Sabtu, 07 Maret 2009

Biografi Syaikh Al-Mujahid Abdullah ‘Azzam Rahimahulloh

.”Islam tegak di atas pedang!..Islam agama perang!Anti perdamaian!..Islam mengajarkan kekerasan..dsb..dsb”, kata orang-orang kafir Barat. Akibatnya, banyak orang Islam minder dan malu dengan agama mereka sendiri, mereka malu dengan syari’at jihad (perang) dalam agama yang mereka anut. Maka, dengan maksud ‘mengharumkan’ nama Islam di hadapan manusia, khususnya Barat dan dengan tujuan menolak ‘tuduhan’ Barat tersebut, mereka katakana”Tidak! Islam agama damai; Islam tidak mengajarkan peperangan…dsb..dsb..”

Di saat banyak kaum muslimin malu dan minder dengan adanya syariat jihad dalam Islam, di saat mereka sibuk ‘mengharumkan’ nama Islam di hadapan Barat dengan propaganda Islam cinta damai, Islam anti peperangan, dsb, dengan izin Alloh, muncullah Syaikh Abdullah Azzam. Dengan perasaan bangga, tanpa ragu dan bimbang, ia berdiri tegak kepada manusia seluruhnya seraya berseru lantang,“Benar!Islam tegak di atas pedang! Ia adalah perahu yang berjalan di atas genangan darah syuhada’! Islam memang mengajarkan jihad (perang). Bukankah pada fajar munculnya Islam darah Yasir dan Istrinya telah tumpah?!”. Ia kembali menghidupkan jihad di saat orang-orang Islam sendiri, yang dengan tujuan ‘mengharumkan’ nama Islam dan menolak ‘tuduhan’ Barat, mereka justru membunuh jihad dalam Islam. Beliau justru mengobarkan semangat jihad di saat orang-orang Islam sendiri malu dan minder dengan adanya syariat jihad , yang pada akhirnya mereka ingkari dan tinggalkan jihad fi sabilillah…!

Abdullah ‘Azzam. Ia dilahirkan tahun 1941 M di desa Sailatul Haritsiyah Palestina. Hafal Al-Qur’an, ribuan hadits dan syair. Menikah pada umur 18 tahun, kemudian hijrah ke Yordania. Pada tahun 1966 M meraih gelar Lc pada Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Syiria dengan studi jarak jauh (intishob). Tahun 1969 M meraih gelas Majister. Tahun 1974 M menyelesaikan progam doktoral dalam bidang Ushul Fiqh di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dengan predikat Asyraful ‘Ula (cumlaude). Di Yordania, ia ikut berjihad melawan Israel di perbatasan Palestina-Israel sampai akhrirnya pada tahun 1980 diusir pemerintah Yordania karena aktivitas keislamannya. Kemudian mengajar di Universitas Abdul Aziz, Saudi Arabia. Tahun 1982 hijrah ke Pakistan, karena ingin berkonsentrasi pada jihad Afghan. Tahun 1984 bekerja di Islamy sebagai mustasyar (penasehat) dalam bidang pendidikan untuk Rabithah Alam mujahidin Afghan. Di Pakistan, ia berinteraksi dengan para pemimpin mujahidin Afghan seperti ustadz Sayyaf, Hekmatiyar, Rabbani dan Yunus khalis. Beliau akhirnya ikut terjun ke medan jihad Afghan.

Beliau bertemu Rabbnya sebagai syuhada’ pada tahun 1989M, tepatnya hari Jum’at 24 Nopember. Beliau syahid ketika mobil yang baliau tumpangi bersama dua anaknya meledak akibat bom yang dipasang musuh-musuh Alloh. Dengan kepergiannya, pergilah pelita di antara pelita-pelita umat ini. Akan tetapi, berbagai ceramah dan tulisan beliau dengan izin Alloh hingga kini masih hidup sebagai gerakan nyata di kalangan para mujahid yang rela berkorban harta dan nyawa demi ketinggian Tauhid.(Abu Hanifah alBantani al-Jawy)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar