Sabtu, 07 Maret 2009

Bantahan atas Kebohongan dan Fitnah Abu Salma Muhammad al-Atsary kepada Syekh Omar Bakri Muhammad (OBM)


Bantahan atas Kebohongan dan Fitnah Abu Salma Muhammad al-Atsary kepada Syaikh Omar Bakri Muhammad (OBM)
Oleh: Abu Yahya

Alhamdulillahirobbil alamien, wal aqibatu lil muttaqien wa laa udwana illa ala dzolimien.

Amma ba’du!

Allah SWT. berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.”

Tulisan ini adalah bantahan atas kebohongan dan fitnah yang ditulis oleh Abu Salma Muhammad al-Atsary, yang dikirim oleh seseorang dengan nama Abu Aqil Al Atsy ke forum di situs Al Muhajirun.

Tidak aneh, orang-orang seperti Abu Salma atau Abu Aqil, dan sederet nama-nama lain yang satu visi dan misi dengan mereka menulis informasi bohong dan fitnah yang memojokkan Syekh Omar Bakri Muhammad (OBM), dan ulama-ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah lainnya dengan julukan takfiri, khawarij, dan sejenisnya. Syekh Omar Bakri Muhammad sudah terbiasa menerima tuduhan yang berupa ‘pepesan kosong’ baik di London, dan kini di negeri ini oleh orang-orang--meminjam istilah Syekh Abu Muhammad Al Maqdisi—Jamiyyah dan Madkhaliyyah, yaitu orang-orang sesat mariqin (yang keluar dari dien) lagi loyalitas kepada para penguasa negeri-negeri mereka secara umum, dan kepada dinasti Saud secara khusus. Masih menurut Sykeh Abu Muhammad Al Maqdisi (tulisan lengkap beliau bisa dilihat di : http://www.anshar-tauhid-wa-sunnah.blogspot.com/) Mereka itu sekelompok dari masayikh pemerintah dan du’atnya, bahkan banyak dari mereka bagian dari intelejennya, mata-matanya, ansharnya dan wali-walinya.

Hakikat mereka sebenarnya adalah telah disimpulkan oleh banyak ‘ulama dan du’at di zaman kita dengan dua kalimat: “Mereka itu Khawarij Mariqun terhadap du’at dan Murji’ah Zanadiqah terhadap para thaghut”. Mereka terhadap para du’at yang tulus adalah seperti orang-orang yang dikatakan oleh Ibnu Umar radliallaahu’anhu: “Makhluk yang paling jahat, mereka mengambil ayat-ayat yang turun perihal orang-orang kafir terus mereka menjadikannya terhadap orang-orang mu’min”. Sedangkan terhadap para pemerintah thaghut dan para penanggungjawab khamr, maka mereka itu bersikap dengan paham orang yang mengatakan: “Dosa apapun tidak berbahaya bersama keimanan” (Dikeluarkan Al Bukhariy secara mu’allaq dalam 1 bab Qatlil Khawarij wal Mulhidin dari Kitab Istitabatil Murtaddin, dan Al Hafidh berkata dalam Al Fath: Dimaushulkan oleh Ath Thabariy dalam Musnad Ali dari Tahdzibil Aatsar dan sanadnya shahih)

Mereka sebagaimana yang telah kami katakan adalah Khawarij terhadap du’at yang menentang para thaghut kekafiran dan para penguasa zaman sekarang secara umum dan para thaghut dinasti Saud secara khusus. Mereka melancarkan serangannya dan memfokuskannya dengan segenap kemampuan secara khusus terhadap setiap dai’ atau mujahid atau orang alim atau penulis yang menghadang para penguasa kafir walaupun dengan lisan, dimana mereka tidak menjaga padanya tali kekeluargaan dan perjanjian dan mereka tidak mengudzurnya dengan sebab kekeliruan atau takwil, diwaktu yang sama mereka mengada-adakan berbagai alasan dan berbagai alasan serta berbagai alasan bagi para thaghut kekafiran dalam setiap apa yang mereka lakukan berupa kesyirikan yang nyata, kekafiran yang terang dan kemurtaddan yang berlapis-lapis.

Dan upaya mereka dalam menfitnah terhadap para du’at dan membuat laporan tentang mereka kepada para thaghut adalah hal yang terbuka bagi setiap orang yang tidak mereka ingkari, bahkan sesungguhnya mereka itu karena kesesatan dan kezindikannya menilai perbuatannya sebagai qurbah (ibadah), perbuatan baik dan amal shalih yang dengannya mereka mendekatkan diri kepada Allah...!!!.
Naudzubillah min dzalik.

Sampai disitu kutipan dari tulisan Syekh Abu Muhammad Al Maqdisi, yang sebenarnya cukup untuk menilai bahwa tulisan Abu Salma tentang Syekh OBM memiliki semangat yang sama dengan para masyayikh mereka, seperti 1.Muhammad Aman Al Jamiy, asal Ethiopia yang selalu memberikan laporan-laporan kepada pemerintah, 2. Rabi’ Ibnu Hadi Al Madkhali, dosen di Universitas Islam Madinah yang konsen lagi ahli dalam mencela setiap dai yang memerangi para thaghut, dan diantara tokoh yang selalu dicela itu adalah Asy Syaikh Al Mujahid Sayyid Quthub rahimahullah, 3. Falih Ibnu Nafi’ Al Harbiy, dia adalah syaikh dinas mata-mata Saudiy sebagaimana yang diketahui Ikhwan kami di Hijaz, 4. Muhammad Ibnu Hadi Al Madkhaliy, dia adalah ekor para amir dinasti Saud, dan 5. Ali Al Halabiy, pemilik fatwa yang masyhur perihal kewajiban melaporkan para du’at dan mujahidin yang telah dicap oleh dia dan para muqallidnya sebagai takfiriyyin, dan lain-lain yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu dalam kesempatan ini.

Sebelum saya membantah beberapa kebohongan Abu Salma tentang Syekh OBM saya akan menceritakan singkat ‘perkenalan’ saya dengan Abu Salma, via sms. Pada tanggal 14 bulan Januari 2006, Ba’da subuh masuk sms dari Abu Salma (berbahasa Arab) dan dia mengatakan sebagai saudara (Akhuka) dan berasal dari Surabaya (terakhir diketahui bahwa Abu Salma berdomisili di Malang), menanyakan kabar Syekh OBM dan menanyakan apakah saya ada idzin dari beliau (Syekh OBM) menjalankan dakwah Al Muhajirun di negeri ini. Pertanyaan ini saya jawab dengan baik mengingat sudah kewajiban seorang muslim memberikan informasi yang benar kepada saudara muslimnya. Kemudian Abu Salma masih terus mengirimkan sms dan mempertanyakan perihal Syekh OBM. Bahkan Abu Salma sempat mengaku sebagai anggota al-Hizb (HT?) seperti Umar Bakri. (Na’am kuntu a’dho’ al-Hizb kamitsli Umar Bakri,..dst. Ya, saya anggota al-Hizb sebagaimana Umar Bakri), Nah tentu saja ini sebuah kebohongan (kecuali Abu Salma memang pernah menjadi anggota HT, Wallahu’alam bis showab). Dan alhamdulillahnya saya masih menyimpan sms itu. Kemudian, saya sempat menawarkan kepada Abu Salma untuk bergabung di Al Muhajirun (karena Abu Salma tidak menjelaskan identitasnya bahwa dia sudah berada di jama’ah salafy Saudi) dan Abu Salma hanya tertawa serta fikir-fikir dan mau mengkonfirmasi perihal saya dan Al Muhajirun kepada murid Syekh OBM di Luton dan lalu dia mengatakan bahwa Abu Salma adalah murid dari Syekh Abdurrahman Dimasyqqiyah, yang menulis bantahan kepada Syekh OBM (ketika beliau masih di HT), dan menanyakan kepada saya apakah saya mengenalnya, dan saya jawab tidak secara personal, kecuali mengetahui tulisannya melalui situs-situs salafy. (sampai disini sms antara saya dan Abu Salma berakhir).

Mengapa masalah sms anatara saya dan Abu Salma ini penting untuk disampaikan, karena dengan dasar inilah, kebohongan dan ketidaktahuan, Abu Salma dalam menilai dan menjustifikasi Syekh OBM. Bahkan kebohongan dan ketidaktahuan (tapi berlagak paling tahu) inilah yang menjadi bahan dasar Abu Salma dalam menulis artikel tentang Syekh OBM, yakni perbincangan Abu Salma dengan Ustadz Abu Luqman di forum Paltalk (Insya Allah akan dijelaskan berikutnya), yang lalu disebar-sebarkannya dalam situs-situs miliknya dan hingga menjadi artikel yang kemudian dikirimkan ke forum di situs Al Muhajirun. Tulisan ini semata-mata sebagai bantahan atas kebohongan dan fitnah Abu Salma terhadap Syekh OBM. Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi pelajaran dan manfaat bagi siapa pun yang menginginkan petunjuk ke jalan yang benar, Insya Allah.


Satu hal lagi, dalam menulis artikel tentang Syekh OBM jelas-jelas Abu Salma tidak adil dan telah berlaku curang. Saya tidak tahu apakah ketidak adilan dan kecurangan ini menjadi sifat dasar dari Abu Salma atau hanya merupakan kekhilafannya saja. Wallahu’alam. Abu Salma sudah mengetahui bahwa Syekh OBM telah mengganti aqidah dan pandangannya dari sebelumnya yang mu’tazilah asy’ariyyah (ketika di HT) menjadi Ahlus Sunnah wal Jama’ah sejak tahun 2000-an. Abu Salma mengetahui hal ini dan bahkan mendapatkan penjelasan secara langsung dari Syekh OBM (ketika di forum paltak). Tapi dalam artikel yang ditulisnya ini (dan di beberapa artikel yang lain) Abu Salma menikam Syekh OBM dari belakang (karena ketika di hadapan Syekh OBM via paltalk Abu Salma ini tidak menggugat atau pun mengkritik Syekh OBM sama sekali.) dengan mencampur adukkan antara pemikiran terdahulu Syekh OBM (ketika masih di HT) dengan pemikiran dan pendapat-pendapatnya setelah bermanhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Hal ini tentu saja bukanlah sikap yang benar dari seorang muslim. Wallahu’alam bis showab!

Baiklah, sekarang mari kita coba bahas satu persatu kebohongan dan fitnah Abu Salma, Insya Allah.


Abu Salma menulis :

‘Umar Bakri Muhammad, adalah orang yang cukup terkenal di kalangan Hizbut Tahrir (HT), takfiriyyin dan harokiyyin, terutama kalangan muslim di Eropa khususnya Inggris. Dia merupakan salah satu simbol HT di Eropa pada tahun 90-an, lalu berlepas diri dari HT dan mendeklarasikan partai baru, “Muhajirun”. Tidak cukup puas dengan partai barunya, ia membuat partai baru lagi yang diberi nama “Ghuroba’”.

Jawaban :

Alhamdulillah, Syekh OBM menjadi fenomena dakwah di Eropa, Inggris khususnya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari dakwah Al-Muhajirun di London dan Syekh OBM yang sejak tahun 90-an bergiat dalam dakwah (meski pada awal dakwah beliau bergabung di HT) dan alhamdulillah dakwah beliau telah mencapai dua generasi masyarakat Inggris, khususnya di London. Beliau memperkenalkan pergerakan Islam Al-Muhajirun sejak tahun 1996 dan beliau menjabat sebagai Amir seluruh dunia sampai 2003, diikuti dengan perubahan pandangan beliau yakni mengambil Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah sebagai standar Aqidah pergerakannya. Hal tersebut telah dipublikasikan di media massa Arab melalui periode penelitian yang mendalam (tahqiq), pembelajaran (salah satunya bersama Syekh Mujahid Abu Qotadah, semoga Allah SWT. membebaskan beliau dari penjara toghut Yordan) dan refleksi, Syekh OBM akhirnya mengubah aqidah yang berasal dari orang-orang yang menyimpang versi pembahasan aqidah faham Maturidis (yang dipercayai dahulu ketika di HT) kepada konsep aqidah menurut faham shahabat dan golongan Salafus Sholeh, yaitu Aqidah dari Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah. Alhamdulillah.

Dikarenakan alasan syar’i untuk lebih menyatukan pergerakan Islam di UK dengan mazhab yang sama, yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan dikarenakan tidak ashobiyyah (fanatisme) berlebihan terhadap Al Muhajirun, maka Syekh OBM ‘membubarkan’ Al Muhajirun di akhir tahun 2004, khususnya di UK dan menegakkan Followers of Ahlus Sunnah wal Jama’ah atau pengikut Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan dua organisasi terdepannya Al Ghuroba dan Al Firqotun Najiyah. Jadi sekali lagi, adalah sebuah kebohongan dan ke sok tahuan jika Abu Salma mengatakan bahwa Syekh OBM tidak puas dengan Al Muhajirun lalu membuat partai baru, yang diberi nama Al Ghuroba. Apalagi Al-Muhajirun, atau pun Pengikut Ahlus Sunnah wal Jama’ah bukanlah sebuah partai, melainkan sebuah jama’ah.

Kemudian Abu Salma menulis :

Nama ‘Umar Bakri Muhammad ini pernah dicatut oleh salah seorang syabab HT asal Malang di dalam artikelnya seputar penggunaan khobar ahad dalam perkara keimanan. Syabab HT ini juga menulis beberapa artikel lainnya yang menyerang dakwah salafiyyah dan para ulamanya, alhamdulillah beberapa jawaban dan tanggapan atas tuduhannya telah dimuat di dalam blog ini. [Lihat artikel sini dan sini]

Jawaban :

Tentu saja sudah tidak relevan lagi jika pemikiran-pemikiran dan pendapat-pendapat Syekh OBM yang lalu (sebelum beliau menyadari kesalahan-kesalahan aqidah di HT) tentang khobar ahad, apalagi setelah beliau yakin dan bermanhaj salafus sholeh-ahlus sunnah wal jama’ah beliau meyakini bahwa hadits ahad adalah dalil yang sah baik dalam perkara aqidah maupun perkara syariah. Silahkan rujuk dalam banyak artikel dan tulisan beliau tentang masalah hadits ahad, siksa kubur (video) dan buku-buku yang beliau tulis.

Abu Salma kembali menulis :

Kenapa berbicara tentang ‘Umar Bakri?Berbicara tentang ’Umar Bakri Muhammad atau yang biasa disebut oleh para fanatikusnya ”Shaikh OBM” [Omar Bakri Mohammad] cukup penting. Penting dalam artian bahwa ada beberapa media penerbitan dan website yang cukup getol menyebarkan fikrah dan pemahamannya. Bahkan salah satu penerbit buku terbesar di Indonesia, yaitu GIP (Gema Insani Press) menerbitkan salah satu bukunya.Simpatisan OBM ini juga mulai merebak di Indonesia, mereka bahkan membuat buletin, booklet dan website. Diantara website yang mereka kelola adalah website yang bernama ”Muhajirun”. Di dalam website dan selebaran-selebaran mereka ini, pemahaman khowarij takfiri sangat kental. Hal inilah yang menyebabkan saya mengatakan bahwa OBM hijrah dari ghuluw kepada ghuluw yang lain, yaitu dari aqlaniy (rasionalis) mu’taziliy kepada takfiriy khorijiy. Akan datang penjelasan pemahaman aqlaniy dan khoriji-nya pada pembahasan berikutnya.



Jawaban :

Alhamdulillah, dakwah Al Muhajirun, dakwah yang mengikuti pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah (dan disebarkan oleh Syekh OBM sebagai salah satu ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah disamping ulama-ulama lainnya) mulai banyak mendapat simpati di negeri ini. Hal ini tentunya merupakan berita gembira dan patut disyukuri, meski pun sudah sunatullah jika sebuah pemikiran mulai dikenal dan diikuti (apalagi pemikiran yang shahih, Insya Allah) maka para ‘pengganggu’ dan orang-orang yang tidak suka dengannya seketika itu juga akan bermunculan. Salah satunya adalah Abu Salma, dkk ini. Saya jadi ingat ketika Abu Salma pertama kali mengunjungi salah satu situs yang dikelola Al Muhajirun, yakni Al-Ghuroba (setelah awalnya saya mengunjungi situs Abu Salma) maka langsung Abu Salma berkomentar di papan komentar bahwa saya adalah takfiri dan sejak saat itu Abu Salma tidak pernah lagi kontak saya dan mengunjungi situs-situs yang dikelola oleh Al Muhajirun, hingga artikel ini dikirim. Jadi, sudah bukan rahasia lagi kalau Salafy Palsu ini (sebagian menyebutnya dengan Salafy Saudi, Salafy Talafis, atau pun Salafy ma’zum) selalu menyerang ulama dan mujahidin dengan khowarij takfiri. Kita jadi bertanya-tanya apakah mereka sebenarnya memahami apa itu khowarij dan takfiri sebenarnya ? Apakah mereka memang benar-benar mengetahuinya ? Ataukah karena kedengkian mereka dan syubhat serta fanatisme syekh2 mereka telah menutup mata dan mata hati mereka sehingga tidak bisa membedakan antara khowarij dengan para dai serta mujahidin yang ikhlas dan tulus berdakwah, dan membedakan antara takfiri dengan muwahhid. Sungguh fitnah dan sikap fanatisme telah membutakan mata hati mereka. Astaghfirullah.

Abu Salma juga menulis :

Alasan lain mengapa menuliskan artikel singkat ini adalah namanya yang mulai melambung pasca peristiwa 11 September di AS. Hampir semua buku, artikel dan essay yang ditulis oleh para jurnalis kuffar Eropa menjadikan dirinya sebagai salah satu simbol Islam dan membuat penilaian tentang Islam melalui dirinya. Parahnya, media mengatributkan dirinya kepada Wahhabi Salafi.Selain Umar Bakri, yang menjadi sorotan utama media adalah : Sa’ad al-Faqih, Muhammad al-Mis’ari, Abu Qotadah al-Filisthini, Abu Bashir ’Abdul Mun’im Musthofa Halimah, Abu Hamza al-Mishri, Abu Ithar Muhammad bin Mustofa al-Muqri’, Abu Muhammad al-Maqdisi, ’Abdullah Faishal al-Jamaiki dll. Insya Alloh apabila ada keluangan dan kelapangan, pemikiran dan aqidah mereka ini akan kita bahas.


Jawaban :

Apa yang Abu Salma tulis ini menjadi bukti bahwa kedengkian dan membebeknya Abu Salma kepada para masyayikhnya mengakibatkan dia menulis kebohongan dan fitnah terhadap Syekh OBM. Apa yang salah jika pasca 11 September Syekh OBM menjadi ‘terkenal’ ? Beliau memang salah satu dari sedikit ulama yang berani mengatakan pujian dan menyanjung 19 pelaku ledakan WTC sebagai syuhada dan The Magnificent. Karena keberanian beliau mengucapkan Al Haq di hadapan siapa pun yang membuat beliau menjadi rujukan media dimana pun. Tidak seperti ulama-ulama Saudi yang malah mengecam habis-habisan para pelaku peledakan 11 September dan mengasihani kuffar Amerika dan para pemimpinnnya. Anak kecil pun akan tahu siapa sebenarnya yang merupakan ulama pewaris para Nabi, ulama Saudi itukah atau Syekh OBM , serta para ulama yang telah juga disebutkan oleh Abu Salma, seperti Syekh Abu Qotadah, Syekh Faishal, Syekh Abu Bashir, Syekh Maqdisi ? Pastilah Abu Salma dan para pengikut Salafy Saudi ini akan lebih mempercayai dan memuja-muja Syekh Saudi (yang telah mengucurkan banyak dana kepada mereka, sehingga ada anekdot bahwa yang membuat perpecahan di kalangan Salafy Saudi adalah karena perbedaan pendapatan, bukan beda pendapat, Wallahu’alam bis showab).

Abu Salma menulis :

Siapakah Umar Bakri Muhammad?Di dalam buku ”Essential Fiqh” (versi Inggris buku Ushul Fiqh; London: Islamic Book Company, 1996)) karya Umar Bakri, dinyatakan sekilas biografi tentang penulisnya (hal. 3) sbb :”Syaikh Umar bin Bakri bin Muhammad al-Halabi (yang dikenal luas sebagai Omar Bakri Mohammad) berasal dari Aleppo, Suriah. Dia lahir tahun 1958 dan tumbuh berkembang di keluarga muslim yang ortodoks yang dikenal sebagai al-Fostok. Umar memulai studinya tentang Islam dari masa kanak-kanaknya di al-Kuttab (sekolah Islam swasta), dimana ia mempelajari al-Qur’an, ahadits, fiqh dan selainnya. Umar mengadopsi madzhab Syafi’iyah.Umar pernah menemani dan belajar dengan banyak ulama yang berkualifikasi, seperti Syaikh ’Abdullah az-Zamilkani (wafat 1989) dari Zamilka - Damaskus, Syaikh al-Khani dan Syaikh Awadh ad-Dimasyqi. Dia belajar di beberapa institusi terkenal dan terkemuka, termasuk diantaranya di Universitas Syari’ah Damaskus, Universitas al-Azhar, Ummul Quro’ di Makkah dan al-Jamiah al-Islamiyyah di Madinah Munawwarah.Dia aktif dalam beberapa pergerakan Islam seperti “Pelajar Muslim”, al-Ikhwan (at-Thali’ah), ’Ibadurrahman dan Hizbut Tahrir.Dia menulis beberapa buku Islam, diantaranya :* Ushul Fiqh (Dasar hukum Islam berdasarkan 4 madzhab)* Al-Jihad (antara fikiran dan teks)* Ahkamus Sholah* The Book of Khobar al-Ahad (Ulumul Hadits)” [selesai penukilan].Umar Bakri BerbohongSyaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad Sa’id Dimsyqiyyah dalam buku Hizbut Tahrir : Munaqosyah ‘Ilmiyyah (Istanbul, Turki : Maktabah al-Ghuroba’, 1417 H/1997) membantah kedustaan dan klaim Umar Bakri yang menyatakan bahwa dirinya pernah belajar di Universitas Damaskus, Al-Azhar, Ummul Quro’ dan Jamiah Islamiyah Madinah.Beliau mengatakan : “Dia (Umar Bakri) mengetahui bagaimana mulianya nama Makkah dan Madinah di kalangan ‘ajami (non Arab), maka ia mengklaim bahwa ia menghabiskan hidupnya belajar di dua kota suci ini. Dikarenakan biografinya tidak majhul (tidak dikenal), sesungguhya ia selama berada di Makkah dan Madinah tidak menuntut ilmu sedikitpun di universitas manapun, namun ia di sana hanyalah seorang pegawai perusahaan Elektrik Timur yang dimiliki oleh Syamsan dan ‘Abdul ‘Aziz as-Subai’i di Riyadh. Kemudian ia pindah ke cabang perusahaan di Jeddah, sedangkan ia tidak pernah belajar di satu universitaspun di sana. Kemudian ia pergi ke Amerika selama beberapa bulan belajar Bahasa Inggris lalu ia pergi lagi dan pindah ke London dan menjadi mufti Hizbut Tahrir di sana. Kami menyebutkan biografinya ini dengan kebenaran, bahkan kami menantangnya untuk menunjukkan ijazah Universitas Ummul Quro’ Makkah dan Universitas Islam Madinah apabila ia jujur (pernah belajar di sana).” [selesai, Hizbut Tahrir, opcit, hal. 23].

Jawaban :

Kita lihat, bagaimana Abu Salma dengan begitu berani mengatakan Umar Bakri Berbohong, hanya dengan mengutip pendapat Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad Sa’id Dimsyiqiyyah (yang dikatakan sebagai gurunya itu) tanpa melakukan tabayyun baik kepada Syekh OBM langsung atau kepada para pengikutnya. Bahkan biografi dari Syekh ‘Abdurrahman inilah yang ‘aneh’ dan tidak pernah ditemukan hatta hasil pencarian di situs-situs pencari semisal google dan lainnya yang nota bene berasal dari media kuffar.

Informasi shahih tentang beliau menjelaskan bahwa Syekh OBM pada awalnya belajar kepada Sykeh Abdullah bin Muhammad Ibn Ibrahim Al-Zamilkaani mulai tahun 1972 –1975 dalam ilmu Ushul Fiqh, dan I’jaz Al-Qur’an di Damaskus. Murid-murid seangkatan Syekh OBM pada waktu itu adalah :

Syekh Muhammad Al Dali
Syekh Essam Ad Libby
Syekh Muhammad Fakihani
Syekh Marwan Mehyu dan Syekh Muhammad Halabi


Bahkan, Syekh OBM menjadi musyrif (pengajar) bagi rekan-rekan seangkatanya.

Syekh OBM juga belajar kepada Syekh Usama Bin Ta ha Al-Khani dalam ilmu Khatabah dan tasawuf. Dia adalah khatib dan imam masjid An Nur di Damaskus dan murid dari Mufti Ahmad Kiftari (Mufti Syiria) dan pimpinan Jamiatul Shehab Al Muslim yang mengajar di Beirut. Syekh OBM belajr kepadanya sejak tahun 1974 –1978.

Syekh OBM juga belajar Siroh kepada Seykh Muhammad Awwad dari Damaskus dari tahun 1977 sampai 1978, dengan Syekh Khalil Al Meiss, pimpinan ustadz di Tripoli sejak tahun 1977 –1979 Syekh OBM belajar syariah di Al Azhar Beirut.

Syekh OBM belajar kepada Syekh Wahabi Zuhaili (bukan DR. Wahbah az-Zuhaili Professor dan guru besar fikih di Universitas Damaskus, tapi ayah atau kakeknya) di Universitas Dakmaskus sejak tahun 1975 hingga 1977 dimana beliau mendapatkan ijazah Fiqih dan syariah. Jadi, suatu kebenaran jika Syekh OBM mengatakan bukan Zuhaili yang itu (DR. Wahbah az Zuhuaili) tapi Zuhaili lainnya, yakni ayah atau mungkin kakeknya. Jadi sebuah kebohongan dan fitnah yang keji jika dikatakan Syekh OBM melakukan tadlis syuyukh, Wallahu’alam.

Syekh OBM kemudian meninggalkan Beirut pada tahun 1979 dan menuju Saudi Arabia, berhaji dan kemudian ke Al Azhar Kairo dan belajar di sana selama 6 bulan, namun tidak berlanjut dikarenakan alasan finansial dan tidak adanya sponsor. Beliau kemudian kembali ke Saudi Arabia di tahun yang sama, 1979 dan tinggal di sana hingga 1985, untuk kemudian beliau dideportasi ke UK dikarenakan aktivitas dakwah beliau.

Di Mekkah, Syekh OBM belajar di Ummul Quro dari tahun 1980 – 1982 dan mendapatkan ijazah diploma dalam kompilasi Al Qur’an. Pada saat yang sama, beliau mengajukan sebuah tesis untuk PhD dengan judul “Nizdzam al Khilafah in Islam”, namun Universitas Madinah menolak usulan tersebut dan meminta beliau agar menulis tesis tentang Thoharah (wudhu) dan tentu saja hal ini ditolak mentah-mentah oleh Syekh OBM. Dengan demikian, kalau mau dikumpulkan, Syekh OBM memiliki ijazah BA dalam ilmu syariah dari Universitas Damaskus, gelar MA dalam ilmu syariah dari Universitas Imaam Uzaie dan ijazah diploma dalam ilmi kompilasi Al Qur’an di Ummul Qurro Mekkah. Jadi silahkan saja kalau memang Abu Salma penasaran ingin melihat seluruh ijazah-ijazah Syekh OBM untuk menghubungi beliau baik secara langsung atau melalui halaqah paltalk yang setiap harinya beliau lakukan. Insya Allah, Syekh OBM dengan senang hati akan menjawab dan menunjukkan kepada antum tentang hal itu semua.


Hanya saja, poin yang harus disadari adalah bukan ijazah yang bertumpuk dan gelar-gelar yang berderet memenuhi nama seseorang. Yang terpenting dari semua itu adalah petunjuk dari Allah SWT. Mungkin ada banyak ulama dengan ijazah dari seluruh universitas Islam terkenal di seluruh dunia, tetapi dia bisa saja menjadi kafir murtad, jahil atau tersesat. Seorang yang terpelajar pun bisa menjadi pembohong, fasik. Dengan demikian, seorang ulama bukan hanya harus seorang yang terpelajar, tetapi dia adalah orang yang telah ditunjuki oleh Allah SWT. kepada Al Haq. Dengan demikian, Syekh OBM adalah seorang ulama yang terpelajar dan alhamdulillah mendapat petunjuk dari Allah SWT. kepada Al Haq, sehingga beliau mengganti aqidahnya terdahulu (yang diyakininya ketika di HT) kepada aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Insya Allah.

Abu Salma kemudian melanjutkan kebohongannya :

Pendapat Aneh Umar BakriSetelah berdomisili di negeri kafir Inggris, Umar Bakri mulai menjadi terkenal dan bahkan ia diangkat sebagai mufti Hizbut Tahrir Inggris. Selama dalam tahap aqlaniy inilah dia banyak mengeluarkan pendapat-pendapat dan fatwa nyeleneh, diantaranya :

Jawaban :

Telah jelas pada bagian awal bahwa Abu Salma mencampuradukkan sikap dan pandangan-pandangan Syekh OBM sebelum dengan sesudah beliau mengganti aqidahnya. Abu Salma berpura-pura tidak tahu akan hal ini, padahal dalam suatu kesempatan Abu Salma mendapatkan keterangan yang cukup tentang pergantian sikap dan pandangan Syekh OBM ini (mengenai masalah ini silahkan lihat perbincangan antara Abu Salma dan Abu Luqman dan lalu dengan Syekh OBM dalam forum paltalk di situs : http://gurobabersatu.blogspot.com/)

Tapi bagaikan orang yang penasaran dan tidak senang dengan fakta tersebut, Abu Salma selalu mencampuradukkan kedua keadaan tersebut dan memposisikan dan mencoba meyakinkan siapa pun dalam tulisannya seolah-olah Syekh OBM masih bersikap dan berpandangan layaknya HT. Sungguh sebuah fitnah dan kebohongan yang licik dan dipenuhi dengan kedengkian. Entah apa maksud dan tujuan Abu Salma melakukan hal ini. Dengan demikian, seluruh pendapat-pendapat dan sikap-sikap Syekh OBM sebelum beliau mengganti aqidahnya kepada aswj menjadi tidak relevan lagi untuk dibahas dan dikomentari, khususnya yang dinukil oleh Abu Salma dari buku Hizbut Tahrir munaqosyah ‘ilmiyyah karya Syekh Abdurrahman Dimasyqqiyah.

Kemudian Abu Salma menulis :


Hijrah Umar Bakri dari Aqlani kepada TakfiriPenghujung awal 2000-an, Bakri mendirikan partai “Muhajirun”, lalu setelah itu ia membubarkannya dan mendirikan partai baru “Al-Ghuroba”. Ia mendeklarasikan dirinya sekarang di atas aqidah dan manhaj ahlus sunnah wal jama’ah. Ia mulai sibuk memberikan ceramah seputar aqidah salafiyyah dan menukil dari buku-buku klasik karya imam salafiyyah semisal Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah serta Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab.

Jawaban :

Terlihat kebohongan dan kesoktahuan Abu Salma. Syekh OBM mendirikan Al Muhajirun sejak tahun 1996 (dalam pembicaraan dengan Abu Luqman di paltalk Abu Salma sebenarnya sudah diberitahukan bahwa Syekh OBM mendirikan Al Muhajirun di tahun 1996).

Alhamdulillah, dan sesuatu yang benar jika Syekh OBM mendeklarasikan dirinya berada di atas aqidah aswj dan sibuk berdakwah seputar aqidah salafus sholeh (bukan salafiyyah yang fanatisme kepada syekh-syekh Saudi) dan menukil buku-buku klasik karya imam salafus sholeh (bukan imam-imam salafy Saudi) semisal Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qoyyim, dan Syekh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab. Alhamdulillah, semua ini berkah dan karunia yang sangat besar dari Allah SWT.

Abu Salma menulis lagi :

Ia mulai memberikan ceramah tentang asma’ wa shifat yang shahih menurut madzhab salaf dan membantah pemahaman Asy’ariyah Maturidiyah dan Mu’tazilah. Ia juga mulai aktif memberikan ceramah seputar tauhidul ibadah dan kewajiban mentauhidkan Alloh di dalam segala hal. Tidak diketahui darimana ia mempelajari aqidah salafiyyah dan kepada siapa ia mengambil ilmu di dalamnya.

Jawaban :

Abu Salma dalam hal ini mengakui bahwa Syekh OBM sudah berubah dan telah mengganti seluruh pemahaman ‘menyimpang’nya sewaktu di HT dahulu dan menggantinya dengan pemahaman yang shahih, Insya Allah, yang berasal dari pemahaman salafus sholeh-aswj. Hanya saja Abu Salma memang tidak tahu (itulah mengapa saya katakan dia atau Abu Salma hanya sok tahu dan tidak benar-benar mengetahui siapa sesungguhnya Syekh OBM itu) darimana Syekh OBM mempelajari aqidah salafus sholeh dan kepada siapa beliau mengambil ilmu di dalamnya.

Alhamdulillah, Syekh OBM diberikan petunjuk oleh Allah SWT. sehingga beliau mengganti pandangannya tentang masalah aqidah. Buku yang paling berpengaruh yang mengantarkan beliau sampai kepada aqidah aswj adalah buki karya Imam Abul Hasan Al Asy’ary, Al Ibaanah fil Ushul ad-Diyaan, dimana beliau melakukan pengkajian mendalam (tahqiq) dan lalu melakukan diskusi-diskusi intens dengan ulama-ulama aswj yang ada di Londok, UK, salah satunya adalah Syekh Abu Qotadah Al Filistin (semoga Allah SWT. membebaskan beliau segera dari penjara toghut Yordan, Amin). Syekh OBM selama kurang lebih 3 tahun mempelajari dan berdiskusi dengan Syekh Abu Qotadah, hingga akhirnya alhamdulillah, beliau mengganti manhajnya menjadi aswj.

Abu Salma kemudian menulis :

Penekanan utama dirinya saat ini adalah perlawanan terhadap ”thoghut”, dan ia mulai memberikan definisi-definisi tertentu dan tersendiri terhadap “thoghut” ini. Berbekal kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abdil Wahhab, dengan pemahamannya sendiri, ia mulai menyebarkan pemahaman takfir. Ia mengatakan barangsiapa yang menolak masalah takfir dalam Islam maka ia kafir. Ia juga menyatakan, barangsiapa tidak mengkafirkan orang yang kafir (menurut definisi dia) maka ia adalah kafir.Tidaklah heran apabila setiap ceramahnya selalu penuh dengan kata-kata “kafir” dan “kafir”. Ia mengkafirkan seluruh negeri kaum muslimin yang ada. ia mengkafirkan raja Fahd dan menyebutnya sebagai “Thoghut” dan siapa saja yang bekerja di bawahnya maka adalah antek “thoghut”. Oleh karena itulah, hampir semua ulama di Kerajaan Saudi dituduhnya antek thgohut bahkan sebagiannya dikafirkan.

Jawaban :

Inilah perbedaan antara salafus sholeh yang hakiki, Insya Allah, dengan salafy palsu, para pemuja dan pembela rezim toghut Saudi, yakni dalam takfir kepada toghut. Ulama-ulama salafus sholeh yang hakiki dengan keimanan yang lurus dan bersih dan niat tulus ikhlas berdiri dengan gagah berani menyampaikan al haq, baro’ah kepada penguasa toghut dan menyatakan takfir kepada para toghut-toghut tersebut. Sementara itu, para ulama suu’ ini, berlindung di ketiak para penguasa toghut dan lalu memusuhi dan menuduh serta melakukan kebohongan kepada para ulama yang sholih, dan lalu mereka mengklaim sebagai salafus sholeh dan ahlus sunnah wal jama’ah. Dimanakah letak kebenarannya.

Begitulah yang dilakukan salafus sholeh, Ibnu Taimiyyah, Syekh Abdul Wahhab, yakni mengingkari toghut, dan bukankah hal itu (takfir kepada toghut) merupakan pilar tauhid yang pertama dan utama, baru kemudian Beriman kepada Allah SWT.

Syeikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: “Dan thoghut secara umum, adalah sesuatu yang disembah selain Allah, dan itu disetujui untuk disembah, diikuti atau ditaati.” (Risalatun fii Ma’naa At Thoghut oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab)

Bahkan Allah SWT mengutus seorang Rasul kepada setiap komunitas dengan risalah yang sama: beribadah dan hanya menaati Allah, dan menjauh dari Thoghut:

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thoghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya . Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS An Nahl, 16: 36)

Kewajiban selanjutnya dalam menolak thoghut adalah seseorang harus melakukan takfir kepada thoghut (Syaitan). Tidaklah mungkin bagi thoghut (syaitan) bersama-sama dengan seorang Muslim karena thoghut adalah sesuatu yang disembah atau ditaati selain Allah; atau karena thoghut adalah Tuhan palsu.

“...barangsiapa yang ingkar kepada Thoghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (QS Al Baqarah, 2: 256)




Seseorang yang tidak melakukan Takfir dengan mendeklarasikan Syaitan (thoghut) menjadi kafir adalah kafir. Ini karena Allah SWT telah mendeklarasikan Syaitan menjadi Kafir dalam Qur’an. Selanjutnya, Allah SWT telah juga mendeklarasikan seseorang yang menyembah thoghut (dengan memutuskan perkara kepadanya) menjadi Kafir juga:

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thoghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS An Nisaa’, 4: 60)

Jadi, masalah takfir ini sebenarnya sudah sangat jelas bagaikan matahari di siang hari, tiada keraguan sidikit pun. Hanya orang-orang yang mata hatinya buta dan ditutupi oleh fanatisme sempit yang tidak bisa melihat kejelasan hukum-hukum takfir dan aplikasinya, Insya Allah.

Mengenai kafirnya raja Fahd dan statusnya sebagai toghut yang dengan demikian siapa pun ulama yang melindungi dan mempertahankan kekufurannya dengan jelas dan nyata juga adalah toghut sangatlah jelas hukum dan dalil-dalinya.

Allah SWT berfirman :

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS Huud 11: 113)

Siapakah orang yang lebih salah dari orang yang membela syaitan atau orang-orang yang membuat keringanan atas ke-kufuran-nya? Jika seseorang tidak menolak thaghut (dalam realitas, tidak hanya secara teori) bagaimana bisa kita mempercayai dia untuk masalah dien kita? tauhid adalah persoalan yang utama yang harus diperhatikan. Dengan demikian, setiap ulama yang melindungi toghut dan tidak menolak toghut, maka dia adalah toghut. Wallahu’alam bis showab!

Abu Salma melanjutkan :

Diantara ulama besar Saudi Arabia yang dikafirkan olehnya adalah al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullahu. Ia mengkafirkan Imam Ibnu Baz lantaran posisinya sebagai mufti kerajaan Saudi yang disebutnya negeri “thoghut”. Ia juga menuduh kafir dan fasiq haiah kibaril ulama di saudi Arabia. Saya pribadi beberapa tahun silam, pernah bertanya kepadanya via paltalk tentang beberapa ulama yang ia kafirkan dan ia tuduh sebagai murji’ah. Diantara yang dikafirkannya adalah DR. Yusuf al-Qordhawi.

Jawaban :

Masalah takfir dalam timbangan syara’ sudahlah sangat jelas, khususnya dalam pemahaman yang ‘selamat’ (aswj, Insya Allah) yakni berada diantara khawarij yang mengkafirkan seluruh pelaku dosa besar dan murji’ah yang tidak mengkafirkan siapa pun yang jelas-jelas melakukan perbuatan atau ucapan yang mekafaroh (dapat membuatnya kafir). Selain itu, masalah takfir mu’ayyan (mengkafirkan individu tertentu) telah dilakukan baik sejak zaman Nabi SAW, para sahabat, hingga salafus sholeh. Banyak contoh dalam masalah ini (silahkan rujuk ke artikel Kesalahan Penghalang Takfir di situs Al Muhajirun).

Jika ada beberapa ulama memperbolehkan menyembah berhala atau kuburan atau mengenakan salin, tidak diragukan lagi akan ada banyak orang yang menyebut mereka kafir. Lalu apa ada perbedaan antara hal ini dengan adanya ulama yang membolehkan muslim untuk bergabung dengan orang-orang salib dan kekuatan orang-orang kafir. Bahkan kemudian memperbolehkan orang-orang kafir tersebut dengan bala tentaranya memasuki dua tanah suci al haramain. Apakah sebutan kepada ulama tersebut adalah kafir ? Jawabannya tentu saja ya… !!!

Pengtakfiran terhadap bin Baz (yang telah menghalalkan darah para mujahid dan keluarga mereka di Jazirah Arab) tidak hanya dilakukan oleh Syekh OBM. Beberapa ulama ahlus sunnah wal jama’ah telah baro’ dari dirinya dan mendeklarasikan takfir, termasuk syekhul mujahid Abu Muhammad al Maqdisi (Semoga Allah SWT. segera membebaskan beliau dari tahanan toghut). Begitu pula dengan takfir kepada Syekh Yusuf Al Qaradhawi. (Dalam kesempatan lain Insya Allah akan dibeberkan fakta-fakta kekafiran mereka, Insya Allah).

Abu Salma melanjutkan :

“Ulama” ahlus sunnah yang dianggapnya di zaman ini adalah mereka-mereka yang gemar mencela penguasa, mengajak kepada pemberontakan dan mengobarkan pemikiran takfir. Maka tidak heran apabila ia begitu mengagumi Usamah bin Ladin, Aiman azh-Zhawahiri dan organisasi mereka, al-Qaida’. Walaupun tidak pernah turun ke medan jihad, Umar Bakri sibuk dengan provokasi jihad melawan penguasa kaum muslimin.

Jawaban :

Menurut Asy-Syahid Syaikh Yusuf bin Sholih Al-‘Uyairy Al-Battar Rohimahulloh, salah seorang ulama ahlus sunnah wal jama’ah yang dibunuh rezim toghut Saudi, dalam bukunya Idhoat ‘Ala Darbil Jihad atau yang diterjemahkan menjadi Petunjuk Praktis Menjadi Mujahid, dijelaskan salah satu dari pintu-pintu jihad, yakni pintu jihad ketiga :

“Di antara sarana jihad yang pokok, yang disebutkan dalam sabda Rosululloh
shollallohu 'alaihi wa sallam di depan adalah jihad dengan lisan. Jihad dengan lisan ini mempunyai peran yang sangat besar, bahkan terkadang memiliki perang lebih besar daripada jihad secara fisik, saya katakan terkadang dan bukan selamanya. Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa
sallam yang diriwayatkan oleh Al Bukhori dan Muslim:

“Makilah orang-orang Quraisy, karena makian itu lebih menyakitkan mereka daripada tusukan tombak.”

Maka, jihad dengan lisan itu mempunyai peran yang sangat besar, dan ini merupakan tahapan yang pertama sebelum dilakukan jihad secara fisik dan jihad dengan harta. Orang itu tidak dapat dimotifasi untuk berjihad secara fisik kecuali dengan lisan, dan tidak dapat diberi motifasi untuk berjihad dengan harta kecuali dengan lisan. Dengan demikian jihad dengan lisan itu memiliki peran yang sangat besar, dan ini adalah satu-satunya jihad yang dapat dilakukan oleh semua kalangan mukallaf, karena semua mukallaf dapat berjihad dengan lisannya dengan cara apapun.

Dan di antara cabang dari jihad dengan lisan adalah memberikan penjelasan tetang hakekat serangan kaum salib yang dilancarkan terhadap Islam, membela mujahidin dan mempertahankan kehormatan mereka. Hal itu dapat dilakukan di tengah-tengah keluarganya, di kalangan orang-orang awam di forum-forum, di masjid-masjid, di tempat-tempat kerja dan di sekolahan-sekolahan. Setiap muslim wajib untuk berjihad dengan lisannya sesuai dengan
kemampuannya, dan jihad dengan lisan itu tidak ada syarat apapun untuk melakukannya. Bahkan setiap kata-kata yang diketahui oleh seorang mukallaf dapat menyingkap kedok orang-orang salib, atau dapat membantu mujahidin maka wajib baginya mengucapkannya dan menjelaskannya kepada
orang lain, wallohu a'lam.

Dan di antara cabang jihad dengan lisan adalah menulis dan menyebarkan produk yang mengandung materi yang dapat memotifasi jihad dalam semua bentuknya, baik buku, kaset, bulletin dan lainya. Dan bagi orang yang tidak mempunyai kemampuan menulis buku hendaknya menyebarkannya baik dengan tangan, dengan faks atau dengan email. Dan di antara jihad dengan lisan juga adalah menulis makalah di majalah-majalah, bulletin-bulletin, tabloid-tabloid, menulis di internet, surat-menyurat melalui email kepada ribuan manusia, membela Islam di setiap kesempatan. Sarana jihad dengan lisan ini banyak sekali dan saya telah memberikan contoh-contohnya yang dapat
menjelaskannya, wallohu a'lam. (Demikian Syekh Yusuf Al Uyayree)

Alhamdulillah, Syekh OBM adalah orang yang terdepan dalam melakukan jihad dengan lisannya kepada rezim kuffar UK dan juga kepada penguasa toghut dimana pun dan juga para muftinya. Alhamdulillah.

Abu Salma melanjutkan :


Dulu, ketika ia masih aktif di HT, ia hanya mengkafirkan negeri-negeri muslim yang tidak berhukum dengan hukum Islam kecuali hanya beberapa negeri, seperti Iran; namun sekarang ia mengkafirkan seluruh negeri tanpa terkecuali termasuk pemimpin-pemimpinnya dan ulama-ulama di dalamnya secara spesifik (mu’ayan).Pemahaman takfiri Umar Bakri sesungguhnya lebih dahsyat dan lebih buruk daripada pemahaman takfiri orang-orang semisal Abu Muhammad al-Maqdisi, Abu Bashir ath-Thurthusyi dan Abdul Qodir Abdul Aziz. Karena mereka-mereka ini belum mengkafirkan para ulama semisal Ibnu Baz dan lainya. Bahkan, mereka terkadang menukil sebagian ucapan masyaikh ini yang selaras dengan pemahaman takfir mereka. Namun mereka tidak pernah mengkafirkan para ulama ini, walau mereka menuduhnya sebagai antek penguasa atau beraqidah irja’.

Jawaban :

Peryataan Abu Salma ini kembali menunjukkan ketidakfahaman dan ketidaktahuannya tentang Syekh OBM. Sejak dulu Syekh OBM menganggap tidak ada satu pun negeri Islam (darul kufur) hatta Saudi Arabia, dan hingga kini pun pandangan beliau tetap sama, kecuali untuk kasus terbaru di Iraq dan Afghanistan, dengan munculnya Daulah Islam Iraq dan Imaarah Khassah Afghanistan (kepemimpinan Islam yang khusus) di sana.

Tentang dahsyatnya dan lebih buruknya pemahaman takfir Syekh OBM dibandingkan dengan ulama aswj lainnya nampaknya tidak ada bukti kuat yang mendukung peryataan tersebut. Yang ada malah bukti bahwa Syekh Al Maqdisi termasuk ulama yang mentakfir bin Baz, wallahu’alam bis showab!

Abu Salma melanjutkan bualannya :


Umar Bakri Layak Diberi Gelar “Mudallis” Di dalam biografi versi barunya, ia mengklaim pernah belajar kepada az-Zuhaili seorang ahli fikih kenamaan dari Damaskus. Dengan menyebut nama hanya az-Zuhaili, ia telah melakukan tadlis agar mereka yang membacanya mengira bahwa ia pernah belajar kepada DR. Wahbah az-Zuhalil, seorang profesor dan guru besar fikih di Universitas Damaskus. Ketika dicek dan diperiksa oleh seorang ikhwan London kepada DR. Wahbah az-Zuhaili, apakah beliau pernah mengenal orang yang bernama Umar Bakri, DR. Wahbah mengingkari hal ini. Ketika berita ini dikonfirmasi kepada Umar Bakri, ia dengan piawainya mengatakan : ”No, no that Zuhaylee, but another Zuhaylee” [Lihat The Devil Deception of Abdullah Faisal (ebook), salafimanhaj 2007, hal. 13]. Di dalam ilmu hadits, ini termasuk tadlis syuyukh.

Jawaban :

Untuk tuduhan mudallis sudah dijelaskan di awal, yaitu Syekh OBM belajar kepada Syekh Wahabi Zuhaili (bukan DR. Wahbah az-Zuhaili Professor dan guru besar fikih di Universitas Damaskus, tapi ayah atau kakeknya) di Universitas Dakmaskus sejak tahun 1975 hingga 1977 dimana beliau mendapatkan ijazah Fiqih dan syariah. Jadi, suatu kebenaran atau bukanlah dusta jika Syekh OBM mengatakan bahwa beliau bukan belajar kepada Zuhaili yang itu (DR. Wahbah az Zuhuaili) tapi Zuhaili lainnya, yakni ayah atau mungkin kakeknya. Jadi sebuah kebohongan dan fitnah yang keji jika dikatakan Syekh OBM melakukan tadlis syuyukh, Wallahu’alam.

Abu Salma kembali membuat kebohongan :

Umar Bakri Mengkafirkan Daulah ThalibanApabila kaum takfiriyyin mengagungkan dan memuji daulah Thaliban, maka sesungguhnya Umar Bakri mengkafirkannya hanya karena setelah negara Afghanistan dikuasai oleh milisi Thaliban, beberapa tahun setelahnya negara ini bergabung dengan PBB. Menurut kaidah Umar Bakri, PBB adalah lembaga kufur buatan thoghut dajjal kuffar. Barangsiapa ridha dan rela bekerjasama dengan lembaga kufr ini maka kafir. Oleh karena itu Umar Bakri turut menyebut negeri ini dengan Darul Kufr sebagaimana negeri-negeri muslim lainnya. [Harian Syarqul Ausath, no. 2 Agustus 2001].

Jawaban :

Tentang darul kufur dan Imaarah Khassah Afghanistan telah disinggung juga sebelumnya. Dengan demikian, jika memang Taliban bergabung dengan PBB ketika itu (bisa jadi berita ini juga kedustaan pers, karena Mullah Muhammad Umar dalam buku biografinya tidak pernah sekalipun dan sedetik pun bergabung dan tunduk kepada intitusi kufur seperti PBB, wallahu’alam) maka daulah Taliban juga menjadi daulah kufur, naudzubillahi min dzalik. Dan faktanya hal itu tidak terjadi hingga detik ini, alhamdulillah.
Abu Salma kembali menulis :Mendung Kelam Dalam Klaim Ahlus Sunnah Umar BakriSemenjak 2001, Umar Bakri mengklaim sebagai ahlus sunnah dan mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu penyeru kepada ahlis sunnah. Namun, ada beberapa mendung kelam yang menyelimuti klaimnya ini. Diantaranya :* Pada tahun 90-an, Umar Bakri dikenal akan sikapnya yang tasyayu’ dan mengajarkan fikih madzhab Ja’fari. Ia juga sering memuji-muji aliran Syi’ah dan bahkan ia pernah memuji Khomeini dengan pujian selangit. Namun setelah ia mengklaim telah hijrah kepada ahlus sunnah, ia tidak pernah mengumumkan atau mengakui kesalahannya secara terbuka di dalam pujiannya dan kecenderungannya kepada Syi’ah.

Jawaban :

Itu fikroh Syekh OBM sebelum beliau bermanhaj aswj. Saat ini untuk pandangannya tentang kekufuran syiah rafidhoh sangatlah jelas dan bisa dilihat dilinkini:http://www.omarbakri.info/index.php?cmd=3&path=Articles/Groups%20and%20Sects/Raafidah.htm&hd_elm=2&depth=1

Abu Salma menulis :


* Tidak mengakui kedustaannya yang mengklaim pernah belajar di Ummul Quro’ Makkah dan Universitas Islam Madinah. Bahkan di bukunya terbaru, ia mengklaim belajar di ”Madrasah Saltiyyah” dan tidak menyebutkan lagi tentang studinya di Makkah dan Madinah. [lihat buku terbarunya hal. 7 di sini].

Jawaban :

Sudah disampaikan dibagian awal


Abu Salma :


* Tidak jelas sikapnya di dalam masalah khobar ahad dan penolakannya di dalam masalah aqidah. Hal ini terbukti dengan masih terdistribusinya bukunya khobar ahad karyanya di toko-toko buku Eropa dan termasuk di beberapa website. Diantaranya Muhammad Lazuardi al-Jawi alias Mujaddid (baca : Mudzabdzab) masih beristidlal dengan tulisannya ini.

Jawaban :

Sikap dan pandangan Syekh OBM terhadap hadits ahad sudah sangat jelas dan tegas setelah beliau bermanhaj aswj, yakni menerima dan mengimaninya. Silahkan rujuk ke perbagai artikel dan tulisan beliau tentang masalah ini, Insya Allah.

Abu Salma :


* Tidak memiliki guru dan syaikh ahlus sunnah yang jelas. Ia terkesan belajar secara autodidak dan memahami permasalahan menurut pemahamannya sendiri. Sehingga yang keluar dari pemikirannya adalah takfir dan khuruj kepada penguasa dan kaum muslimin.

Jawaban :

Sudah dijawab secara tegas bahwa Syekh Abu Qotadah Al Filistin adalah salah satu guru sekaligus sahabat beliau, disamping Syekh Abu Hamzah Al Misri, dan Syekh Faishal. Selain itu, apa yang salah dengan belajar secara outodidak jikalau memang memiliki kapasitas melakukan hal tersebut (ilmu alat dan studi mendalam yang sebelumnya telah dilakukan oleh Syekh OBM) dan petunjuk dari Allah SWT.

Abu Salma menulis :

Jahil terhadap aqidah dan manhaj salaf, sebagaimana tertuang dalam buku-buku, ceramah dan seminar yang dihadiri olehnya. Ia pernah mengatakan bahwa : ”Imam Ahmed rose against and publically championed people against the state” [Lihat ebooknya hal. 111, catatan kaki no 123.]

Jawaban :

Siapakah yang jahil terhadap manhaj salaf ? Apakah Abu Salma telah membaca dan meneliti buku-buku dan tulisan Syekh OBM setelah beliau bermanhaj ASWJ. Saya sarankan agar Abu Salma membaca dulu sampai tuntas buku-buku beliau terutama tentang manhaj salaf dan tentang ASWJ, baru berkomentar. Apa yang antum ketahui tentang manhaj salaf tidak jauh berbeda dengan mufti-mufti Saudi pembela para toghut itu, apakah itu manhaj salaf ? Apakah antum memang belum pernah membaca biografi Imam Ahmad yang berdiri tegar menentang para khalifah di zamannya yang berpendapat Al Qur’an adalah makhluq ? Jadi siapa yang jahil terhadap aqidah dan manhaj salaf ?


Abu Salma kembali menulis :


Dikafirkan oleh Abdullah Faishal al-Jamaiki, salah seorang takfiri tulen di Eropa pula. Bahkan Umar Bakri juga dituduh khowarij takfiri oleh sesama takfiri, yaitu oleh Abuz Zubair dkk. dari islamicawakening (shahwahislam), dan Bakri balas menuduh mereka sebagai irja’ murji’i.

Jawaban :

Abdullah Faishal al Jamaiki mengkafirkan Syekh OBM ? Coba antum berikan bukti outentik dimana dan kapan Syekh Faishal mengkafirkan Syekh OBM. Juga Syekh Abu Zubair, dkk, kalau memang perkataan antum itu bukan kebohongan dan fitnah semata.

Abu Salma kembali menulis :Penutup : Apa Yang Ingin Dicari Dari Orang Semisal Bakri?Kepada para pemuda Islam yang terkena fitnah dan syubhat Umar Bakri, yang menjalankan website dan mengedarkan publikasi berisi pemahaman dan pemikiran sesat Umar Bakri, apa yang hendak anda cari dari orang semisal Umar Bakri?

Jawaban :

Syekh OBM adalah salah satu dari sedikit ulama ahlus sunnah wal jama’ah yang ‘shahih’ di zaman fitnah dan penuh syubhat ini. Di zaman banyak para ulama salafy palsu, salafy saudy yang hanya mengaku sebagai salafy, mengaku bermanhaj ahlus sunnah, mengikuti Syekh Abdul Wahhab, padahal berhukum kepada hukum toghut dan mengukuhkan kekufuran di negeri-negeri mereka. Dengan demikian, bisa mengikuti ulama semisal Syekh OBM adalah salah satu karunia dan nikmat yang besar dalam kehidupan ini, dan dengan mengikuti beliau (dan ulama aswj yang semisal) mudah-mudahan kita semua mendapat petunjuk dari Allah SWT, dan mendapatkan keridhoan Nya, Insya Allah.

Abu Salma menulis :


Dikatakan alim (berilmu) dia tidak pernah menunjukkan keimuannya, bahkan lebih banyak kebodohannya, tidak jelas sumber talaqqi (pengambilan keilmuannya) dan bahkan melakukan kedustaan dan tadlis.
Dikatakan mujahid ia tidak pernah turun ke medan jihad dan bahkan memprovokasi para pemuda untuk ber’jihad’ melawan penguasa muslim sedangkan dia tidak banyak melakukan apa-apa.Dikatakan ahlus sunnah tapi dia menyebarkan pemahaman takfiri khowarij yang mengkafirkan siapa saja menurut kehendak hatinya.Dikatakan seorang penasehat, namun ia tidak pernah menasehati kepada kebaikan namun ia memprovokasi kepada keburukan dan fitnah.


Jawaban :

Poin-poin ini alhamdulillah, dengan idzin-Nya telah terbantahkan dan semua ini menunjukkan kebohongan dan fitnah keji seorang Abu Salma. Semoga Allah SWT. menyadarkannya, Insya Allah.


Abu Salma melanjutkan :

Apa yang hendak dicari dari orang semisal Bakri?Sungguh benar perkataan seorang bijaksana yang menyatakan “Faaqidu asy-Syai’ La yu’thi” (seorang yang tidak punya apa-apa tidak dapat memberi).

Jawaban :

Harapan dan cita-cita tertinggi seorang muwahhid adalah menggapai ridho Allah SWT. Insya Allah dengan mengikuti para ulama yang diberi petunjuk oleh Allah SWT. bukan para ulama suu’, ulama pemerintah, ulama bayaran, kita semua akan mendapat ridho dan petunjuk dari Nya, Insya Allah.


Abu Salma melanjutkan :


Semoga Alloh meluruskan Umar Bakri Muhammad, memberinya hidayah dan taufiq, menjadikannya ahlus sunnah yang sebenarnya dan mengangkat segala syubhat khowarij takfiri dari dirinya.

Jawaban :

Semoga Allah SWT. menyadarkan Abu Salma, memberinya hidayah dan taufiq, menjadikannya ahlus sunnah yang sebenarnya dan mengangkat segala syubhat murji’ah (kepada para penguasa) khawarij (kepada para mujahid) dari dirinya.

Abu Salma menulis :


Semoga Alloh menjauhkan kaum muslimin dari fitnah syubuhat pemahaman dan pemikiran sesat yang diusung oleh ahli bid’ah dan ahli ahwa’, dan mengembalikan kaum muslimin kepada kejayaannya sebagaimana pendahulu mereka kaum salaf yang shalih mengalami kejayaan itu.

Jawaban :

Semoga Allah SWT. menjauhkan kaum muslimin dari fitnah syubuhat pemahaman dan pemikiran sesat yang diusung oleh ahli bid’ah dan ahli ahwa’, ulama suu’, mufti toghut, dan antek-anteknya, dan mengembalikan kaum muslimin kepada kejayaannya sebagaimana pendahulu mereka kaum salafus sholeh yang shalih mengalami kejayaan itu, dengan tauhid yang lurus dan jihad yang benar, Amin.


Wallahu’alam bis Showab!

Saturday, July 21, 2007

Abu Salma Talk With Abu Luqman About Syekh OBM

Abu Salma Talk With Abu Luqman about Syekh OBM

Pada hari Rabu malam saya mendengar kajian di Paltalk di room ‘liva salafee duroos’ mulai dari jam 12.00-01.30 malam. Pada sekitar jam 2 malam, saya melihat ada sebuah room yang bernama “al-Ghurobaa” Live Lecture Ahli Sunnati wal Jama’ati with sheikh Omar Bakri Muhammad from UK, Luton.

Saya penasaran, karena setahu ana bahwa Umar Bakri inilah diambil ucapannya oleh Lazuardi al-Hizbi dan mengapa roomnya dia mengklaim sebagai ahlus sunnah dan ghuroba’. Akhirnya saya masuk ke Kajian live dari room (paltalk) ini yang menampilkan rojul yang bernama Omar Bakri Mohammed. Akhirnya saya putuskan untuk mendengarkan kajian yang berlangsung saat itu. Subhanallah, saya terperangah ketika mendengar kajiannya. Dia mengaku di dalam kajiannya sebagai Ahlus Sunnah dan Salafiyun. Dia membantah beberapa ahlul bid’ah di dalam muhadhorohnya. Kemudian saya putuskan untuk bertanya kepada ikhwan yang menjadi moderator (@dmin) di room tersebut yang bernama ‘Abu Luqman’, dan saya tanyakan kepadanya :

Abu Salma : Assalamu’alaykum

Abu Luqman : WAALIKUM SELAM WW

Abu Salma : Min fadhlikum ya akhee, uriidu an as`alukum (Permisi, saya ingin tanya pada antum)

Abu Luqman : yes…

Abu Salma : Man yatakallamu al’aan?? (Siapa yang berbicara sekarang)

Abu Luqman : Sheikh Omar Bakri Mohammed as-Salifee

Abu Salma : as-Salafee??? Hal huwa salafee?? Adhunnuhu huwa min Hizbit Tahrir (Salafi? Apakah dia salafi? Aku kira dia dari HT)

Abu Salma : a’nii al-Muhajiroun (maksud saya muhajirun)

Abu Luqman : Laa, huwa laysa min Hizbit Tahreer walaa Muhajiroun. He was. but he left his last stance. HT is from the mutazilite (Tidak, dia bukan dari HT. Dia dulu memang. Tapi dia meninggalkan pendapat pertamanya ini. HT termasuk mu’tazilah)

Abu Luqman : rasionalist…

Abu Salma : Subhanallah, since when ya akhee? (Subhanallah, semenjak kapan akhi?)

Abu Luqman : Since a few years ago… I think in 1996 (Semenjak beberapa tahun lalu.. aku rasa sejak 1996)

Abu Salma : Because some shabab HT in my country take his sayings that reject khobar ahad in aquidah case (karena beberapa syabab HT di negaraku mengambil ucapannya yang menolak khobar ahad dalam masalah akidah)

Abu Luqman : and then Allah guide him to be a salifee (Kemudian Allah menunjukinya sehingga menjadi salafi)

Abu Luqman : What country? (negara apa)

Abu Luqman : No!!! that’s not true… it was his last stance. And anyone who takes his last stance then he’s wrong!!! Sheikh doesn’t deny khobar ahad in aquidah.. HT does, and this is why sheikh called them as mutazilite. (Tidak itu tidak benar… ini adalah pendapatnya yang dulu! Syekh tidak menolak khobar ahad di dalam perkara akidah, tapi HT yang menolaknya. Oleh sebab itulah syekh menyebut mereka sebagai Mu’tazilah)

Abu Salma : Indonesia

Abu Luqman : Masha Allah. How bout Da’awah there? (Masya Allah, bagaimana dakwah di sana)

Abu Salma : Alhamdulillah, not as much as HT… (Alhamdulillah tidak sebanyak HT)

Abu Luqman : Hm… HT are many there? Then this is terrible. (HT banyak di sana, jadi ini adalah suatu musibah)

Abu Luqman : U can read bout HT in http://htexposed.com/ (Kamu dapat baca tentang HT di htexposed)

Abu Salma : Yes, I’ve read it. Do u know Abuzzubair?? (ya, aku sudah membacanya. Kamu kenal Abu Zubair?)

Abu Luqman : Abuzzubair. U mean Abuzzubair the contributor of htexposed?? (Abu Zubair? Maksudmu Abu zubair kontributor htexposed?)

Abu Salma : yes

Abu Luqman : I don’t actually know him. But he’s from islamic awakening (Aku tidak begitu mengetahuinya, tapi yang kuketahui dia dari Islamic Awakening)

Abu Salma : Na’am, Islamic Awakening.

Abu Luqman : Islamic Awakening is murjee’ (Islamic Awakening itu Murji’ah)

Abu Salma : ??

Abu Luqman : They are murjee’.

Abu Salma : How come??? (Koq bisa?)

Abu Luqman : Yes, becoz they take the sayings of murjee’ of this era, like Safar Hiwali. (Ya karena mereka mengambil ucapan murji’ah zaman ini, seperti Safar Hawali)

Abu Salma : Safar Hiwali is a Murjee’?? isn’t he wrote Dhohirotul Irja’ (Safar Hawali murji’ah?? Dia kan menulis Zhohirotul Irja’)

Abu Luqman : Yes, becoz he didn’t make takfeer to his mamlakah (Ya karena dia tidak mengkafirkan kerajaannya)

Abu Salma : Mamlakah Su’udiyah (Kerajaan Saudi)

Abu Luqman : Yes. Beladu Thoghut. (Ya negeri thoghut)

Abu Salma : What the stance of Sheikh Omar Bakri to Saudi Scholars like Ibn Baz?? (Apakah pendapat syaikh Umar Bakri terhadap ulama saudi seperti Ibnu Bazz?)

Abu Luqman : Ibn Bazz is kaafir murtad!!!

Abu Salma : Subhanallahu. Kaafir?? Murtad?? (kaget)

Abu Luqman : yes, becoz he defends Fahd the thoghut. He become muftee for thoghut. (Ya, karena dia membela Fahd sang Thoghut, dan dia mau jadi mufti untuk thogut)

Abu Salma : (penasaran) are Ibn Uthaimen and Albanee is also kaafir?? (Apakah Ibnu Utsaimin dan Albani juga kafir?)

Abu Luqman : No, they are murjee’ (tidak namun mereka murji’ah)

Abu Salma : So who the scholars beside Omar Bakri?? (lalu sapa ulama selain Umar Bakri)

Abu Luqman : Many akhee… Alee Hudair, Naser Fahd, Neser Ulwaan, Imam Usamah, Aiman Zawaher, Abu Muhamad Maqdese

Abu Salma : Hm… I think they don’t make takfeer to Ibni Bazz (Kupikir mereka tidak mengkafirkan Ibnu Bazz)

Abu Luqman : Yes, takfeer is ijtihaad (ya takfir itu ijtihad)

Abu Luqman : that may differ from one to another (Yang dapat berbeda antara satu dengan lainnya)

Abu Salma : Hm… how do u suppose if al-Maqdese yukaffir Omar Bakri?? (bagaimana menurutmu kalo seandainya al-Maqdisy mengkafirkan Umar Bakri)??

Abu Luqman : then this is ijtihaad (ya ini adalah ijtihad)

Abu Salma : How about Muhammad ibn Abdul Wahab, is he salafee? (Bagaimana dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, apakah dia salafi?)

Abu Luqman : He’s imaam ahl sunnati. Yes he’s pure salifee. (Dia adalah imam Ahlus Sunnah. Ya ia adalah Salafi murni)

Abu Salma : How about his grandsons, like Abdul Azeez Al Sheikh (Bagaimana dengan anak-anak cucunya, seperti Abdul Aziz Alu Syaikh?)

Abu Luqman : He’s the defender of thoghut. Hypocrit. Zindiq (Dia adalah pembela thoghut, munafik, zindik)

Abu Salma : (terperangah) Subhanallah… how about sholih Fauzan al-Fauzan, Shalih Al Shaikh (Subhanallah, bagaimana dengan Sholih Fauzan dan Sholih Alu Syaikh?)

Abu Luqman : They all the defenders of thoghut. (Mereka semua pembela thogut)

Abu Salma : Kaafir?

Abu Luqman : No. the kaafir one is Ibn Baz and Qordowi (Yang kafir itu Ibnu Baz dan Qordhowi)

Abu Salma : DR. Yusuf Qordhowi?? Why?

Abu Luqman : he’s kaafir.

Abu Salma : why?

Abu Luqman : Are u ikhwanee? (Apakah kamu ini ikhwani?)

Abu Salma : No, I’m salafees.

Abu Luqman : Ok

Abu Luqman : he says music is halaal (dia mengatakan kalau musik itu halal)

Abu Salma : ??? (kaget)

Abu Luqman : he says that moslems are not differ with jews and christian (dia mengatakan kalo muslim tidak beda dengan yahudi dan kristen)

Abu Salma : Hm… how about al-Banna??

Abu Luqman : He’s shufite mubtadee (dia sufi ahlul bid’ah)

Abu Salma : an-Nabhani??

Abu Luqman : He’s asharite mutazilite rasionalist (doa asy’ari mu’tazilah rasionalis)

Abu Salma : This lecture is live? (Kajian in langsung??)

Abu Luqman : Yes, from Luton

Abu Salma : Luton. Do u know the Masjid Ghurobaa?? (Apakah kamu tahu masjid Ghuroba?)

Abu Luqman : Yes, they are murjee’ (Ya mereka adalah murji’ah)

Abu Luqman : He prohibit sheikh to pray there (mereka melarang syaikh sholat di sana)

Abu Luqman : O akhee, it’s QA session now. Maybe you want to ask to sheikh. I will take ur question to him. (Akhi, sekarang sesi tanya jawab. Mungkin kamu mau tanya kepada syaikh. Aku akan memberikan pertanyaanmu kepada syaikh)

Terus, ana kembali ke main room, dan saya bertanya kepada Umar Bakri :

“dear Omar Bakri, some shabaab Hizbit Tahreer in my country (Indonesia) take ur sayings and article from Clara OBM rejecting khobar ahad in aquidah. What do you say about this? Secondly, is it true that you make justification that Shaikh Ibnu Bazz rahimahullahu is kaafir?? Shukron” (kepada Umar Bakri, beberapa syabab HT di negaraku Indoensia membawakan pendapat dan artikelmu yang menolak khobar ahad di dalam perkara aqidah, bagaiamana tanggapanmu? Kedua, apakah benar anda mengkafirkan Ibnu Bazz?”

Kemudian, setelah pertanyaan saya disodorkan, dia menjawab yang kurang lebih poin-poinnya sebagai berikut (tanda dalam kurung adalah komentar saya) :

1. Menolak hadits ahad dalam masalah akidah adalah pendapat saya terdahulu, kemudian Allah memberi petunjuk kepada saya. (Sayangnya dirimu jatuh dari lubang kesesatan masuk ke lubang kesesatan yang lebih membinasakan)

2. Barangsiapa menolak khobar ahad dalam masalah ahkam dan akidah maka ia telah kafir. (Umar Bakri mengkafirkan mu’tazilah, euy)

3. Barangsiapa menolak khobar ahad dalam masalah akidah saja maka ia sesat pengikut ahlu bid’ah (dan dirimu lebih sesat kebid’ahannya wahai Umar Bakri)

4. HT adalah mu’tazilah. (Dan dirimu adalah takfiri khowarij)

5. Sebagian orang di dalam HT adalah kafir, karena menghalalkan musik, maksiat, dan berkasih sayang dengan syi’ah rofidhoh. (Dirimu adalah khowarij tukang pengkafir yang gegabah dan bodoh.)

6. Saya meninggalkan HT semenjak 9 tahun yang lalu. (Namun dirimu masuk ke khowarij yang lebih sesat)

7. Saya sekarang adalah ahlu sunnah, pengikut dakwah Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abdul Wahhab. (Ini adalah klaim dusta semata. Karena Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Muhammad bin Abdul Wahhab berlepas diri dari dakwahmu)

8. Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir, maka dia kafir. (kaidah yang difahami secara gegabah dan serampangan)

9. Ibnu Baz adalah kafir karena beliau berwala’ dengan Fahd sang thoghut. Saya sudah beratus-ratus kali ditanya hal ini (semoga Allah melindungi Imam Ibnu Bazz dari jeleknya lisan Umar Bakri ini, semoga tuduhannya kembali kepada dirinya. Celaka engkau wahai Umar Bakri!!!)

10. Ulama saudi sekarang adalah ulama thoghut (Semoga para ulama saudi yang berpegang dengan aqidah dan manhaj yang benar diselamatkan oleh Allah dari fitnah manusia sesat ini. Umar Bakri ini lebih sesat dari HT sekarang)

Demikianlah secara tidak sengaja saya mengikuti muhadhoroh (lecture) dari si Dajjal khowarij ini, si Dzul Khuwaisiroh al-Birithoni (dulunya tinggal di Damaskus sekarang hijrah ke negeri kafir, merasa aman tinggal di negeri kafir dan mengkafirkan secara sporadis negeri kaum muslimin). Ini menunjukkan bagaimana gegabahnya Lazuardi al-Jawi dan mudzabdzab di dalam menukil.

Bagi yang tidak mempercayai apa yang saya nukil ini, saya bersedia untuk menunjukkan room ini yang live pada waktu Indonesia Barat jam 2 malam, dan kajian ini live hampir setiap hari dari Luton. (Category : Islam, Room : al-Ghurobaa (Live Lecture Ahl Sunnati wal Jamaati Sheikh Omar Bakri Mohammed from Luton UK). Bagi Lazuardi dan Mudzabdzab, bila anda ingin bukti lebih nyata, anda bisa menghubungi saya privat dan akan saya tunjukkan kebenaran ucapan saya ini.

Insya Allah, saya akan membuka kedok Umar Bakri ini dari buku Syaikh Abdurrahman bin Muhammad Sa’id ad-Dimasyqiyah yang menelanjangi pemikiran Umar Bakri ketika masih aktif di HT yang berjudul : “Hizbut Tahrir : Munaqosyah Ilmiyyah li ahammi Mabaadi`il Hizbi wa Roddu ‘Ilmiy Mufashshol hawla Khobar al-Waahid” yang diterbitkan oleh Maktabah al-Ghuroba, Istanbul, Turki. Sekaligus membantah ‘Surat Terbuka Bagi Salafiyin’ yang disusun oleh Muhammad Lazuardi al-Malanji, yang berdomisili di Malang, tamatan UNIBRA angkatan ’99. Insya Allah.

2 komentar:

  1. Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

    BalasHapus