Jumat, 06 Maret 2009

“ Perampas yang Merasa Berhak “

“ Israel Laknat dan Sekutunya Perampas yang Merasa Berhak “

Abu Hanifah Muhammad Faishal albantani al-Jawy


COMES: Ketika ratusan rudal satu demi satu pecah di jalanan Beirut, dan ratusan bocah di Tyre hangus terpanggang bom curah, diam-diam sebuah skenario busuk tengah digelar. Sementara agresi berlangsung, diam-diam, atas dukungan penuh rezim Tel Aviv, warga Yahudi Amerika dan Eropa pindah ke Israel.

Bukan sekadar pindah. Ini eksodus. Simaklah pengalaman wartawan media yang berpusat di New Jersey, AS, Religion News Service, Jeff Diamant. Diamant mencatat, sejak berlangsungnya agresi militer Israel ke Lebanon selatan, 12 Juli lalu, setidaknya dalam satu hari 220 orang Yahudi terbang ke Israel. Tiket mereka rata-rata sekali jalan.

Umumnya mereka terbang dari Bandara John F Kennedy, New York, dengan maskapai penerbangan Israel, El-Al. Di bandara itulah, gampang terlihat beberapa keluarga Yahudi Amerika menunggu giliran untuk diterbangkan ke ''Tanah yang Dijanjikan'' itu. Benar-benar dijanjikan. Oleh pemerintah Israel, yang menarik mereka sekuat cara untuk datang, tentu.

Dengarlah pengakuan Ken Sheff, seorang Yahudi asal Passaic, New Jersey, yang saat ditemui Diamant, tengah menunggu waktu terbang bersama istri dan lima anaknya. Menurut Sheff, keluarganya rela meninggalkan tanah Amerika dan bersiap menetap di Israel. ''Pemerintah Israel menjanjikan kami tanah untuk bermukim di dekat Yerusalem,'' kata Shef.

Sheff mengatakan, keluarganya senang ketika ditawari pemerintah Israel untuk tinggal. Lengkap dengan janji untuk memperoleh sebidang tanah untuk menetap. ''Saya senang, karena selama ini kami merasa menjadi bagian dari Israel,'' ujar Sheff.

Alasan yang tidak kurang 'patriotik' juga dikemukakan seorang imigran lain, Jerrold Rappaport. Penganut Yahudi ortodoks itu bahkan mengaku mendamba hal itu sejak lama. ''Keputusan saya pindah ke Israel bukan kaena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik,'' kata Rappaport. Ia percaya, Tuhan bangsa Israel menghendaki dirinya tinggal di Tanah Kanaan itu, dan membantu sesama Yahudi lain yang telah tingal lebih dulu.

Tidakkah mereka tahu, sebagian tanah-tanah yang dijanjikan itu, bisa jadi adalah tanah tempat berdirinya rumah-umah yang kini tengah dihancurkan pemerintah Zionis Israel? Tampaknya para imigran itu lebih condong pada tak perduli, dibanding tidak mengetahui.

Migrasi seperti itu tampaknya tidak pernah lepas dari sejarah Israel. Sejak merampas sebagian besar tanah bangsa Palestina pada tahun 1948 dan menjadikannya negara Israel, migrasi besar-besaran seolah tak pernah berhenti. Tahun ini saja, diperkirakan tak kurang dari 24.500 penduduk Yahudi asal berbagai negara, akan datang dan menetap di 'wilayah Israel'.

Dari AS saja, berdasarkan catatan Nefesh b'Nefesh, sebuah lembaga yang mengorganisasi keberangkatan ara Yahudi Amerika ke Israel, setidaknya hingga akhir tahun mereka menargetkan 10.500 orang bisa berangkat ke Israel. Sebelumnya, pada dasa warsa lau, 1990, tidak kurang dari 200 ribu warga Yahudi Soviet -- Rusia saat ini -- datang dan menetap di Israel.

Amerika memang tercatat sebagai negara yang memiliki warga penyokong Israel terbanyak. Lihat saja apa yang terjadi akhir pekan lalu di Washington, DC. Tidak kurang dari 3.000 ribu jamaah yang menamakan diri Pro Israel Evangelical Christian, datang menyemut menyimak khutbah para pendeta mereka yang rata-rata mendukung pendirian negara Israel, bahkan Zionisme. Saat itu, setelah mendatangi Capitol Hill, tempat lembaga yang mayoritas anggotanya mendukung mereka, Senat, para pendukung Israel itu menyatakan dukungan mereka akan segala tindakan Israel. Bagaimana sikap mereka atas serangan terhadap Lebanon? Juga kekejian itu?

Diantara para pengkhutbah itu terdapat John C. Hagee, seorang pastor asal San Antonio, Texas, yang memiliki pendukung fanatik tak kurang dari 18 ribu jemaat. Alih-alih mempersoalkan serangan Israel yang membunuhi kanak-kanak Lebanon, Hagee bahkan menuding Presiden Iran, Ahmadinajed. ''Kini muncul seorang Hitler baru di Iran,'' kata Hagee. Sebagaimana bukunya Jerusalem Countdown, pidatonya juga berisikan kebencian. ''Satu-satunya cara untuk menyetop dirinya, tak lain dengan segera menggunakan serangan militer ke Iran,'' kata Hagee, disambut gemuruh tepuk tangan pendukungnya.

Untuk mempertegas dukungannya pada Israel, Hagee bahkan menjanjikan membawa ''jutaan pemuda Kristen''. ''Karena musuh Israel adalah musuh kami juga,'' kata Hagee, keras. Wajar bila Hagee mengumandangkan kebencian seperti itu. Kepada harian San Antonio Express yang mewawancarainya sebelum pertemuan tersebut, Hagee mengaku dirinya sepenuhnya seorang Zionis.

Kecintaan akan Israel, bahkan membuat sang pendeta setidaknya telah 23 kali pulang pergi untuk memberikan bantuan kepada Israel. Tahun lalu, kepada publik Hagee mengaku menyumbang setidaknya 12 juta dolar AS untuk kepentingan Israel.

Sikap seperti itulah yang membuat kolumnis terkemuka Paul Craig Roberts mengkritik kalangan seperti Hagee. ''Kapankah Yesus pernah mengatakan, teruslah serang, dan bunuhlah tetanggamu hingga kamu dapat mengambil tanah mereka?'' tulis Roberts, mantan wakil menkeu di zaman Reagan itu. Sayang sekali, pikiran sehat pada saat tertentu kadang hanya bergaung membentur tembok. Hingga kini, di tengah jatuhnya warga Lebanon dan Palestina, ada kalangan yang berharap jatah tanah yang dijanjikan itu akan datang pada meeka. (rol, 12/08/06)

Selama Sebulan Israel Bantai 122 Warga dan Lukai 559 Lainya

COMES-Berdasarkan data dari departemen kesehatan Palestina terungkap, selama bulan kemarin Nopember 2006, jumlah syuhada yang dibantai serdadu Israel mencapai 122 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 559 orang. Jumlah ini mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Data yang disebarkan pusat informasi kesehatan di Departemen Kesehatan Palestina menunjukan sebanyak 105 syuhada berasal dari Jalur Gaza atau sekitar 86,1 % dari keseluruhan korban. Sementara dari Tepi Barat berjumlah 17 warga.

Adapun yang terluka dari wilayah Jalur Gaza mencapai 399 atau 71,4 % dari jumlah keseluruhan. Sementara dari Tepi Barat berjumlah 160 warga.

Menurut laporan ini, jumlah syuhada dari kalangan anak-anak mencapai 31 orang atau 25,3 % dari jumlah syuhada keseluruhan, semunya dari Jalur Gaza. Adapun yang terluka dari kalangan anak-anak mencapai 129 orang. Semuanya berumur kurang dari 18 tahun.

Berdasarkan pemantauan tim kesehatan Palestina, dalam aksinya Israel tak segan-segan menggunakan senjata yang secara hukum dilarang. Seperti penggunaan zat kimia dan bahan-bahan peledak yang mematikan korban.

Menurut laporan ini sebanyak 24 syuhada tiba di rumah sakit dalam keadaan terpotong-potong bagian tubuhnya atau hancur sama sekali. Korban seperti ini kebanyakan ditemukan di Jalur Gaza.

Selama bulan kemarin wilayah Gaza dihujani peluru dan roket serdadu Israel. Gaza diserang dari berbagai penjuru terutama yang berada di bagian utaranya, seperti Bet Hanon, Distrik Beth Lahia dan Jabalia. Mereka namakan seranganya ini dengan “Mendung di musim Semi”.

Serangan secara besar-besaran yang dilakukan pasukan darat dan udara Israel dimulai sejak hari Rabu tanggal 1 Nopember 2006.

Yang paling sadis adalah pembantaian terhadap warga pada hari Rabu tanggal 8 Nopember, ketika pasukan infantry Israel yang didukung dengan tank-tank super canggihnya menghujani utara Gaza dan menewaskan sedikitnya 18 warga dan melukai 42 orang lainya.

Perlu diingat, sebanyak 40 % lebih korban syuhada terdiri dari anak-anak yang usianya belum sampai 18 tahun. Korban paling banyak adalah yang berasal dari keluarga Ustmaniyah yaitu sebanyak 17 orang dan 27 lainya terluka parah. (pi/asy)

Israel Bangun Sinagog di Masjid Al-Aqsha

COMES-Yayasan kemakmuran Al-Aqsha sangat khawatir menyusul semakin meningkatnya suara tuntutan dari kelompok-kelompok yahudi radikal yang meminta pemerintahnya membangun sinagog yahudi di dalam wilayah Masjid Al-Aqsha Al-Quds terjajah.

Dalam surat pernyataanya, lembaga kemakmuran Al-Aqsha menyebutkan, biasanya sebelum praktek diawali dengan pernyataan ataupun rencana terlebih dahulu. Ada yang bersipat rahasia ada yang terang-terangan. Kemudian Israel beralih dari sekedar kata-kata kepada pekerjaan nyata. Berulang kali mereka mengungkapkan ajakan serta rencananya membangun sinagog yahudi di dalam areal Masjid Al-Aqsha. Satu peringatan yang sangat berbahaya bagi eksitensi al-Aqsha saat sekarang atau di masa akan datang.

Lembaga Al-Aqsha menambahkan keteranganya, berdasarkan pemberitaan dari harian Israel "Haaretz" yang menyebutkan tentang rencana dan ajakan sejumlah partai politik dan organisasi keagamaan untuk segera membangun sinagog di dalam areal Masjid.

Lembaga Al-Aqsha meyakini, bahwa launching waktunya tidak lama lagi, bersamaan dengan makin tingginya suara tuntutan untuk segera mengevakuasi atau eksodus warga Israel ke wilayah Al-Quds. Disamping tekanan-tekanan politik dan diskrimasi agama terhadap warga Palestina. Tujuan mereka satu yaitu membangun Haikal ketiga yang mereka klaim berada di bawah Masjid Al-Aqsha.

Kami mengingatkan dengan sangat, atas fakta dan laporan dari Israel ini. Mereka telah bersepakat untuk membangun Haikal yang ketiga. Peta rencana mereka hamper sama dengan rencana yang lalu, ketika terjadi peristiwa berdarah (intifadhah al-Aqsha) yang sampai saat ini tidak jelas pertanggung jawabanya.

Masjid Al-Aqsha yang seluruhnya seluas 144 hektar, berikut pelataran, pagar rumput-rumputan dan pepohonannya adalah milik kaum muslimin. Tidak seorang pun diluar kaum muslimin berhak walau hanya setitik debu atau sejengkal tanah al-Quds.

Lembaga Al-Aqsha menjelaskan, masalah Al-Aqsha dan Al-Quds bukan hanya masalah bangsa Palestina saja, namun juga masalah bangsa Arab dan kaum muslimin. Sedikit saja menodai Masjid Al-Aqsha (semoga Allah tidak menaqdirkanya) akan mengundang seluruh bangsa Arab dan Islam, berikut semua lambaga social dunia. Mereka akan bekerjasama menghalangi penodaan ini. Oleh karena itu, hati-hati jangan sekali-kali berpikir untuk menodai kiblat pertama ummat Islam, masjid yang pertama dibuat dan al-haram ketiga dalam syari’at agama. (pi/asy)

Daftar Produk AS, Israel & Sekutunya yang Diboikot Oleh Para Ulama-Ulama

Ingat Saudaraku apakah kita masih suka Produk Kafir seperti dibawah ini

Restoran:


1. KFC

2. Arbys

3. McDonalds

4. McBurger

5. Pizza Hut

6. Chilies

7. Hardees

8. Paridies

9. Pizza Little Sitzer

10. Jack in the Box

11. A&W

12. Kantez

13. Baskin Robbins

14. Wimpy

15. Dominos Pizza

16. Texas

17. Slizer


Produsen Makanan & Minuman AS:

Minuman:

1. Pepsi dan anak perusahaannya: Mirinda dan 7up

2. Coca-Cola dan anak perusahannya (Anda kalau membaca tulisan Coca-cola dari belakang botol, akan tertulis: no Muhammad, no Mecca): Sprite dan Fanta

3. Produk Hanes and Crystal: Mayonnaise, Kecap

4. California Garden and Warner & Lambert

5. T-Shirt, Sepatu: Semua baju dan sepatu merk Nike (pernah tertulis kata "Allah" dalam sebuah produknya), Adidas, Kate dan Calvin Klein

6. Peralatan Listrik : Power, Union Air, Clifinitour , Admiral, Harmony, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel.

7. Baterei: Everydy, Energizer dan Doorsill

8. Mobil: Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet, Puck, Ferari, Jaguar

9. Dan Semua produk General Electric

Perusahaan-Perusahaan AS yang mendanai Zionisme Internasional:


1. A & M FOODS

2. A & W BRANDS

3. CAMACHO, INC .

4. ZEREGA'S SONS

5. PANZA & SONS

6. A.E. STALEY MANUFACTURING COMPANY

7. A.J. ALTMAN

8. A.L. BAZZINI CO

9. A ARHUS, INC

10. ABBA AB BEIJER COMPANY

11. ABCO LABORATORIES

12. ABEL & SCHAFER

13. ABELES & HEYMANN

14. ABRAHAM'S NATURAL FOOD

15. ACCRU PAC GROUP

16. ACE BAKING CO .

17. ACIME SMOKED FISH CORP

18. ADAMS VEG. OILS

19. ADAM MILLING

20. ADRIENNE'S GOURMET FOODS

21. ADVANCED SPICE & TRADING

22. AG PROCESSING

23. AGRO FOODS

24. AIR PRODUCTS & CHEMICALS,INC

25. AJINOMOTO, U.S.A

26. AK PHARMA, INC

27. AKZO & PACIFIC OLEOCHEMICALS

28. ALBERTO

29. CULVER COMPANY

30. ALBRIGHT & WILSON CO .

31. ALCAN FOIL PRODUCTS

32. ALEX FRIES & BROS .

33. ALGOOD FOOD COMPANY

34. ALL STAR FOODS

35. ALLE PROCESSING

36. LLEN FOOD PRODUCTS

37. ALLFRESH FOOD PRODUCTS

38. ALLIED CUSTOM GYPSUM COMPANY

39. ALLIED FOOD DISTRIBUTORS

40. ALLTECH

41. ALEO FARMS

42. ALTA DENA

43. ALUMAX FOIL


Bahan-bahan Kimia dan pembersih:

1. PT. Procter and Gamble (memproduksi: Oloiez, Pampers, Ferry, Downy, Ariel, Tide, Head and Shoulder, Pantene, Camay, Zeset, Mack Factor, Carmen)

2. PT. Johnson & Johnson (memproduksi: Shower to Shower, Cream Johnson…)

3. Nectar

4. Avon

5. Revlon

6. Gardena

7. Pasta gigi Corset

8. Alat Tulis: Bulpen merk Shiver, Parker dan Hear

9. Bank Amerika: Bank America International, American Express, Bank of America, Bank of New York

10. Lain-lain: Rokok AS seperti: Marlboro, Kant, Janstown, Lark, Merit, Gold Cost, Carlton, LM, More.

Para ulama' tersebut adalah:

1. Syaikh Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Ulama dan Cendekiawan Muslim kondang di seluruh dunia. Kini tinggal di Doha, Qatar.

2. Syaikh DR. Salman bin Fahd Al Audah, ulama' kharismatik dari Arab Saudi

3. Syaikh Muhammad Saed Ramadhan al Buthi, ulama' kharismatik tinggal di Suriah

4. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin, ulama' Arab Saudi dan anggota Persatuan Ulama Besar Arab Saudi

5. Syaikh DR. Hammam Saed dan Syaikh DR. Muhammad Abu Faris, Intelektual Muslim tinggal Amman, Yordania.

6. Syaikh Faishal Maulawi, ulama' kharismatik tinggal di Mesir

7. Syaikh DR. Naser Farid Wasil, Mufti Mesir

8. Fatwa Majelis Ulama Sudan

9. Fatwa Majelis Ulama Palestina

Sumber: al Markaz al Filistini lil I'lam (PIC)

Catatan :

Produk-produk inilah yang sebagian besar labanya digunakan untuk membeli senjata oleh zionis yahudi israel untuk membantai warga palestina dan libanon, bahkan tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti kita akan diperlakukan sama seperti palestina dan libanon.

Tidak dilarang untuk diperbanyak dan disebarkan kepada yang lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar