Jumat, 06 Maret 2009

“ Meretas Kesesatan dengan Figuritas ”

“ Meretas Kesesatan dengan Figuritas ”

di buat Oleh:

Abu Hanifah Muhammad Faishal al-Bantani al-Jawy.

Abu Hafshin at-Teghaly al-Jawy.

Abu al-Wafa’ bin ‘Aqil Rahimahulloh Ta’ala Ajmain, berkata: “ Inilah nasihatku, (kepada ahli kalam dan kaum Sufiyah serta orang-orang yang sejalan dengannya) berdasarkan ilmu dan pengalaman hidup (setelah lama menggeluti ilmu kalam dan tasawuf): berhati-hatilah terhadap Syaikh/Ulama (Kyai, Ustadz ataupun Guru) yang menyeru kepada figuritas pribadinya, sedangkan dia tidak memiliki sumber dalil yang menjadi sandarannya atau tidak memiliki silsilah guru yang tidak bersambung kepada Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam kemudian beliau menuturkan lebih lanjut: “ Tsiqoh (terlalu bergantung dan percaya) kepada orang ialah sebuah kesesatan, sedangkan Rukun (cenderung) kepada berbagai pendapat ialah sebuah perbuatan kebid’ahan”. (diambil dari Kitab, Dar’u Ta’arudh al-‘Aql wa an-Naql Hal.8 No.67).

Adapun Al-Imam Malik bin Anas Radhiyallahu Ta’ala Anhum berkata: “ Tidak ada seorangpun setelah Nabi Shalallahu’ Alaihi wa Sallam, kecuali dipastikan bahwa pendapatnya dapat dijadikan pegangan ataupun ditolak, karena yang mutlak di terima hanyalah pendapat Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam”. Al-Allamah al-Faqih Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah Rahimahulloh Ta’ala Ajmain berkata: “ Seseorang yang mulia karena otoritas keilmuan dan agamanya bisa jadi berijtihad (ketetapan) dengan persangkaan atau hawa nafsunya yang terselubung, maka pada saat itu dia tidak layak untuk di ikuti, walaupun dia ialah seseorang wali Alloh Tabarokta wa Ta’ala yang bertakwa sekalipun”. (diambil dari Kitab Minhajus-sunnah an-Nabawiyyah Hal.4 No.43).

Fanatisme Hijbi (partai) atau sebuah Firqoh (golongan).

“ Apabila kalian melihat seseorang yang merasa mulia dengan kemuliaan jahiliyah, maka suruhlah dia untuk menggigit, kemaluan bapaknya”. (Hadist dengan sanad Hasan Shahih Riwayat Al-Imam Ahmad). Dan telah datang hadist dari Shahabat Jundub pada Riwayat Muslim dan Nasa’i bahwa Nabi Shalallahu’ Alaihi wa Sallam”, bersabda: “ Barangsiapa yang terbunuh dibawah bendera kesombongan, membela rasa fanatik dan benci karena fanatik, maka terbunuhnya ialah jahiliyah”. Di sebutkan didalam shahih Bukhari dan lainnya dari hadist Ibnu’ Abbas bahwa Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam” bersabda: “ Orang yang paling dibenci Alloh ada tiga (Diantara mereka ialah), seseorang yang mencari Sunnah jahiliyah di dalam islam’, sungguh Alloh Azza wa Jalla telah mencukupkan kita dengan islam, maka Barangsiapa memiliki keberanian dan kekuatan, belalah agama Alloh Azza wa Jalla, dan partai-partai ini datang dan memberikan label syar’i bagi orang yang fanatik, sehingga orang-orangpun bertambah fanatik sebagian terhadap sebagian yang lain”. Maka sesungguhnya sebuah partai itu membawa kesesatan karena Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “ barang siapa yang mengikuti suatu kaum maka dia seperti golongannya”. (Hadist Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan Sanad Shahih). Serta beliau Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda pula:

“ Sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah perkataan Alloh, dan sebaik petunjuk ialah petunjuk Muhammad Shalallahu’ Alaihi wa Sallam, sejelek-jelek perkataan ialah yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan ialah kebid’ahan, dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu tempatnya di Naar/Neraka (Jahanam). (Hadist Riwayat Muslim dengan Sanad Shahih). kami ingin tegaskan kepada saudaraku Muslim janganlah engkau terbedaya dengan belenggu Partai atau golongan yang telah menyimpang dari ajaran Syar’i (agama), maka kembalilah kalian kepada ajaran para Salaful Ummah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yakni generasi terbaik pertama dari umat islam ini, yang terdiri dari para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan para imam pembawa petunjuk pada tiga kurun (generasi/masa), pertama yang dimuliakan Alloh Azza wa Jalla, sebagaimana Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “ Sebaik-baik manusia ialah pada masaku ini (yaitu masa para shahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya”. (Hadist Muttafaqun’ alaih, yakni Bukhari dan Muslim dengan sanad Shahih dari Shahabat Ibnu Mas’ud’). Maka wahai saudaraku siapa yang ingin mengikuti langkah jejak mereka yakni para Salaful Ummah Ahlu Sunnah wal Jama’ah yang mana mereka akan mendapatkan suatu ath-Thaifah al-Manshurah (golongan yang mendapatkan pertolongan Alloh) serta al-Firqotun Najiyyah (golongan yang selamat), hingga kiamat kelak serta selain dari ajaran mereka akan bertempatnya di neraka yang penuh kenistaan yang dahsyat.

Sekian, Barokallohu’ Fiikum. Semoga Alloh menuntun kita semua untuk berlomba-lomba dalam mengikuti langkah para Rasul-rasulNya serta para salafush shalih agar selamat dunia dan akhirat, dan shalawat serta salam kita haturkan kepada Rasulullah Shalallahu’ Alaihi wa Sallam, keluarganya, shahabatnya, para imam dan pengikut setia dalam membela ajaran islam yang murni dan tidak merubahnya sedikitpun.

Disebarluaskan oleh:

Markaz Dakwah Islamiyyah Yayasan Islam Al-Qolam, Bekasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar