Jumat, 06 Maret 2009

MELACAK JEJAK TOGHUT

MELACAK JEJAK TOGHUT


MELACAK JEJAK TOGHUT

Segala puji hanya milik Allah, Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan semua shahabat, wa badu,
Ini adalah bahasan tuntas tentag para pembela thoghut hukum dari kalangan Polisi, Tentara, Badan Intelejen, Pers, Cendikiawan, Ulama Suu' dan yang lainnya yang membantu thoghut dengan ucapan, perbuatan atau dengan keduanya di negara kafir mana saja.

MUQADIMAH PERTAMA:


Penjelasan Makna Thaghut dan Ansharnya

Iman seseorang tidak akan syah sampai dia kafir terhadap thoghut, Allah ta’aalaa berfirman :

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

Barangsiapa yang Kafir ( ingkar) kepada Thaghut dan beriman kepada Alloh, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat…
(QS. Al Baqoroh : 256)
Ayat ini merupakan tafsir dari syahadat Laa Ilaha Illalloh yang berisi An Nafyi (peniadaan) dan Itsbat (penetapan).
An Nafyu maknanya : Peniadaan uluhiyyah dari setiap yang diibadahi selain Allah, dan seorang hamba merealisasikan dengan :

- meyakini kebathilan beribadah kepada selain Alloh
-meninggalkan peribadatan macam ini
-Membencinya
-mengkafirkan pelakunya
-Memusuhi mereka.

Inilah yang dimaksud dengan al kufru bith thaghut (kafir terhadap thoghut),serta inilah tatacaranya sebagaimana yang dituturkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.

Sehingga atas dasar ini maka anshar para thaghut dalam bahasan ini adalah :

1.Orang-orang yang membela-bela dengan ucapan, dan diantara para pemuka mereka adalah : sebagian ulama’ suu’ dan orang orang yang sok berilmu yang memeberikan Syar’iyyah Islamiyah (keabsahan Islam) terhadap penguasa kafir dan mereka membentengi dari para penguasa itu tuduhan kafir, mereka menganggap bodoh kaum muslimin mujahidin yang memberontak para penguasa itu, mereka menuduhnya sebagai orang jahat dan sesat serta mereka menyemangati para penguasa untuk menindak mereka.
Sebagaimana yang masuk dalam jajaran orang yang membela dengan ucapan : sebagian penulis,wartawan dan orang orang pemberitaan yang melakukan perbuatan serupa dengan ini.

2.Orang-orang yang membela-bela dengan perbuatannya. Dan sebagai tameng terdepan adalah pasukan para penguasa Kafir baik itu dari pasukan tentara atau polisi, pasukan penopang (di belakang) sama dengan yang terjun langsung di medan. Mereka itu sesuai ketentuan UUD dan undang undang yang berlaku di negeri ini dipersiapkan untuk tugas tugas berikut :

·Menjaga keutuhan negara yang berarti lancarnya keberlangsungan penerapan UUD dan undang –undang kafir buatan serta memberikan sangsi setiap orang yang menentang hal itu atau berusaha merubahnya.
·Menjaga keabsahan UUD : dan ia berarti melindungi penguasa kafir itu sendiri karena dia menurut mereka dianggap sebagai pemimpin yang syah sesuai UUD (dustur) karena pengangkatannya telah berlangsung menurut proses yang dijelaskan UUD.
·Mengokohkan kekuasaan Undang-undang: dengan melaksanakan apa yang digariskan UUD dan undang–undang. Dan masuk dalam hal itu pelaksanaan putusan-putusan yang muncul di Mahkamah mahkamah Thaghut.
·Dan juga masuk dalam kategori Ansharut Thawaghit : setiap orang yang membantu mereka dengan ucapan atau perbuatan dari kalangan selain orang orang yang telah kami sebutkan disini termasuk seandainya yang membela-bela itu pemerintah negara lain maka ia mendapat status hukum yang sama. Inilah yang dimaksud sebagai thoghut dan mereka adalah ansharnya.

Ketahuilah bahwa tidak mungkin bagi orang kafir melakukan kerusakan di bumi ini atau menganiaaya suatu umat dari manusia kecuali dengan kawanan pembantu yang membantu dia atas kezalimannya dan pengrusakannya serta mereka melindungi dia dari orang orang yang ingin membalasnya. Jadi orang kafir tidak akan bisa berdiri dan merusak kecuali dengan kawanan pembantu dan anshar dan dari sinilah Allah ta’ala berfirman :

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka,…” (QS.Hud : 113)

Para ulama mengatakan:”Ar Rukun” adalah kecenderungan yang sedikit. Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: ”Dan begitu juga yang diriwayatkan dalam sebuah atsar: “Bila terjadi hari kiamat,maka dikatakan : Mana orang-orang yang zalim dan kawanan pembantu mereka? --atau berkata : dan sejawat sejawat mereka— maka mereka dikumpulkan dalam peti-peti dari api kemudian mereka dilemparkan ke Neraka”

Maka penguasa kafir itu tidak akan bercokol dan juga hukum hukum kafir serta apa yang ditimbulkannya berupa kerusakan yang besar di negeri kaum muslimin tidak akan berlangsung kecuali dengan anshar para penguasa thaghut itu, sama saja dalam hal itu anshar thaghut dengan ucapan yang menyesatkan manusia dan membuat pengkaburan ditengah mereka atau anshar dia dengan perbuatan melindungi para penguasa dan undang-undang, menjaga mereka dari orang orang yang berupaya pembalasan terhadap mereka,serta membantu mereka terhadap orang tersebut. Oleh sebab itu tidak aneh bila Allah mensifati bala tentara penguasa kafir dengan ‘pasak’ karena merekalah yang mengokohkan kekuasaan dan pemerintahannya dan mereka sebab keberlangsungan kekafiran dalam firmanNya Ta’ala :


وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ

dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak).
(QS. Al Fajr : 10)

Ibnu Jarir Ath-thabariy rahimahullah berkata dalam tafsir ayat ini : Allah Yang Maha Mulia berfirman: ‘Apakah kamu tidak melihat apa yang Alloh lakukan kepada Fir’aun yang memiliki pasak-pasak’. Para ahli takwil (tafsir) berselisih pendapat tentang makna firman Alloh yang berbunyi: ذِي الْأَوْتَادِ” Yang mempunyai pasak-pasak” dan apa alasan dikatakan hal itu baginya? Sebagian mereka mengatakan: Makna itu adalah yang memiliki banyak tentara menguatkan baginya, pemerintahannya dan mereka berkata : “pasak-pasak” ditempat ini berarti bala tentara.(Tafsir Ath Thobariy, 30 / 179).


Dan ini semuanya dalam penjelasan kejahatan ansharuth thawaghit dan bahwa merekalah sebab sebenarnya untuk keberlangsungan kekafiran dan kerusakan sehingga tidak mungkin bagi orang kafir merusak ummat dan menzaliminya kecuali dengan kawanan pembantu yang membantunya. Bila saja Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata :


أنا برئ من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين

Saya berlepas diri dari setiap muslim yang menetap ditengah-tengah kaum musyrikin.

maka bagaimana dengan orang yang membantu mereka terhadap kekafirannya dan bagaimana dengan orang yang membantu mereka terhadap sikap mereka menyakiti dan memerangi kaum muslimin?


Dan dari sisi realita, maka sesungguhnya peperangan kaum muslimin melawan para thaghut penguasa dalam rangka mencopot mereka dengan mengangkat penguasa muslim sebenarnya adalah melawan anshar mereka dari kalangan militer dan lainnya, oleh sebab itu wajiblah mengetahui status ansharuth thawaghit. Dan ia adalah materi bahasan kita.

Baca lanjut Melacak Jejak Toghut :

Judul : Melacak Jejak Toghut
Penulis : Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Aziz
Alih Bahasa : Abu Sulaiman Amman Abdurrahman
Penerbit : Kafayeh Cipta Media diambil dari situs Muslim http://gurobabersatu.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar