Jumat, 06 Maret 2009

Keutamaan para Mujahidin.

Assalamu’alaikum wr.wb..

Segala puji dan syukur hanyalah milik Alloh semata yang tiada Illah yg berhak untuk disembah melainkan hanyalah Ia saja, Sang pemilik langit dan bumi. Selawat serta salam moga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan alam Nabiana wa habibbana Muhammad Rasululloh shalalahu ‘alaihi wassalam, juga pada seluruh keluarganya, para sahabatnya dan kepada seluruh ummatnya hingga akhir zaman.

Ikhwah fiddin rahimakumulloh,

Tahukah anda bahwa para Mujahidin di jalan Alloh, mereka adalah tentara Alloh, yang melalui mereka Allah menegakan Agama-Nya dan menolak serangan musuh-musuh-Nya. Dan dengan merekalah, Allah menjaga negeri-negeri Islam dan melindungi aturan-aturan agama ini.

Mereka adalah orang-orang ang memerangi musuh-musuh Alloh , agar agama ini seluruhnya menjadi milik Alloh dan menjadikan tinggi kalimat Alloh. Mereka mengorbankan diri mereka demi cintanya kepada Alloh, dan menolong agama-Nya demi meninggikan kalimat Alloh dan menolak musuh-musuhNya.

Mereka senantiasa bekerja sama denagan setiap orang yang melindungi islam dengan pedang-pedang mereka, dengan senjata-senjata mereka di medan juang yang mereka terjuni meskipun mereka tinggal di rumah-rumah mereka.

Mereka mendapatkan pahala, sebagaimana mereka beribadah kepada Alloh, lantaran jihad dan ekspedisi-ekspedisi yang mereka lakukan sebab, merekalah yang menjadiperantara hamba-hambaNya dapat beribadah.

Alloh telah menempatkan orang yang menjadi perantara atau penyebab; sama dengan kedudukan pelakunya secara sempurna, baik dalam masalah pahala maupun dosa. Oleh karena itu, orang yang menyeru kepada petunjuk dan orang yang menyeru kepada kesesatan, sama-sama memperoleh ganjaran dan dosa dari orang yang mengikutinya. Karena dialah yang menjadi penyebabnya.

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan nash-nash sunnah yang menunjukan tentang motivasi dan anjuran untuk berjihad. Serta pujian bagi orang yang berjihad dan berita mengenai apa yang akan mereka dapatkan disisi Rabb mereka; berupa berbagai karomah dan karunia-karunia yang besar lainnya.

Cukuplah firman Alloh ini menjadi dalilnya:

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?”(QS .As-Shaff;10)

Maka, jiwa-jiwa ini sangat merindukan perniagaan yang menguntungkan seperti ini yang mana Alloh Rabb semesta alam yang Maha Mengetahui lagi maha Bijaksana menunjukan dengan firmanNya “yaitu: kalian beriman kepada Alloh dan rasul-Nya dan berjihad dijalan Alloh dengan harta dan jiwa kalian”(QS.As-Shaff:11)

Maka demikian, jiwa ini sepertinya masih merasa terlalu sayang dengan kehidupan dunia dan keabadiannya, maka Alloh berfirman:“…itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahuinya.” (QS.As-Shaff:11)

Artinya, jihad itu lebih baik bagi kalian; daripada berdiamnya kalian dalam keadaan hidup dan selamat.

Seakan-akan jiwa ini kembali mengatakan,“Apa bagian kami jika mau berjihad nanti?” Allah berfirman, “Niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian…”(QS.As-Shaff:12)

Bersama ampunan ini, masih ada lagi:“….dan Dia akan memasukan kalian kedalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, dan (memasukan kalian) ketempat tinggal yang baik didlam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar”(QS.As-Shaff:12)

Sekali lagi, seolah jiwa ini mengatakan, “Itu kan di akhirat, lalu apa bagian kita di dunia?” Maka Alloh pun menjawab dengan firmanNya: “Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Alloh dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman ” (QS.As-Shaff:13)

Demi Alloh, lafal-lafal itu begitu manis dan menyentuh dihati. Alangkah besar pengaruhnya terhadap hati dan mendorong untuk menuju Rabb-nya. Alangkah lembut kedudukannya disetiap orang yang mencintai. Alangkah besarnya kekayaan hati dan alangkah baik kehidupannya ketika dia menyelami makna-maknanya. Kita memohon karunia kepada Alloh, sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.

Diantara yang menunjukan keutamaan para Mujahidin adalah firman Alloh:

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian serta bejihad di jalan Alloh? Mereka tidak sama di sisi Alloh; dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Alloh; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Alloh-lah pahala yang besar. “ (QS. At-Taubah:19-22)

Disini Alloh mengabarkan; bahwa tidaklah sama disisi-Nya antara orang-orang yang memakmurkannya dengan ‘itikaf, thawaf dan shalat, yangmerupakan bentuk pemakmuran masjid-masjid Alloh yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan orang-orang yang memberi minum jama’ah haji, dengan orang-orang yang berjiahd dijalan ALLOH.

Alloh juga mengabarkan; bahwa orang-orang mukmin yang berjihad, mereka lebih agung derajatnya disisi Alloh, dan merekalah orang-orang yang beruntung, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang memperoleh kabar gembira dengan rahmat, keridhaan dan syurgaNya.

Dalam ayat ini Alloh tidak menyamakan antara para mujahidin dengan mereka yang memakmurkan Mesjidil Haram dengan berbagai macam ibadah yang dikerjakan. Meskipun, Alloh telah memuji mereka yang memakmurkannya dengan firmanNya: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Alloh ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Alloh, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. ” (QS.At-Taubah:18)

Mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid, kendatipun demikian, orang yang berjihad itu lebih tinggi derajatnya disisi Alloh daripada mereka.

diambil dan dirubah sedikit dari situs Islam

http://koswara.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar