Sabtu, 07 Maret 2009

Menyerupai Orang Kafir

من تشبه بقوم فهو منهم. رواه أبو دود

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia seperti mereka

ليس منا من تشبه بقوم غيرنا. رواه الترمذي

Bukan golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami

Secara dhahir dua hadits di atas merupakan pengkafiran orang yang menyerupai kaum kafir. Namun, kata-kata فهو منهم dan ليس منا merupakan termasuk lafaz yang محتمل الدلالة على الكفر. Artinya, ada kemungkinan lafadz ini bermakna selain dhahirnya (kekufuran). Dari sini harus diperhatikan adakah nash-nash lain yang memalingkan makna lafadz di atas dari makna dhahirnya kepada makna lainnya?

Tradisi Agamis

Dari nash-nash lain, ulama’ memerinci tentang hal-hal yang diserupai. Bila suatu yang diserupai itu merupakan hal-hal yang merupakan kekhususan ajaran agama selain Islam, seperti perayaan Hari Natal, memakai salib, maka pelakunya dihukumi kafir. Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawanya memberikan beberapa contoh perbuatan-perbuatan yang merupakan kekhususan ajaran-ajaran agama selain Islam, tapi ternyata juga dilakukan sebagian kaum muslimin.

Abdul Qodir dalam Al-Jami’ Fi Thalabil ‘Ilmis Syarif menukilkan adanya sekelompok ulama’ yang mengkafirkan orang yang memakai zinar –sabuk yang dikhususkan untuk orang kafir zhimmi, sebagai tanda bahwa mereka bukan orang Islam-. Ada juga yang mengkafirkan orang yang memakai kopyah yang hanya khusus dipakai orang majusi! Hal tersebut dibangun di atas kesepakan bahwa menyerupai orang kafir dalam perbuatan atau perkataaan yang merupakan kekhususan mereka, adalah kekafiran.

Tradisi Duniawi

Jika sesuatu yang diserupai itu adalah hal-hal yang bukan kekhususan agama mereka, melainkan hanya sekedar kebiasaan muamalah (duniawi) yang mereka lakukan, dalam artian kalau mereka tidak melakukannya hukum asalnya adalah mubah, maka menurut dhahir hadits-hadits berikut hukumnya haram. Rasulullah sas. ketika melihat orang Yahudi terbiasa tidak menyemir rambut mereka dan tidak memakai celana, beliau memerintahkan umat-nya untuk menyelisihi kebiasaan mereka tersebut:

حديث

Contoh perbuatan-perbuatan sejenis masa kini adalah memakai celana levis , memakai jas, merayakan ulang tahun. Yang terakhir disebutkan ini –merayakan ulang tahun- sebenarnya lebih pantas tidak dimasukkan jenis ini, sebab andaikata bukan tradisi orang Yahudi, kaum muslimin tetap tidak baik melakukannya. Sebab, perbuatan itu termasuk kesia-siaan. Bahkan merayakan ulang tahun termasuk jenis berikut ini bila ada faktor-faktor yang menyebabkan perbuatan ini termasuk kemaksiatan.

Tradisi Kemaksiatan

Bagaimana dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang sudah menjadi tradisi kaum kafir, seperti pornografi, seks bebas, pakaian ketat,dsb? Bagaimana hukum orang yang melakukannya karena ingin menyerupai dan mengikuti tradisi mereka? Tidak diragukan lain, kemaksitan itu sendiri hukumnya haram. Bila hal itu dilakukan dengan maksud ingin mengikuti tradisi mereka, keharamannya berlipat. Bila disertai anggapan bahwa tradisi maksiat itu merupakan kebaikan, hal ini naik ke derajat kekafiran.

Perlu sekali diperhatikan, bahwa berbeda antara orang yang melakukan kemaksiatan karena hawa nafsunya dengan orang yang melakukannya karena mencocoki tradisi, hukum atau undang-undang jahiliyyah. Yang pertama berdosa, tapi tidak sampai kepada kekafiran, sedang yang kedua sudah keluar dari Islam.

Tradisi Kufur

Adapun tradisi kufur orang-orang kafir seperti demokrasi dan nasionalisme, maka sekedar memakainya tanpa ada niatan mengikuti mereka sudah merupakan kekafiran, apalagi kalau ditambah dengan maksud mengikuti dan menyamai tradisi mereka; hukumnya menjadi kekafiran di atas kekafiran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar