Jumat, 06 Maret 2009

Ghuroba (orang orang Islam yang terasing)

Ghuroba (orang orang Islam yang terasing)" Bismillaahi wal-hamdulillaah, wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa Rasuulillaah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalaahu.. Wahai ummatku, Perhatikanlah sejenak, palingkan wajahmu sejenak dari sendau gurau kehidupan yang memalingkanmu memperhatikan sejarah Islam yang tengah berjalan dihadapanmu dan kelak engkau ditanya tentang semua ini. Tidakkah engkau saat ini melihat suatu kelompok terkecil dari yang terkecil namun istimewa, yakni Ketika telah bangkit pemuda-pemuda yang rambutnya kusut, kakinya berdebu, yang terusir dari semua tempat ? Wahai ummatku, sejenak ingatlah, kisah para Ashabul Kahfi mereka itu tidak lain adalah para pemuda, dan sesungguhnya agama Islam dan pemeluknya diakhir zaman ini adalah orang-orang asing. Cukuplah hanya dikenal oleh Robb semesta alam, maka berbahagialah orang-orang yang ghuroba' (asing), yang mereka itu adalah manusia-manusia yang sholeh berada ditengah-tengah orang-orang yang jelek lagi hina, orang yang bermaksiat lebih banyak daripada orang yang berbuat ketaatan. Maka kukatakan.. wahai orang-orang yang asing! "Kalian adalah gudang permata dan yaquth di tengah-tengah Hiruk pikuk dunia, dan jika mereka tidak mengenalmu Tempat pesta kemuliaan dibutuhkan oleh Suaramu yang tinggi walaupun mereka tidak mendengarmu.... Kalian telah menolak lezatnya tidur diatas kasur empuk, hidup diantara desingan peluru dan dentuman bom bom disekitar kalian dan ketika hari raya kalian tidak bisa bercanda dengan keluarga dan anak-anak, wajah kematian tidak membuat kalian menangis dan suaru tangisan anak yang baru lahir tidak membuat kalian senang. Maka jawablah, dari apa kalian itu diciptakan? Apakah terbuat dari baja atau badan seperti kita ini? Kesempitan semakin berat bagi kalian, lalu kalian menikmatinya dengan kelezatan munajat, dan kalian bersenang-senang dengan pemberian dari Robb kalian. Mencari syahid mengejar ridho Alloh Tabaroka wa Ta’ala. Wahai orang-orang yang terasing.... Kalian adalah orang-orang yang mencari kesyahidan fie sabilillah, orang-orang yang telah meninggalkan harta kekayaan, dan juga meninggalkan keluarga serta rumah, tidak rela melainkan untuk mendapatkan pahala yang paling utama, maka kalian berjalan di atas jalan cahaya, dan kalian mempersembahkan mahar yang paling mahal, yaitu darah dan potongan anggota badan tanpa dapat dikubur lagi, yang tercium semerbak bau wewangian minyak kesturi dan dia mengadakan pesta perkawinan menuju mempelai bidadari, di surga yang kekal dan penuh dengan gemerlapan dan kemewahan. Wahai orang-orang yang terasing.... Tetap teguhlah berada diatas kebenaran, dan janganlah kalian rela dengan kehinaan dan kerendahan. Teguhkanlah kaki-kaki kalian diatas tanah, dan naiklah diatas manusia dengan tekad kalian, naiklah ke atas awan dengan ruh-ruh kalian dan ketuklah setiap pintu untuk kemuliaan. Hati-hatilah dengan kegelinciran dan jangan menyerah dengan kebosanan, janganlah merasa bersedih dengan hinaan, janganlah merasa aman pada diri anda dari fitnah. Demi Alloh, sungguh kami mengetahui suatu kaum yang jernih, dan bagi umat terdapat para pemberi pelajaran dan contoh, mereka disakiti di jalan Alloh, mereka dipenjara dan disiksa. Wahai orang-orang yang terasing.... Kalian jungkirkan bendera-bendera musuh Alloh, mengguncang pijakan-pijakan kaki mereka, dan membuyarkan fikiran mereka hingga rasa takut menyelinap pada persendian mereka, dan keputus asaan menggerogoti tulang mereka. Sambil berteriak lantang dari hati terdalam kalian; "Dan aku tak kan pernah berdamai dengan kalian musuh Alloh.... Selama aku masih punya kuda.... Dan jariku masih memegang pedang dengan erat... Lalu dengan teguh mengatakan: kami ini lelaki Islam, Setelah ini seluruh dunia harus tahu bahwa manhaj kami tak kenal keterbudakan dan tak rela dijual belikan di tempat tawar menawar bak pasar di pemerintahan thaghut. Juga bukan ijtihad para pengemis, tertawan dan silau oleh pesona yang ditebarkan oleh nama besar syaikh-syaikh yang sengaja nama-nama mereka diglamourkan media serta diangkat penguasa dzolim untuk menjadi pelegal kekafiran penguasa murtad yg tidak berhukum dengan hukum Allah (Syariat Islam), sebagai siasat melemahkan kaum muslim yang awam akan ushul fikih serta siyasah syar’iyah, pada akhirnya taklid buta dan tersesat dari kebenaran. Padahal fatwa-fatwa mereka jauh dari Al-quran dan Sunnah. Sesungguhnya berbaik sangka hanyalah kepada ‘Ulama ‘Amilin yang jujur, yang menderita dan mendapat cobaan di jalan Agama mereka yang di sifati Allah Subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya: “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” [QS. As-Sajdah: 24] Ulama ’Amilin yang kembali kepada Al-quran dan Sunnah serta jujur yang telah diuji serta sabar terhadap resiko yang ditempuh sebagai sunnatullah Sebab musuh tidak akan pernah senang dengan pembawa panji kebenaran yang sesungguhnya. Maka dengan pertolongan Alloh kami akan terus berjalan, walaupun jalan ini panjang dan kesukaran semakin berat. Walaupun pengkhianat semakin banyak. Permasalahannya jauh lebih besar lagi, sesungguhnya ini perihal Robb semesta alam, perihal surga Firdaus. ” Semua ini hanyalah hari-hari, semua akan berlalu dengan manis dan pahitnya, dengan baik buruknya, setelah itu yang ada adalah jika tidak syurga atau neraka. Camkankanlah wahai manusia.. Maka takutlah kepada Allah wahai manusia..apa yang kelak kita katakan dihadapannya kelak di padang masyar ? ” Sehingga kalian berkata, Siapa yang tak bisa mendengar bunyi pena atau kata-kata menggema, maka harus diperdengarkan dengan hunusan pedang.. "Jika mulut ini bimbang, maka luka kami yang bicara.... Kamilah memang sesungguhnya Manusia Jihad dan anak anak yang lahir bersama desingan peluru, Peperangan adalah ibu yang menyusui kami.. Maka Darah harus di bayar darah, kehancuran pun begitu, maka pukullah si berhala dan jangan lupa membaca Basmalah, pukullah..!!!” Lalu kalian berkata lagi, wahai saudaraku yang enggan bergabung ...sementara didada kalian terdapat kalimat laa ilaha illalloh..? kapankah kamu kibaskan debu kehinaan? Kapan kamu patahkan rantai nestapa? Kapan kamu lepas belenggu perbudakan zaman ? Lantas, kapan kalian pasang pelana kuda-kuda kemuliaan? Wahai yang mau menyerahkan nyawa dihadapan Allah ... Di sini ada hidayah dan petunjuk. Di sini ada hikmah dan kelurusan. Di sinilah puncak kenikmatan berkorban dan berjihad. Maka segeralah engkau bergabung dengan "Bataliyon Bisu" untuk berjuang di bawah panji sang pemuka para Nabi, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang telah bersabda; ” Islam datang dalam keadaan Asing dan ia akan kembali asing sebagaimana awal mulanya.” (HR. Muslim) Wal Hamdu Lillahi Robbil `Alamiin. Reverensi: kumpulan syair para mujahid.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar