerimanya. Yohanes 1 : 11), bahkan hingga hari ini umat Yahudi (setelah 4000 tahun lebih) secara keseluruhan menolaknya. Perlu diketahui bahwa nabi Isa diutus hanya untuk kaum bani israel saja (Yahudi).

5. Musa adalah Nabi, selain itu ia menjadi raja pula, dimana ia berkuasa untuk memberikan hukuman kepada umatnya, misalnya berupa hukumam mati bagi mereka yang tidak melakukan peribadatan pada hari sabbat (Bilangan 15 : 36). Begitu juga keberadaan Muhammad, selain sebagai nabi ia juga sebagai pemimpin umat, dimana Rasulullah berhak untuk memberikan hukuman kepada umatnya dengan berdasarkan pada titah-titah Alloh (seperti hukum qishosh bagi si pembunuh dan rajam bagi pezina yang telah menikah) Sedangkan Yesus tidak memiliki kedudukan sebagai raja, tapi Yesus hanya berkedudukan sebagai utusan Allah saja (Yohanes 18 : 36)

6. Musa, pada awal kehadirannya diutus oleh Alloh untuk membawa hukum baru yang berlainan dengan hukum yang dibawa oleh rasul sebelumnya (10 perintah Alloh dan hukum lain yang lebih luas). Hal tersebut terjadi juga pada Rasulullah (Muhammad). Sedangkan Yesus tidak demikian, ia diutus hanya untuk meneruskan ajaran Musa dan hanya untuk bani israel saja (Yahudi). Berikut ini kami ambil kutipannya “janganlah kamu (orang-orang Yahudi atau bani israel) menyangka bahwa aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum taurot atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya (meneruskannya). Karena aku berkata kepadamu, ‘sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan hukum dari taurat sebelum semuanya terjadi’. (lihat dengan seksama Matius 5 : 17 - 18)

7. Kematian Musa adalah merupakan suatu hal yang dijalani secara wajar oleh (hampir) setiap manusia sebagai individu, hal ini terjadi pula pada Rasulullah (Muhammad). Tetapi menurut klaim umat kristen, Yesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. Ini merupakan bukti bahwa Muhammad sama dengan Musa.

8. Musa dan Muhammad telah wafat dengan kondisi fisik terbujur kaku dalam kubur-kubur mereka. Tetapi umat kristen menganggap bahwa Yesus beristirahat di surga.

Kesimpulan kedua yang dapat diambil dari bukti-bukti di atas juga merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dibantah bahwa Muhammad-lah Nabi yang telah disebutkan oleh Allah dalam kitab injil bukannya Yesus (Isa).

Pertanyaannya sekarang adalah “Bagaimana mungkin dua milyar umat kristen di muka bumi ini meyakini bahwa nabi yang diramalkan dalam kitab suci mereka adalah Yesus ..?. Lalu siapakah orang yang paling bertanggung jawab atas distorsi (penyelewengan) akidah ini…?, siapakah orang yang paling berperan dalam menafsirkan Kitab Ulangan 18 : 18 tersebut sehingga umat kristen tidak mengakui keberadaan Muhammad sebagai “Nabi yang akan dibangkitkan oleh Allah” dalam kitab suci mereka yang keadaannya seperti Musa…?”

Siapakah orang yang pertama kali memperkenalkan nama YESUS..?, siapakah Yesus..? dari mana terjemahan kata Yesus muncul dari sebuah kitab suci sebelumnya yang asli, apakah dia tuhan atau manusia..? kalau memang benar Yesus itu tuhan, mengapa tuhan dilahirkan oleh seorang manusia seperti Maryam (matius 2:11), mengapa tuhan sampai disalib oleh segelintir umat manusia..? (Matius 27:35), mengapa tuhan begitu lemah..? mengapa tuhan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri..? bagaimana mungkin tuhan bisa mati..? mengapa tuhan mempunyai garis keturunan (Matius 1:1), bagaimana mungkin tuhan dibaptis oleh Yohanes (Matius 3:13), mengapa tuhan digoda oleh iblis (Matius 4:1), bagaimana mungkin tuhan mempunyai ibu (maryam) dan beberapa saudara laki-laki (Matius 13:55), mengapa tuhan diludahi mukanya, ditinju dan dipukuli (Matius 26:67), mengapa tuhan tidak tahu kapan kiamat terjadi (Markus 13:32), mengapa tuhan pernah berusia 12 tahun (Lukas 2:42), mengapa tuhan melarikan diri pada saat akan dibunuh oleh Herodes ((Lukas 13:31), mengapa tuhan sampai ditikam dengan tombak hingga daranya mengalir (Yohanes 19:34) dan masih ada 1001 pertanyaan lain tentang keberadaan Yesus yang diklaim oleh umat kristen sebagai tuhan mereka. Semua ayat-ayat di atas merupakan sifat-sifat manusia, bukan sifat-sifat tuhan, tapi mengapa mereka tidak berfikir..?

Jika seorang muslim membantah akidah umat kristen menggunakan Al Qur'an, pasti mereka tidak akan mendengarkannya karena Al Qur'an dan injil mempunyai banyak pertentangan dalam hal ketuhanan dan akidah dan itu bukan hal yang aneh, tetapi jika membantahnya dengan kitab suci mereka sendiri itulah jarang sekali terjadi. Dengan cara seperti ini biarkan umat kristen mencari kebenaran dalam kitab sucinya sendiri..!

Salah satu tujuan penting dari artikel ini adalah untuk mengingatkan umat Islam agar jangan terhasut oleh tipu daya mereka sehingga melepaskan akidah Islamnya, karena hingga hari ini kristenisasi di Indonesia bahkan di dunia semakin hebat. Kalau mereka berani meng-kafir-kan umat Islam, mengapa umat Islam tidak berani mengingatkan saudaranya sendiri dari perbuatan mereka..?, maka barang siapa yang murtad (keluar dari Islam dengan memilih agama kristen) sesungguhnya ia telah memilih sesuatu agama yang tidak rasional…!, agama buatan manusia. Ingatlah firman Alloh “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka... “ (QS Al Baqoroh : 120). “Sebahagian besar Ahli Kitab (dari yahudi dan nasrani) menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu (umat Islam) kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran…” (QS Al Baqoroh : 109). Ayat ini merupakan peringatan penting dari Alloh agar umat Islam berhati-hati terhadap mereka yang berusaha memurtadkan kita dari Islam.

Berdasarkan data statistik, di dunia ini terdapat sekitar dua milyar umat kristen. Sayangnya hanya sebagian kecil saja diantara mereka yang mau mengkaji secara seksama dan jujur terhadap kitab sucinya (sebagian besar diantara mereka cenderung ikut-ikutan saja tanpa dasar ilmu, karena pihak gereja melakukannya dengan doktrin “mengerti atau tidak mengerti harus diterima” terlebih masalah Trinitas). Dilihat dari sudut historis ternyata sangat mencengangkan bahwa di dalam kitab injil yang ada sekarang telah terjadi beberapa perubahan karena hasil terjemahan dari bahasa aslinya nabi Isa yaitu bahasa Aramea (terjemahan tersebut didasari atas hawa nafsu dan kedengkian kepada Islam yang nabinya diutus bukan dari kaum bani israil) dimana sebagiannya dihilangkan, diubah, ditambah dan dimodifikasi sesuai selera mereka. Sebagai contoh : Nabi Isa mengajarkan bahwa umat nasrani yang mati harus dikafani, tetapi berdasarkan ajaran Paulus yang mati harus mengenakan gaun pengantin, nabi Isa mengatakan daging babi haram, tetapi berdasarkan ajaran Paulus daging babi hutan haram, Nabi Isa mengajarkan bahwa ibadah mereka hari sabtu, tapi berdasarkan ajaran Paulus, umat kristen ibadah pada hari minggu dan masih banyak lagi kekeliruan yang lainnya (insya Alloh akan kami sebutkan pada artikel berikutnya). Lalu siapakah sebenarnya Paulus itu …?

Katahuilah bahwa umat kristen di Indonesia baru diperbolehkan membaca injil mulai tahun 1980. Hal itu disebabkan karena dalam kitab tersebut terdapat banyak hal yang rancu, pertentangan antara satu ayat dengan ayat lain, penerjemahan yang tidak konsisten antara injil versi yang satu dengan injil versi lainnya.

Daftar Pustaka

1. Ahmed Deedat. 1999. The Choice, Dialog Islam Kristen, Pustaka Al Kautsar. Jakarta

2. Departemen Agama RI. 1989. Al-Qur’an Dan Terjemahannya. Depag RI. Jakarta

3. Dr. Muhammad Ali al Khuli. 2004. Kebenaran hakiki Ajaran Yesus. Pustaka Da’i. Jakarta

4. Hindun Al Mubarak. 2005. Langit Merah Di Atas Salib. Imanuel Press. Jakarta

5. Irena Handono, Et Al. 2004. Islam Dihujat – Menjawab Buku The Islamic Invasion (Karya Robert Morey). Bima Rodheta. Kudus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar