Jumat, 06 Maret 2009

DAMAI DENGAN ISRAEL ? NO WAY...!


Damai Dengan Israel ?

No Way…!

SHEIKH OMAR BAKRI MUHAMMAD

PROSES PERDAMAIAN


Dalam ilmu ushul, sebuah kaidah menyatakan bahwa “Tidak ada ijtihad dalam hal perdamaian”. Hal ini dikarenakan ayat-ayat Al- Qur`an yang membahasnya telah jelas. Terhadap orang-orang kafir yang menduduki tanah kaum muslimin, Islam telah memutuskan, Allah SWT memerintahkan kita secara jelas dan meyakinkan dalam Al- Qur`an bahwa:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS 2:190).

Nabi Muhammad SAW. bersabda:

“Siapapun yang mati mempertahankan tanahnya maka dia mati syahid.”

Allah SWT. berfirman:

“...Barangsiapa yang menyerangmu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. 2:194).

Lebih jauh Islam melarang kita menjadi teman mereka atau berbuat baik kepada mereka yang menguasai atau menduduki tanah kaum muslimin. Allah SWT. berfirman:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusirmu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusir kamu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang dzalim.”

(QS. 60:8-9).

Mengenai gencatan senjata dengan orang non muslim yang menduduki tanah kaum muslimin, dalam Islam kita harus memerangi mereka dan tidak ada perselisihan tentang hal ini. Bagaimanapun gencatan senjata dengan orang-orang tersebut, tidak diijinkan kecuali 4 kondisi terpenuhi. 4 kondisi tersebut adalah:


1. Pembuat perjanjian atas nama seluruh umat muslim adalah khalifah atau wakilnya yang ditunjuk, karena dalam hadits Nabi SAW.,

“Setiap orang dari kamu adalah peminmpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

Dan juga, jika kita melihat kembali masa Rasulullah SAW, kita menemukan bahwa dialah satu-satunya orang yang mengadakan perjanjian gencatan senjata. Oleh karena itu, perjanjian yang ditandatangani oleh pemimpin yang tidak sah, atau pemimpin kelompok apakah yang bersifat nasionalis, maupun Islam, ataupun lainnya yang serupa maka tidak ada hak atas mereka untuk melakukan perjanjian dengan orang-orang non muslim yang menduduki wilayah kaum muslimin.

2. Isi perjanjian harus didasarkan pada Islam dan selain itu tidak diperbolehkan, karena Allah SWT. berfirman:

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang kamu perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati meereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuhnya.” (QS. 4:65).

Dan Nabi juga bersabda:

“Syarat-syarat perjanjian yang tidak terdapat dalam Al-Qur`an maka batil.”

(At-tabrani dalam Al-Mujam al-Kabir dan Al-Suyhuti dalam Aljamai’ Al-Saghir Volume 2: P 9.77).

Lebih lanjut, Rasulullah SAW. marah terhadap orang-orang yang membuat perjanjian yang bertentangan dengan syariat, dan beliau bersabda:

"Bagaimana hukumnya orang-orang yang membuat perjanjian bertentangan dengan hukum-hukum Allah ? Segala sesuatu yang bukan berasal dari Al-Qur`an adalah batil meskipun mereka berjumlah 100 orang. Hukum Allah adalah benar..."

(Al-San'ani, dalam Subul Al-Salam, vol.3 P 9, 10, HR. Muslim).

Oleh karena itu perjanjian yang mengandung hal-hal yang bukan berasal dari Islam misalnya memberi hak kepada orang-orang kafir untuk menduduki wilayah kaum muslimin, hukumnya jelas batil.

3. Perjanjian harus dibatasi dalam batas waktu tertentu, karena perjanjian Hudaibiyah dibatasi sampai 10 tahun, dan Allah SWT. berfirman bahwa kaum muslimin harus membuat perjanjian dengan orang-orang kafir dalam waktu 4 bulan.

"Penuhilah janji-janjimu dengan mereka sampai batas yang telah ditentukan, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah mereka dimana saja kamu menjumpainya dan tangkaplah mereka."

(QS. 9:4-5).

Setelah Rasulullah SAW. menguasai Mekkah. Beliau memberi batas 4 bulan, tetapi dalam perjanjian Hudaibiyah 10 tahun (menurut Sirah Ibnu Hasyim). Para ulama berkata bahwa ini berarti kaum muslimin mempunyai posisi yang kuat dalam perjanjian dengan orang-orang kafir untuk batas waktu perjanjian 4 bulan dan dalam posisi lemah dalam batas perjanjian 10 tahun.

4. Perjanjian harus melindungi Agama Islam dan Umat Islam, yang dijelaskan oleh syariat. Jika kondisi ini tidak ditemui, maka perjanjian tersebut batil. Oleh karena itu secara jelas diketahui bahwa perdamaian dengan Israel adalah haram dan juga fatwa-fatwa ulama yang mendukung hal tersebut.

HUKUM ISLAM TENTANG ISRAEL


Menurut fatwa pada Desember 1988 sampai November 1989, oleh 63 ulama besar dan orang-orang yang tergabung dalam dakwah Islam:

"Dengan segenap rahmat Allah, seseorang yang dibawa oleh pembantu-Nya pada malam hari, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, Allah SWT. ridho dan merahmati orang yang diperjalankan tersebut menuju tanah yang juga dirahmati sekelilingnya untuk manusia, tanah yang pertama kali menjadi kiblat (arah shalat), tanah para Nabi dan tempat diturunkannya wahyu, tanah jihad dan sudah menjadi ketetapan di Yaumul Hisab.

Keridhoan atas keluarganya dan para shahabat, yang telah menumpahkan darah suci mereka di atas tanah yang diberkahi sampai mereka menegakkan Islam di atasnya, membuat larangan penerbangan di atasnya dan mengusir musuh-musuh Islam yang telah mengotori Al-Quds (Jerusalem) dengan kesyirikan dan kekafiran.

Rahmat kepada kaum Muslimin yang telah mewariskan tanah ini, mereka menjaga kemuliaan kaum muslimin dan mempertahankan tanah tersebut dengan harta dan nyawanya. Lebih jauh, fatwa ulama tersebut berfungsi sebagai pengaman dengan jalan menanamkan mereka dengan pandangannya jika masih ragu dan untuk menindas segala kejahatan terhadap mereka.

Kami menetapkan kaum Muslimin saat ini dalam kesulitan besar, Yahudi tidak akan tinggal diam terhadap kaum Muslimin. Mereka telah merebut Palestina, melakukan agresi-aresi militer brutal melawan orang-orang Muslim, menguasai orang dari tempatnya, dan mengotori tempat suci. Mereka tidak berhenti sampai kaum Muslimin meninggalkan agamanya, membunuhi dan mendzolimi kaum Muslimin dimana saja.

Dalam firman-Nya Allah SWT. telah menunjukkan kebenaran sikap-sikap Yahudi dan juga menjelaskan bahwa jihad adalah satu-satunya jalan untuk membebaskan Palestina, dan tidak mengijinkan dalam kondisi apapun kepada Yahudi untuk menduduki tanah Palestina meskipun hanya 1 menit, atau mengakui kekuasaan Yahudi di Palestina atau menyerahkan sebagian darinya kepada Yahudi.

Tindakan semacam itu merupakan pengkhianatan terhadap Allah SWT., Rasulullah SAW. dan kaum Muslimin. Allah SWT. berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui?"(QS. 8:27).


Pengkhianatan macam apakah yang lebih besar dari menjual tanah suci kaum Muslimin dan menyerahkan tanah kaum Muslimin kepada musuh Allah SWT, Rosul-Nya dan orang-orang beriman. Kami yakin bahwa Palestina adalah tanahnya orang Islam dan akan tetap menjadi tanah kaum Muslimin. Tanah Palestina akan dibebaskan oleh tentara Islam, para pemberani, dari tangan-tangan najis Yahudi, seperti yang telah dilakukan oleh panglima Salahuddin Al-Ayyubi dari tentara salib. Dan pasti berita ini akan segera terealisasi. Rahmat dan ridho Allah SWT. atas Nabi Muhammad, keluarga dan para shahabat.

FATWA ULAMA

Fatwa Ulama dalam Konferensi Internasional di Pakistan
Tahun 1968, kita melihat Undang-undang syariat Islam tentang isu perdamaian dengan orang-orang yang merampas tanah Palestina, Mesir dan negara-negara orang Syiria yang oleh karena itu orang-orang Islam terusir, kehilangan harta, pembunuhan, penganiayaan kaum muslimin, pendudukan kota Yerusalem dimana didalamnya ada kota suci agama Islam, yaitu Masjidil Aqsha tempat yang disinggahi Nabi Muhammad SAW. pada perjalanan malam hari dan naik (Mi'raj) menuju surga, merusak tempat-tempat suci agama Islam seperti masjid, sekolah-sekolah dan rumah-rumah yang mendukung agama Islam, rencana jahat terhadap Masjidil Aqsha dan memulai penggalian di bawahnya untuk memusnahkannya dan juga rencana jahatnya terhadap tempat-tempat suci lainnya.


Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, kita nyatakan bahwa perdamaian dengan para perongrong di atas adalah haram menurut syariat karena itu sama saja dengan mengijinkan para perampas itu tetap melakukan apa yang dilakukannya selama ini, dan berarti melegalkan tindakan mereka; sehingga kaum Muslimin dilarang untuk mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang Yahudi karena sama saja mengijinkan mereka menduduki tempat-tempat suci kaum Muslimin. Oleh karena itu kaum muslimin harus berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan tanah tersebut dari Yahudi dengan tangan mereka sendiri, seluruh kaum muslimin harus berpartisipasi dalam melaksanakan kewajiban jihad sampai kita mendapatkannya kembali dari Yahudi, kita menghimbau kepada seluruh kaum Muslimin untuk berpegang teguh kepada tali agama Allah SWT. dan melakukan apa saja untuk martabat dan kemuliaan kaum muslimin.

ISU FATWA AL-AZHAR


Komite fatwa Al-Azhar yang tergabung dalam Masjid Al-Azhar pada Ahad, 18 Jumadil 'ula 1375H (1 Januari 1956). Komite mengatakan bahwa perdamaian dengan Israel tidak diperbolehkan menurut Syariat dikarenakan mengijinkan para perampas (Yahudi) atas tindakan perampasannya, memberi hak untuk tindakan kejahatan secara ilegal, dan mengijinkan para agresor untuk melakukan agresi. Seluruh hukum buatan manusia telah sepakat pada larangan kejahatan secara ilegal dan kewajiban untuk mengembalikan harta rampasan kepada pemiliknya yang sah. Nabi Muhammad SAW. bersabda:

"Siapa pun yang mati mempertahankan hak miliknya adalah syahid dan siapapun mati mempertahankan kehormatannya adalah syahid".

Dalam riwayat lain beliau bersabda:

" Tangan telah melakukan dosa sampai dia mengembalikan apa yang telah diambil".

Oleh karena itu menjadi larangan terhadap kaum Muslimin untuk membuat perdamaian dengan Yahudi yang telah melakukan kejahatan secara ilegal di atas tanah Palestina dan perlawanan yang melampaui batas dan merampas harta kaum Muslimin di atas tanah suci Islam. Sehingga kaum Muslimin harus bekerja sama meskipun mereka berbeda warna kulit, bahasa atau bangsa untuk mengembalikan tanah tersebut kepada pemiliknya, untuk mengamankan dan menjaga tempat bersejarah Islam dari tangan-tangan para agresor dan membantu mujahid yang menggunakan senjata-senjata dan alat-alat lain yang mendukung jihad dan berkorban segalanya sampai tanah Palestina kembali suci dari cengkraman.

FATWA ULAMA NAJD


Ulama Najd pada Juni 1937 mengatakan bahwa berkasih sayang dengan orang Yahudi adalah terlarang.

FATWA ULAMA IRAQ


Ulama Iraq mengeluarkan fatwa pada Juni 1937 yang mengatakan bahwa fardhu atas setiap kaum muslimin untuk menghalangi keberadaan Yahudi di Palestina.

FATWA KETUA UMUM ASOSIASI ULAMA INDIA


Muslim yang menjual tanah suci Palestina kepada Yahudi atau mereka yang menjadi perantara terjadinya tindakan mengerikan tersebut meskipun kenyataannya Yahudi tidak membelinya, mereka melakukannya untuk mengusir kaum Muslimin dari tanah Palestina, mengganti Masjidil Aqsha dengan candi dan mendirikan negara Yahudi.

Orang-orang seperti ini dianggap oleh Allah SWT. sebagai orang-orang yang memerangi Islam dan membuat perdamaian dengan orang-orang kafir dan membantu musuh-musuh Islam.


"Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaannya dan tidaklah mereka mendapat petunjuk" (QS. 2:16).

FATWA MELAWAN PENDUDUKAN ISRAEL

Wahai kaum Muslimin, agresi terang-terangan dan kekejaman melawan orang-orang Palestina, seperti membunuh, menodai Masjidil Aqsha dan mengusir mereka dari rumah-rumah di daerahnya adalah tindakan tidak berperikemanusiaan yang perlu segera disolusi dengan menindak pelaku-pelakunya.

Keputusan Islam terkait dengan pendudukan Palestina oleh Yahudi adalah jihad di jalan Allah SWT. Dalam Al Qur`an Allah SWT. berfirman:

"Barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu." (QS. 2:194).

Ini wajib atas kaum Muslimin yang terdekat dengannya, dan menjadi beban kaum muslimin di seluruh dunia untuk membantu dan mendukungnya.


Wahai kaum Muslimin, fatwa ini mengajak untuk menyerang pasukan Israel, pemerintah mereka, kedutaan mereka, pangkalan udara mereka, dan pesawat jetnya dan lain-lain sebagaimana yang telah mereka lakukan terhadap orang-orang Muslim, dimana pun mereka menjumpainya.

Dalam Al Qur'an Allah SWT. berfirman:

"Dan bunuhlah mereka, dimana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusirmu?"

(QS. 2:191).

Bagaimanapun menjadi larangan melakukannya terhadap non-militer (warga sipil) atau orang-orang Yahudi yang tidak berdosa karena ini akan dianggap sebagai pembunuh dan merusak kehormatan manusia.

Dalam Al-Qur`an Allah SWT. berfirman:

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangimu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas" (QS.2:190).

Muslim di Palestina harus dibantu, oleh karena itu menjadi kewajiban seluruh kaum muslimin di dunia untuk membantu secara fikiran, fisik, keuangan dan kemiliteran.

Dalam Al Qur`an Allah SWT. berfirman:

"Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kamu wajib memberi pertolongan kecuali terhadap orang-orang yang kamu telah membuat perjanjian"(QS. 8: 72).

Allah SWT. juga berfirman:

"Dan belanjakanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" dan "Mengapa kamu tidak mau berjuang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita, maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami perlindungan dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!" (QS. 4: 75).

Tidak ada larangan untuk berbuat baik kepada orang-orang yang tidak memusuhi kamu, dan sebaliknya kamu dilarang untuk berbuat baik terhadap orang-orang yang memusuhimu. Dalam Al-Qur`an Allah SWT. berfirman:

"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim" (QS. 60: 7).

Ayat di atas dengan jelas dan tegas sebagai hukuman terhadap para penjahat, yang telah merebut Palestina lebih dari 53 tahun. Oleh karena itu kaum muslimin wajib berperang melawan musuh-musuh mereka dan saling membantu satu sama lain.

Keputusan Islam terkait dengan Perdana Menteri Barak dan perintahnya untuk mengadakan pemeriksaan secara hukum oleh pengadilan-pengadilan Islam independen. Allah SWT. berfirman:

"Ini adalah keterangan bagi manusia sehingga mereka bisa diingatkan"

Maha Suci Allah, hanya kepada-Nyalah kita ta'at, beribadah, menyembah, dan tunduk dan menyerahkan diri kita, memohon ampun dan bergantung.

Dan Allah SWT. berfirman;

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang muslim diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah dalam Taurat, Injil dan Al- Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janji (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar" (QS. 9:111).

KESIMPULAN

Jihad terhadap Yahudi yang menduduki Palestina akan terus berlangsung sampai mereka meninggalkan seluruh wilayah Palestina termasuk Dataran tinggi Golan dan Jalur Gaza, karena perbuatan mereka menyerang kaum Muslimin, harta benda dan wilayah kaum Muslim baik yang dilakukan Amerika, Inggris maupun Yahudi Israel telah mewajibkan atas seluruh kaum Muslimin untuk berjihad melawan mereka.


Mencari bantuan dari orang-orang non-muslim adalah haram, berdosa dan kejahatan utama yang merupakan pengkhianatan terhadap Allah, Rosul dan orang-orang beriman. Oleh karena itu siapapun diantara kamu mengijinkan negaranya menjadi markas Amerika, Inggris dan Yahudi atau angkatan perang orang-orang kafir dan memperbolehkan mereka melewati baik melalui laut maupun udara, membantu secara langsung ataupun tidak langsung, menyerang, melawan kaum muslimin di berbagai belahan dunia, maka akan berperang melawan Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan menghinakan dirinya sendiri sebelum Allah dan sebelum seluruh kaum muslimin memaafkan mereka atas tindakan kejahatannya meskipun pelaku-pelaku kejahatan tersebut (Yahudi dan sekutunya) berdiri dipihak mereka.

Beberapa perjanjian dan konferensi antara musuh Islam baik G7, G8, Amerika, wakil-wakil Islam seperti PLO atau Arab Timur tengah dengan tujuan untuk memberikan tanah kaum muslimin meskipun hanya sejengkal atau untuk menekan dan memerangi gerakan-gerakan Islam atau menangkap anggota-anggotanya, membantu Israel dianggap melakukan perang terhadap Allah dan Rasul Muhammad SAW.

Kelompok Yahudi di Palestina harus dihancurkan. Islam mewajibkan kita untuk membebaskan seluruh tanah kaum Muslimin dari penguasaan siapapun baik Amerika, Yahudi atau kekuatan yang lain.

Fatwa tentang penjajah (Yahudi), negara mereka, angkatan bersenjatanya, cita-citanya, lapangan terbang dan institusi-institusi yang telah dikeluarkan oleh sebagian besar ulama-ulama besar Islam saat ini dikarenakan oleh pendudukan tanah-tanah kaum Muslimin dan agresi-agresi penyerangan terhadap Muslim Palestina.

Fatwa Islam untuk melawan penyerangan secara terang-terangan adalah jihad.

Oleh karena itu peringatan terhadap Yahudi yang menduduki Palestina adalah untuk segera meninggalkan dan kembali ke tempat asal mereka datang atau menghadapi jihad yang telah dibebankan dan mewajibkan atas seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia untuk berperan serta.

DEKLARASI

Wahai Mujahidin, tentara Islam dan para aktivis dimanapun kamu berada berpeganglah pada kitab Allah dan jangan bergantung kepada selain-Nya, perangilah musuh-musuh Islam dan Muslim hanya karena Allah SWT. dan arahkan senjatamu kepada para penjajah Islam.

Salam kepada kaum Muslimin di Palestina atas keberanian dan kegigihannya. Semoga Allah SWT. membantu dengan kesabaran, kemenangan dan kemuliaan dan kekuatan untuk membebaskan seluruh Palestina dan untuk menegakkan kekhilafahan.


Wahai tentara Muslim, janganlah cinta dunia dan janganlah takut mati. Kesenangan dunia pasti akan datang kepada kita karena Allah telah menjamin kita dengan seluruh kekayaan dunia; kita mempunyai minyak, emas, air, sumberdaya yang lain, tanah, manusia, sejarah dan yang lebih utama kita mempunyai Al-Qur`an dan kita adalah generasi penerus Ummah (Bangsa Islam) yang berkuasa lebih dari 1000 tahun.


Kita harus kembali sebagaimana dulu, mendukung kaum Muslimin dimanapun mereka berada secara fikiran, keuangan dan militer sebelum musuh memperbudak kita dan lebih menghinakan kita. Masalah ini sangat berbahaya untuk itu meminta kita untuk mengorbankan jiwa, kekayaan dan darah untuk itu semua. Ingat bahwa kehormatan bangsa tidak dapat diukur dengan tanah atau kekayaan karena kehormatan suatu bangsa bukan barang yang dapat diperjualbelikan, oleh karena itu kita harus siap dan teruskan jihad dan mendukung para mujahid, mati lebih baik daripada terhinakan oleh orang-orang kafir.


Wahai kaum Muslimin, ini adalah kesempatan, jangan sampai kita melewatkannya. Peperangan sangat menegangkan dan saudara Muslim kita teguh dalam jihadnya sehingga kita jangan menghabiskan waktu kita tanpa tujuan yang jelas. Kita harus bertindak mulai sekarang dan meningkatkan perlawanan terhadap keberadaan orang-orang Yahudi di negara kaum Muslimin dan menutup semua kedutaan dan perusahaan-perusahaan mereka. Sesungguhnya, ummah tersebut adalah umat kita, perang mereka adalah perang kita, musuh mereka adalah musuh kita, para mujahidin adalah saudara kita. Kemenangan atau kekalahan mereka adalah kemenangan atau kekalahan kita juga dan kekhilafahan mereka adalah kekhilafahan kita juga.

Wahai tentara Muslim, mujahidin, ulama dan para aktivis, firman Allah SWT. memanggil kita, ummah menangis untuk kita, dan surga menunggu kita, marilah kita berjuang melawan penjajah-penjajah Yahudi, untuk permulaan baru yang sudah dekat.

Allahu Akbar...................!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar