Jumat, 06 Maret 2009

“ Mother Day Celebration “

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Segala Puji serta Syukur hanya milik Alloh Azza wa Jalla Rabb semesta alam, Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu’Alaihi wa Sallam, Shahabat, Keluarganya dan orang-orang yang tetap mengikuti milahnya sampai akhir zaman

“ Ya Alloh ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil “.

Sebuah untaian Do’a yang sangat indah yang selalu kita panjatkan seusai sholat. Sungguh Ibu tidak akan pernah terbalaskan jasa-jasa, pengorbanan, penderitaan, keluh kesahnya, selama 9 bulan, badan sakit dan sulit untuk beraktivitas kesana-kemari, itu semua dilakukan semata-mata untuk kita seorang (Anaknya)…

Sayangilah Ibu kita, karena beliau telah mengandung kita selama 9 bulan dalam keadaan yang susah payah dan menyusui kita selama 2 tahun, pengorbanan yang beliau lakukan, tidak akan pernah menuntut apapun. Rasa sakit dan penderitaannya terasa hilang dalam hitungan detik, ketika tangisan kita hadir diantara mereka. Penderitaan seorang Ibu pun hilang ketika tersenyum manis melihat tubuh kita yang di peluk erat olehnya…

Manusia termulia, tauladan terbaik Rosululloh Shollallahu’ Alaihi Wa Sallam adalah sosok yang sangat mencintai anak-anaknya dan seorang Ibu (Ummi). Bahkan seorang bertanya kepada Rosululloh, “ Siapa yang lebih kita cintai Ya Rosul? “ Rosululloh menjawab: Ibu, sampai ketiga kalianya Rosululloh menjawab ibu dan selanjutnya Ayah…

Seorang Ibu adalah Madrasah (Sekolah) pertama bagi putra-putrinya kelak, Beliaulah yang mengajarkan kita berjalan, berbicara dan tersenyum. Kawan, walaupun harta kita menggunung tinggi dan melangit luas tidak akan pernah terbalaskan jasa-jasanya.

Ketika kita beranjak dewasa, bibir yang dulu berbicara tentang kebaikan, kini menjadi boomerang bagi ibu kita sendiri, membetaknya dan mencacinya (Naudzubillah). Kaki yang dulu tertatih berjalan sejengkal demi sejengkal mengejar Ibu kita kini menjadi kaki yang sering berjalan pada keburukan, dan senyum yang dulu manis terukir hanya untuk Ibu seorang kini menjadi senyuman yang sinis dan tajam ketika apa-apa yang kita inginkan tidak terpenuhi. Apakah itu balasan selama ini kepada mereka “ AIR SUSU DI BALAS AIR TUBA “ ?. Kepada sesorang yang telah memberikan kasih sayang yang sempurna kepada kita???.

“ Dan Alloh mengeluarkan dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur “.

Sungguh kawan tidak ada yang lebih mereka ingini selain bhakti kita untuknya:

1. MenDo’akanya.

2. Selalu memuliakanya dimanapun dan kapanpun.

3. Selalu menjaga nama baiknya.

4. Bersikap lemah lembut.

5. Tidak membeda-bedakan orang tua kita dengan orang tua yang lain.

6. Tidak berkata kasar dan.

7. Selalu memuliakan sanak saudaranya.

8. Senatiasa selalu menjaga dan menyayanginya.

Sekian. Barakallohu’ Fiik, Semoga tulisan ini bermanfaat. Wa’akhiru Dakwathuna. Subhanakallohumma’ Wabihamdikaa’ Ashadu’alaa ‘illaa Anta Astaqfiruka Wa’athubuhu ‘Ilaika. Nun Wal Qolami Wamaa’ Yasthurun. Wallohu’ Ta’ala A’lam bish Showab.

Dan segala puji bagi Alloh Robb semesta alam dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam dan keluarganya dan para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.

Dibuat Oleh: Al-Akh Yadi Setiadi Mahasiswa FAPERTA Jurusan Sosektan Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten Angkatan Tahun 2006 Sem.3 NIM. 061099.

Dikoreksi Oleh; Ustadz Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani al-Jawy bin Shalih Abu Ramadhan (Serang-Banten).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar