Jumat, 06 Maret 2009

“ MAJALAH PORNO DAN BAHAYANYA “

KETERANGAN DARI LEMBAGA TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA

(AL-LAJNAH AD-DAIMAH LIL BUHUTS AL-ILMIAH WAL-IFTA, SAUDI ARABIA) TENTANG MAJALAH PORNO DAN BAHAYANYA

Segala puji hanya milik Alloh semata, dan shalawat atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan para shahabatnya, dan Selanjutnya.

Sesungguhnya kaum muslimin dewasa ini telah ditimpa oleh cobaan yang besar. Musibah-musibah telah mengepung mereka dari segala penjuru. Kebanyakan kaum muslimin pun telah terjerumus di dalamnya. Kemungkaran di mana-mana dan manusia pun telah terang-terangan berbuat maksiat tanpa ada rasa takut dan malu. Sebabnya adalah: sikap remeh terhadap agama Alloh dan tidak adanya pengagungan terhadap hukum dan ajaran-Nya serta lalainya Kebanyakan dari orang-orang yang sholeh untuk menegakkan syari’at Alloh dan amar makruf dan nahi mungkar. Sesungguhnya tiada solusi bagi kaum muslimin dari bencana dan musibah ini kecuali dengan taubat yang benar kepada Alloh Ta’ala dan mengagungkan segala perintah dan larangannya. Mencegah tangan-tangan yang jahil dan memberikan sanksi kepada mereka.

Sesungguhnya musibah yang terbesar yang tampak pada dewasa ini adalah apa yang dilakukan oleh para pedagang kerusakan dan agen-agen kekejian serta penyebar kemungkaran di kalangan kaum mukminin. Dengan menerbitkan majalah-majalah keji yang menentang Alloh dan Rosul-Nya pada perintah dan laranganNya. Majalah-majalah ini mencantumkan di selang halaman-halamanya gambar-gambar telanjang dan wajah-wajah yang menggoda yang membangkitkan nafsu syahwat, dan mengajak kepada kerusakkan. Telah dibuktikan dengan penelitian yang dalam bahwa majalah-majalah ini mencakup metode-metode yang banyak dalam mengiklankan kejahatan dan maksiat serta membangkitkan nafsu syahwat dan pelampiasannya pada apa-apa yang diharamkan Alloh dan Rasul-Nya. Seperti tercantum dibawah ini :

· Gambar-gambar seksi di cover majalah dan di dalamnya.

· Wanita-wanita dengan seluruh perhiasannya yang mengoda dan menggairahkan.

· Ucapan-ucapan yang kotor, untaian puisi dan kalimat yang jauh dari etika malu dan kemuliaan yang menghancurkan akhlak dan merusak umat.

· Cerita-cerita roman yang keji, dan berita-berita artis dan aktor, penari laki-laki dan wanita dari kalangan orang-orang yang suka berbuat maksiat.

· Dalam majalah-majalah ini terdapat seruan yang terang-terangan untuk mempertontonkan Kecantikan kepada orang lain, bersolek dan bercampurbaurnya antara laki-laki dan wanita serta pengoyakkan terhadap hijab.

· Pameran busana-busana seksi yang menutup tapi hakikatnya telanjang kepada kaum wanita mukminin untuk mengajak mereka kepada telanjang dan buka-bukaan serta menyerupai para pelacur dan pelaku maksiat.

· Dalam majalah ini terdapat rangkulan, pelukan dan ciuman antara laki-laki dan wanita.

· Di dalam majalah-majalah ini tedapat perkataan-perkataan yang bergejolak yang membangkitkan nafsu seksual yang mati pada jiwa para pemuda dan pemudi, sehingga mendorong mereka dengan segala kekuatan untuk menempuh jalan kesesatan, melenceng dan jatuh di dalam perzinahan, perbuatan dosa, pacaran dan cinta yang menggebu-gebu.

Entah berapa majalah-majalah yang beracun ini disenangi oleh para pemuda dan pemudi, sehingga mereka binasa karenanya dan keluar dari batas-batas kefitrahan dan agama. Dan sungguh majalah ini telah merubah hukum-hukum agama dan dasar-dasar kefitrahan yang lurus pada pemikiran kebanyakan manusia disebabkan oleh tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikiran yang disebarkannya. Kebanyakan manusia telah berani melakukan maksiat, dosa-dosa besar (zina), dan melampaui hukum-hukum Alloh disebabkan oleh kecenderungan kepada majalah-majalah ini dan penguasaannya terhadap akal dan pemikiran mereka. Walhasil : sesungguhnya majalah-majalah ini pokok dasarnya adalah perdagangan terhadap tubuh wanita yang dibantu oleh syaithan dengan segala faktor yang memikat dan segala sarana yang menggoda dengan tujuan menyebarkan ajaran ibahiyah (menghalalkan seluruh yang haram), merobek kehormatan, dan merusak para wanita kaum mukminin, dan merubah masyarakat islami menjadi perkumpulan binatang (kumpul kebo) yang tidak mengenal ma’ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, dan tidak menegakkan syari’at Alloh yang suci sedikitpun, bahkan kepala pun tidak diangkat terhadap ajaran ini.

Seperti kondisi kebanyakan masyarakat, bahkan perkaranya sampai kepada bersenang-senang dua jenis insan (laki-laki dan wanita) dengan cara telanjang bulat, yang mereka namakan “ Kota Telanjang “ , semoga Alloh melindungi kita dari fitrah yang terbalik dan keterjerumusan di dalam apa yang telah diharamkan Alloh dan Rosul-Nya. Inilah … dan berdasarkan kepada yang telah disebutkan di atas, tentang realita majalah-majalah ini dan dampak-dampaknya serta tujuannya yang keji dan karena banyaknya berita yang datang ke meja lembaga ini dari kalangan orang-orang yang mempunyai ghirah (kecemburuan) terhadap agama dari kalangan ulama dan penuntut ilmu serta seluruh kaum muslimin tentang tersebarnya penayangan majalah-majalah ini di toko-toko buku dan supermarket serta tempat-tempat perdagangan, maka sesungguhnya Lembaga Tetap Kajain Ilmiah dan Fatwa melihat sebagai berikut.

Pertama, diharamkan menerbitkan majalah-majalah hina seperti ini baik majalah-majalah umum atau khusus dengan pakaian wanita. Barangsiapa yang melakukan itu, maka dia mendapatkan bagian dari perkataan Alloh Ta’ala: “ Artinya: “ Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat “. (QS. An-Nur: 19).

Kedua, diharamkan untuk bekerja di instansi majalah-majalah ini dari segi manapun, baik tugasnya di administrasi atau redaksi atau percetakkan atau distributor. Karena perbuatan itu termasuk ke dalam menolong dalam perbuatan dosa dan kebatilan serta kerusakan. Alloh Ta’ala berfirman: “ Artinya: “ Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Alloh sesungguhnya Alloh amat berat siksa-Nya “. (QS. Al-Maidah: 2).

Ketiga, diharamkan mengiklankan majalah-majalah ini dan memasarkannya dengan sarana apapun, karena hal itu merupakan indikasi-indikasi terhadap kejahatan dan dakwah kepadanya. Sungguh telah tetap dari Rosululloh Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: “ Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dosanya dari dosa-dosa orang yang mengikutinya itu sedikitpun “. (Hadist Riwayat Muslim di Kitab Shohih Muslim).

Keempat, diharamkan menjual majalah-majalah ini dan penghasilan yang didapatkan dari majalah ini adalah penghasilan yang haram. Barangsiapa yang pernah melakukan hal ini maka haruslah dia bertaubat kepada Alloh Ta’ala dan keluar dari penghasilan yang keji ini.

Kelima, diharamkan kepada kaum muslimin untuk membeli majalah-majalah ini dan menyimpannya disebabkan karena di dalamnya terdapat dosa dan kemungkaran. Sebagaimana membeli majalah itu adalah memperkuat pelarisan majalah-majalah ini dan mengangkat pendapatan mereka dan mensuport mereka untuk memproduksi dan memasarkannya. Seorang muslim wajib waspada terhadap keluarganya baik laki-laki atau wanita untuk mendapatkan majalah-majalah ini demi menjaga mereka dari bencana ini dan terpengaruh dengannya. Seorang muslim (suami) harus mengetahui sesungguhnya dia adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya pada hari kiamat.

Keenam, seorang muslim wajib memejamkan matanya dari melihat majalah-majalah yang merusak itu demi ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya dan demi menjauhi bencana dan tempat-tempatnya. Kepada seseorang janganlah mendakwahkan terhadap dirinya terjaga dari dosa, sungguh Rosululloh memberitahukan bahwa “ Sesungguhnya Syaithan itu mengalir di tubuh anak adam seperti mengalirnya darah “. Imam Ahmad –Rahimahulloh- berkata: “ Entah berapakah suatu pandangan yang menimbulkan bencana di hati orang yang melihat itu “. Maka barangsiapa yang tergantung dengan apa yang terdapat di dalam majalah-majalah itu dari gambar-gambar dan yang lainnya telah merusak hatinya dan kehidupannya serta memalingkannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Karena, baiknya hati dan kehidupannya hanya disebabkan oleh ketergantungan dengan Alloh dan mengibadatinya, lezatnya bermunajah kepadanya dan ikhlas serta penuhnya kecintaanya kepada Alloh.

Ketujuh, barangsiapa yang dipilih Alloh menjadi pemimpin di negeri Islam manapun wajib memberikan nasehat kepada kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari kerusakan dan pelakunya dan menjauhkan mereka dari segala yang membahayakan mereka di dalam agama dan dunia mereka. Di antaranya melarang majalah-majalah yang merusak ini untuk disebar dan jual-belikan. Dan menahan kerusakannya dari mereka. tindakan ini merupakan menolong Alloh dan agama-Nya. Dan merupakan sebab kemenangan dan keberhasilan dan menguasai bumi sebagaimana firman Alloh: “ Artinya: “ Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Alloh-lah kembali urusan “. (QS. Al-Hajj: 40-41).

Dan segala puji bagi Alloh Robb semesta alam dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam dan keluarganya dan para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.

AL-LAJNAH AD-DAIMAH LIL BUHUTS AL-ILMIAH WAL-IFTA, SAUDI ARABIA

Ketua :

Syaikh Kami yang Mulia Al-Allamah Asy-Syaikh Al-Faqih Muhadist Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Allu’-Syaikh Yahfadzhuhulloh Ta’ala.

Anggota :

- Syaikh kami yang mulia Al-Allamah Asy-Syaikh Prof. DR. Shalih bin Fauzan bin Abdulloh Al-Fauzan Hafidzhahulloh.

- Syaikh kami yang mulia Al-Allamah Asy-Syaikh DR. Bakr’ bin ‘Abdillah Abu Zayd Hafidzhahulloh.

- Syaikh kami yang mulia Al-Allamah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Ghudyan Hafidzhahulloh.

Dinukil&diedit ulang dalam bahasa Indonesia Oleh:

Abu Hanifah Muhammad Faishal alBantani bin Shalih Abu Ramadhan

Seorang Hamba yang mengharap Ridho dan ampunan RaabNya

Mutiara Sunnah:

Dari Anas bin Malik Radhiyallohu Anhu bahwa Rasululloh Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “ Ketika saya dimikrajkan, saya melewati sekelompok manusia yang mempunyai kuku tembaga, mereka asik mencakar-cakar muka dan dada mereka. Saya bertanya kepada Jibril, ‘ Siapa mereka itu’. Jibril menjawab, ‘ Mereka itu adalah orang-orang yang suka memakan daging manusia dan melanggar kehormatan mereka”.

(HR. Abu Dawud)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar