Sabtu, 07 Maret 2009

Ahlus-Sunnah, Murjiah dan Khawarij

Salah satu ciri golongan Khawarij adalah menganggap semua dosa dan maksiat adalah kekufuran, sehingga mereka mengkafirkan siapa saja yang berbuat maksiat apa pun, dan selanjutnya menghalalkan darah dan hartanya, meskipun kemaksiatan itu sebenarnya tidak sampai pada derajat kekafiran. Orang berzina, mencuri, berjudi, dan pemabuk bagi mereka adalah orang kafir murtad yang harus dibunuh. Bahkan khalifah Ali, Muawiyah dan pengikut keduanya, mereka anggap sebagai orang kafir yang wajib diperangi, karena menurut mereka, telah berhukum kepada selain yang Allah turunkan!!

Adapun Murji’ah, kelompok ini kebalikan dari kelompok Khawarij. Golongan ini tidak menganggap dosa apapun sebagai perbuatan kufur kecuali bila disertai kekufuran hati dalam bentuk pendustaan atau pengingkaran. Artinya, orang yang melakukan perbuatan dosa, seperti menyembah patung, melakukan sihir, bersujud kepada batu, menciptakan undang-undang yang menyelisihi hukum Allah, berhukum kepadanya, tetaplah bukan orang kafir atau masih dianggap orang beriman selama hatinya tetap menyakini kebenaran yang datang dari Allah. Ia baru dianggap menjadi kafir bila hatinya sudah ingkar atau mendustakan kebenaran itu. Padahal tidak ada yang tahu hati seseorang kecuali Allah. Konsekuensinya, Iblis, Fir’aun, Abu Jahal tidak boleh dianggap kafir, sebab hati nurani mereka sebenarnya yakin dengan kebenaran. Demikian juga orang yang mengaku muslim jika menyembah berhala, melakukan sihir, berloyal kepada orang kafir, berhukum kepada undang-undang buatan manusia dan melakukan perbuatan kufur lainnya, tetap tidak boleh dikafirkan, sebab siapa tahu isi hatinya? Barangkali hatinya masih percaya dengan kebenaran yang datang dari Allah.

Adapun Ahlus-Sunnah, mereka berada di antara kedua kelompok tersebut. Bagi mereka, tidak semua dosa adalah kekufuran, tidak pula sebaliknya; melainkan ada yang termasuk bentuk kekufuran, ada yang sekedar maksiat yang tidak sampai pada kekufuran. Dosa yang dinyatakan dalam nash termasuk kekufuran seperti, menyebah patung, berloyal kepada orang kafir, melakukan sihir, berhukum kepada undang-undang buatan manusia, adalah kekufuran dan menyebabkan pelakunya kafir, baik hati pelakunya masih menganggapnya haram ataupun sudah menghalalkannya. Adapun dosa besar seperti berzina, minum khomer, mencuri, membunuh, dan lain-lain bukanlah bentuk kekufuran dan tidak menyebabkan pelakunya kafir kecuali bila disertai kekufuran hati dalam bentuk mengingkari keharaman perbuatan-perbuatan tersebut.

1 komentar:

  1. Aqidah Mujahidin adalah Ahlussunnah wal Jama'ah. aqidah murjiah skr banyak. tapi aqidah Khawarij apakah masih ada sekarang? ini jawabnya :
    http://islamwae.wordpress.com/2009/04/25/beda-salafus-shalih-dengan-khawarij-modern/

    BalasHapus