Sabtu, 07 Maret 2009

Dari Mana Kita Mulai?

Umat ini pada suatu masa yang silam pernah memegang kendali kepemimpinan dunia ini. Mereka adalah umat yang mulia dan penuh wibawa di hadapan manusia seluruhnya. Namun, sekarang ini, yang terjadi justeru sebaliknya, umat Islam di hadapan manusia adalah umat yang hina, darah mereka tidak ada harganya. Mereka dibantai di mana-mana, diperkosa, dirampas harta dan tanah mereka. Hak-hak mereka sebagai manusia tidak diperhitungkan sama sekali. Alangkah malangnya umat ini!

Karena itu, harus ada upaya untuk mengembalikan kemuliaan umat ini, mengembalikan kepemimpinan yang pernah ia pegang di masa silam. Umat ini harus memimpin dunia lagi untuk selamanya!

Saat ini dunia berada dalam kendali orang-orang Barat. Tidak dipungkiri bahwa kemajuan materialistik yang ada pada mereka sudah luar biasa pesatnya. Mereka mampu menciptakan benda-benda super canggih yang seolah-olah tidak masuk akal dapat dilakukan manusia. Banyak yang menyakini bahwa hal inilah salah satu faktor yang membuat mereka mampu menguasai dunia ini.

kalau kemajuan materialistik menjadi syarat untuk dapat memimpin dunia, maka mustahil kepemimpinan dunia akan jatuh ke tangan Umat ini. Sebab, Kehebatan Barat telah jauh lebih dahulu dalam lapangan ini. Tidak dapat diharapkan umat ini mampu menandingi kehebatan Barat dalam bidang ini selama berabad-abad.

Karena itu harus dicari suatu cara untuk dapat menguasi dunia dan itu bukan keunggulan materi tentunya.

Mari kita tengok sejarah, faktor apakah yang membuat pendahulu kita di masa silam mampu menguasai dunia ini?

Pendahulu kita -para shahabat- dulu adalah orang-orang yang hidup tatkala dunia di bawah kendali Ramawi dan Persia. Peradaban mereka sebagai bangsa arab waktu itu jauh tertiggal dari peradaban Romawi, Yunani dan Persia. Mereka adalah bangsa yang yang tidak kenal baca tulis (ummy), terbelakang dan tidak diperhitungkan. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, mereka mampu merebut kendali dunia, mengalahkan bangsa adidaya Ramawi dan Persia, dan menjadi bangsa yang mulia dan disegani. Mereka berhasil memimpin dunia ini dengan penuh keadilan.

Sebab apakah yang membuahkan perubahan ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah aqidah لا إله إلا الله , aqidah Islam yang dibawa Rasulullah sas lalu dipegang erat-erat oleh para shahabat. Dengan inilah mereka dapat menguasai dunia ini.

Aqidah yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah aqidah yang hidup, nampak dalam perasaan yang hidup, dan membuahkan gerakan yang nyata; ia adalah aqidah yang dinampakkan dengan perasaan benci dan murka terhadap para thaghut kafir serta antek-anteknya yang bercokol di muka bumi ini, lalu menjelma menjadi sebuah gerakan untuk menghancurkan mereka. Ya, dari aqidah ini, pendahulu kita bergerak menghancurkan thaghut Persia dan Romawi serta yang lainnya sehingga kekuasaan mereka mencapai ¾ bumi.

Maka, petama kali yang dilakukan Umat ini untuk memimpin dunia kembali adalah menghidupkan aqidah ini dalam perasaan mereka, yang berarti menancapkan dalam hati-hati mereka rasa benci dan murka terhadap para thaghut Eropa, Amerika, dan thaghut-thaghut yang berkuasa di negeri-negeri kaum muslimin. Berangkat dari perasaan benci dan murka itulah, mereka mengadakan gerakan nyata; berjihad fi sabilillah, merobohkan singgasana para thoghut itu, sehingga kepemimpinan dunia kembali ke tangan mereka.

Selama Umat ini masih tidur atau tenggelam dalam buku-buku aqidah dan Tauhid, mempelajarinya di majelis-majelis ta’lim saja, lalu berhenti pada akal semata sebagai teori Tauhid, tanpa tergambar dalam perasaan, dan tanpa adanya gerakan sebagai konsekuensi dari itu, ia akan selamanya terhina, terkumkum dalam penjajahan orang-orang kafir.

Kapankah Umat ini bangkit?? Adakah

Umat ini pada suatu masa yang silam pernah memegang kendali kepemimpinan dunia ini. Meraka adalah umat yang mulia dan penuh wibawa di hadapan manusia seluruhnya. Namun, sekarang ini, yang terjadi justeru sebaliknya, umat Islam di hadapan manusia adalah umat yang hina, darah mereka tidak ada harganya. Mereka dibantai di mana-mana, diperkosa, dirampas harta dan tanah mereka. Hak-hak mereka sebagai manusia tidak diperhitungkan sama sekali. Alangkah malangnya umat ini!

Karena itu, harus ada upaya untuk mengembalikan kemuliaan umat ini, mengembalikan kepemimpinan yang pernah ia pegang di masa silam. Umat ini harus memimpin dunia lagi untuk selamanya!

Saat ini dunia berada dalam kendali orang-orang Barat. Tidak dipungkiri bahwa kemajuan materialistik yang ada pada mereka sudah luar biasa pesatnya. Mereka mampu menciptakan benda-benda super canggih yang seolah-olah tidak masuk akal dapat dilakukan manusia. Banyak yang menyakini bahwa hal inilah salah satu faktor yang membuat mereka mampu menguasai dunia ini.

kalau kemajuan materialistik menjadi syarat untuk dapat memimpin dunia, maka mustahil kepemimpinan dunia akan jatuh ke tangan Umat ini. Sebab, Kehebatan Barat telah jauh lebih dahulu dalam lapangan ini. Tidak dapat diharapkan umat ini mampu menandingi kehebatan Barat dalam bidang ini selama berabad-abad.

Karena itu harus dicari suatu cara untuk dapat menguasi dunia dan itu bukan keunggulan materi tentunya.

Mari kita tengok sejarah, faktor apakah yang membuat pendahulu kita di masa silam mampu menguasai dunia ini?

Pendahulu kita -para shahabat- dulu adalah orang-orang yang hidup tatkala dunia di bawah kendali Ramawi dan Persia. Peradaban mereka sebagai bangsa arab waktu itu jauh tertiggal dari peradaban Romawi, Yunani dan Persia. Mereka adalah bangsa yang yang tidak kenal baca tulis (ummy), terbelakang dan tidak diperhitungkan. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, mereka mampu merebut kendali dunia, mengalahkan bangsa adidaya Ramawi dan Persia, dan menjadi bangsa yang mulia dan disegani. Mereka berhasil memimpin dunia ini dengan penuh keadilan.

Sebab apakah yang membuahkan perubahan ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah aqidah لا إله إلا الله , aqidah Islam yang dibawa Rasulullah sas lalu dipegang erat-erat oleh para shahabat. Dengan inilah mereka dapat menguasai dunia ini.

Aqidah yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah aqidah yang hidup, nampak dalam perasaan yang hidup, dan membuahkan gerakan yang nyata; ia adalah aqidah yang dinampakkan dengan perasaan benci dan murka terhadap para thaghut kafir serta antek-anteknya yang bercokol di muka bumi ini, lalu menjelma menjadi sebuah gerakan untuk menghancurkan mereka. Ya, dari aqidah ini, pendahulu kita bergerak menghancurkan thaghut Persia dan Romawi serta yang lainnya sehingga kekuasaan mereka mencapai ¾ bumi.

Maka, petama kali yang dilakukan Umat ini untuk memimpin dunia kembali adalah menghidupkan aqidah ini dalam perasaan mereka, yang berarti menancapkan dalam hati-hati mereka rasa benci dan murka terhadap para thaghut Eropa, Amerika, dan thaghut-thaghut yang berkuasa di negeri-negeri kaum muslimin. Berangkat dari perasaan benci dan murka itulah, mereka mengadakan gerakan nyata; berjihad fi sabilillah, merobohkan singgasana para thoghut itu, sehingga kepemimpinan dunia kembali ke tangan mereka.

Selama Umat ini masih tidur atau tenggelam dalam buku-buku aqidah dan Tauhid, mempelajarinya di majelis-majelis ta’lim saja, lalu berhenti pada akal semata sebagai teori Tauhid, tanpa tergambar dalam perasaan, dan tanpa adanya gerakan sebagai konsekuensi dari itu, ia akan selamanya terhina, terkumkum dalam penjajahan orang-orang kafir.

Kapankah Umat ini bangkit?? Adakah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar