Jumat, 06 Maret 2009

JIHAD FOREVER, MUJAHID NEVER DIE














Jihad tidak akan pernah berakhir


Baru-baru ini setelah pembunuhan Abu Musab Az Zarqawi, sebuah pernyataan dari Syeikh Abu Abdul Rahman Al Iraqi – Wakil Amir Al Qaida di Iraq – yang telah di sampaikan melalui internet mengkonfirmasi “kesyahidan” Zarqawi dan menyatakan itu adalah sebuah “kemenangan” dan sebuah kemuliaan bagi Ummat Muslim.

Abu Abdur Rahman menyatakan bahwa kematian pemimpin mereka adalah bagian dari kehidupan mereka dan “hanya meninggikan intensitas kami untuk melanjutkan jihad untuk meninggikan kalimat Allah”. Dia juga menambahkan bahwa pemimpin yang jauh lebih baik daripada Zarqawi telah berlalu sebelumnya - menunjukkan kepada nabi Muhammad SAW – dan hal ini tidak mempunyai dampak bagi Muslim, tetapi malah meningkatkan tekad dan kemauan untuk mengorbankan kehidupan mereka hanya untuk Islam.

Abu Abdur Rahman memulai pernyataannya dengan mengutip sebuah ayat dalam Al-Qur’an :

Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun mendapat luka yang serupa…” (QS Ali Imran, 3: 140),

dan menyimpulkannya dengan bersumpah untuk teguh mendukung jihad di Iraq, kemudian berdoa untuk Zarqawi kepada Allah semoga dia diterima sebagai seorang Syahid.

Namun, pembunuhan Syeikh Abu Musab Az Zarqawi dianggap sebagai sebuah kesuksesan besar bagi orang-orang Iraq dan pemerintah AS dan menggambarkan, sangat tidak berakal, dengan para pemimpin barat sebagai sebuah “pukulan keras terhadap Al Qaida”.

Sebuah pemikiran yang berat sebelah dimana tidak diragukan lagi pertanyaan bagaimana ini bisa demikian, terutama sejak kematian tindakan sebagai seorang katalisator untuk Teroris Islam kemudian itu adalah sesuatu dimana mereka akan menghabiskan seluruh hidupnya (untuk mencari kemuliaan).

Lebih lanjut, terbunuhnya Zarqawi tidak mempunyai dampak pada perlawanan di Iraq tetapi hanya akan menguatkan moral mereka dan menambahkan keteguhan hati mereka.

Mujahidin di Iraq tidak membedakan melawan orang-orang atas rasa nasionalime mereka; selanjutnya, mereka tidak memberikan pandangan seperti Zarqawi sebagai “orang asing”. Ini hanya spekulasi dan propaganda oleh media yang mencoba untuk memecah belah dan menyebabkan perselisihan diantara pergerakan.

Perlawanan Zarqawi bukanlah tidak pandang bulu ; tetapi mereka telah mengaturnya – secara spesifik yang telah ditargetkan melawan “penindasan tentara salib” dan sekutu-sekutu mereka.

Disamping arti yang besar menangkap orang-orang seperti Zarqawi dalam keadaan hidup, kekuatan AS memilih untuk menjatuhkan 2 bom 500 pound pada dalang teroris. Kematiannya selanjutnya – sebagaimana telah dikaitkan dengan banyak Ummat Muslim – mengingatkan kepada Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW. Musuh-musuh Islam begitu takut untuk mendekati Hamzah dimana mereka harus melepaskan sebuah anak panah dulu kepadanya dari kejauhan.

Dengan mengagumkan, dia tidak seketika terbunuh dengan pemboman itu dan wajahnya masih tetap utuh.

Allahu Akbar….!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar